Dirut BEI Mundur, Purbaya: Saatnya Serok!

Pernyataan Iman Rachman, mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah mundur dari jabatannya, dinilai oleh para investor saham sebagai langkah positif. Langkah ini juga dianggap sebagai upaya pertanggungjawaban Iman terhadap kondisi bursa belakangan yang anjlok pasca dirilisnya laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Menurut Iman, sekarang adalah waktunya untuk investor saham membeli saham secara massal. Dia berkelakar mengatakan bahwa "ini positif kalau orang yang ngerti, Buy, serok-serok."

Selain mundurnya Iman Rachman dari pucuk pimpinan bursa, upaya perbaikan pasar modal melalui kebijakan demutualisasi serta peningkatan batas free float saham menjadi 15 persen dinilai akan memberikan sinyal positif ke pasar keuangan global. Dengan demikian, seiring dengan pertumbuhan pasar modal Indonesia, jumlah investor yang masuk juga akan semakin banyak di pasar modal maupun di sektor riil.

Iman juga menyarankan bahwa para investor yang ragu-ragu akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Mereka akan investasi di pasar modal maupun di sektor riil, di FDI (Foreign Direct Investment/Penanaman Modal Asing).

Seketika sebelumnya, Iman meyakini anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya bersifat sementara dan bahwa fondasi ekonomi Indonesia sangat kuat. Namun, ia menyarankan investor yang khawatir terhadap kondisi ini untuk beralih ke saham-saham blue chip – saham perusahaan berfundamental kuat dengan kinerja apik.

"Yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang <em>blue chip</em> itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari aja ke situ," kata Iman kepada awak media di selasar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat.

Menurut Iman, anjloknya pasar saham terjadi karena pasar cukup terkejut dengan kemungkinan bahwa pasar saham Indonesia dianggap sebagai pasar frontier. Dalam klasifikasi MSCI (Morgan Stanley Capital International), pasar frontier berada satu tingkat di bawah emerging market dan di atas negara-negara yang sangat terbelakang.

Namun, jika kondisi tersebut didorong oleh praktik saham-saham gorengan di pasar modal domestik, Iman mengaku telah lebih dulu memperingatkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk memperkuat pasar modal Indonesia dan mempertebal kapitalisasi pasar, pembersihan lantai bursa dari praktik saham gorengan dinilai menjadi sebuah keniscayaan.
 
Wow 🀯, apa khasnya Iman Rachman ngomong kayak gue? Mau bilang kalau pasar modal Indonesia udah terbuka aja? Kalau aspek demutualisasi dan peningkatan free float saham 15% itu benar-benar dianggap sinyal positif ke pasar global? Interesting πŸ€”
 
Kalau Iman Rachman ini benar2 jujur dulu, pasti makanya investor saham-nya capek lama-langan lagi. Sih, kalau mau beli saham secara massal, apa aja yang perlu dijalani leuwlingan? Pasti pasaran saham Indonesia dikejutkejar dulu bisa jadi, tapi sekarang udah terbiasa deh, siapa tahu masing-masing investor deh.
 
Aku rasa Iman Rachman kayaknya benar-benar ingin memberikan tahu investor tentang apa yang seharusnya dijadi. Sama-sama kalau investor mau beli saham dengan bijak, tapi nggak bisa dipaksakan untuk membelinya. Aku pikir teka-tekanan ini juga membantu agar tidak ada yang jadi penipu. Dan siapa tahu, aku juga suka sama konsep demutualisasi, itu kayaknya bisa meningkatkan kepercayaan investor. Tapi, aku ragu-ragu kalau 15 persen free float saham terlalu banyak, tapi sepertinya Iman Rachman punya alasan yang baik.
 
Aku pikir Iman Rachman benar-benar bisa membuat investor jadi lebih percaya diri untuk membeli saham. Kalau orang ngerti, mau invest, itu positif kan? πŸ€‘ Aku juga setuju kalau demutualisasi dan peningkatan free float saham 15 persen akan memberikan sinyal yang baik ke pasar modal global. Jadi, aku harap investor banyak lagi jadi investor di pasar modal Indonesia dan sektor riil. πŸ“ˆ
 
yaahhh 🀩 aku pikir Iman benar-benar bijak banget! dia mau membeli saham dengan massal sekarang juga πŸ€‘ ini bakal memberikan kesempatan bagi orang-orang yang ngerti investasi untuk beruntung 🌟 dan pasti banyak investor baru yang akan masuk ke pasar modal kita πŸš€ aku juga setuju kalau Iman harus dipertanggungjawabkan atas kondisi bursa belakangan πŸ’ͺ selain demikian, aku rasa upaya perbaikan pasar modal melalui demutualisasi dan peningkatan batas free float saham 15% itu sangat positif πŸ™Œ semoga ini bisa membuat pasar modal Indonesia menjadi lebih kuat dan stabil πŸ’―
 
Gak percaya Iman Rachman bilang kalau sekarang waktunya investor saham beli massal... sebelumnya dia punya pendapat yang jadi kontras dengan apa yang dikatakan sekarang πŸ€”. Mungkin ada salah capaian dari strateginya selama menjadi Direktur Utama BEI... tapi secara umum, kalau ada yang ngerti dan mau invest, itu positif deh πŸ€‘.
 
Makanya ini punya makna apa sih kalau investor mau membeli saham secara massal? Apakah mereka nggak masih ragu-ragu tentang kondisi pasar yang anjlok pasca laporan MSCI? Aku pikir ada sesuatu yang harus dicermati di balik semangat ini, yaitu: bagaimana kita bisa memastikan bahwa investor yang masuk ke pasar modal tidak hanya terjebak dalam praktik saham gorengan?

Mengapa kita harus lebih berhati-hati lagi? Karena aku pikir ada sesuatu yang salah dengan cara mereka belajar dari kesalahan-kesalahan lama. Bagaimana kalau kita fokus pada memperkuat pasar modal Indonesia, bukan hanya mengulangi kesalahan-kesalahan masa lalu? πŸ€”πŸ“ˆ
 
πŸ€” Diagram sederhana tentang kondisi pasar saham Indonesia:
```
+---------------+
| Kondisi Pasar |
| Saham Indonesia |
+---------------+
|
| Anjloknya IHSG
| (sementara)
|
v
+---------------+ -> Peningkatan Kapitalisasi Pasar
| Investasi Masif | (dengan demutualisasi) |
+---------------+
```
Sekarang ini, aku pikir Iman Rachman benar banget. Kalau orang yang ngerti dengan saham-saham itu, dia harus membelinya. πŸ€‘

Lalu, aku rasa perlu ada pembersihan lantai bursa dari praktik saham gorengan ya. Jadi pasar modal Indonesia bisa lebih stabil dan kuat. πŸ’ͺ

Dan, aku setuju dengan Iman bahwa investor yang ragu-ragu harus lebih yakin akan arah ke depan. Mereka harus investasi di pasar modal maupun di sektor riil. πŸ“ˆ
 
Gak bisa kecewa deh Iman Rachman, mantan CEO BEI yang jujur aja. Dia bilang saatnya untuk membeli saham massal, itu positif kalau kamu ngerti πŸ€‘. Tapi, harus ingat, tidak semua investor sama, ada yang capek, ada yang kurang tahu πŸ€”.

Sekarang nih, anjloknya pasar saham, gak cuma karena Iman aja, tapi juga karena pasar terkejut dengan Indonesia menjadi pasar frontier 🌍. Tapi, harus diingat, praktik saham gorengan di pasar modal domestik itu tidak baik, Bursa Efek Indonesia harus pembersih lantai bursanya dari praktik itu 😬.

Aku setuju dengan Iman, saatnya untuk memperbaiki pasar modal Indonesia dan meningkatkan kapitalisasi pasar. Jadi, para investor yang ragu-ragu, jangan khawatir, investasi di pasar modal maupun sektor riil, bisa ya πŸ’Έ.
 
Gak paham apa yang dikatakan Iman Rachman tentang pasar saham nih πŸ€”. Dia bilang kalau sekarang waktunya investor membeli saham massal, tapi gak jelas bagaimana caranya. Dan siapa tahu kalau ada lagi praktik saham gorengan di pasar modal? Gak bisa dipungut kepercayaan orang, ya πŸ™…β€β™‚οΈ. Mending nanti buktikan aja dengan memberi sinyal positif ke pasar keuangan global.
 
Kalau bukan siapa pun, aku mau berbagi pendapat aku sendiri tentang kondisi pasar saham Indonesia. Aku pikir kalau sekarang ini sudah waktunya bagi investor untuk mendapatkan untung dari investasi mereka. Mereka bisa membeli saham dengan harga yang murah dan menanamkan modal di pasar modalt yang sedang anjlok.

Aku juga setuju dengan Iman Rachman bahwa peningkatan batas free float saham menjadi 15 persen itu akan memberikan sinyal positif ke pasar keuangan global. Ini akan membuat investor lebih percaya diri untuk memasuki pasar modal dan menanamkan investasi mereka.

Tapi, aku juga ragu-ragu kalau praktik saham gorengan yang banyak di pasar modal Indonesia tidak perlu dipertahankan. Aku pikir Bursa Efek Indonesia harus melakukan langkah-langkah yang lebih serius untuk memperbaiki kondisi ini dan mempertebal kapitalisasi pasar.

Sementara itu, aku punya pertanyaan kalau apa dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) itu? Apakah benar-benar fondasi ekonomi Indonesia kuat? Aku pikir itu masih perlu diuji dan dipertanggungjawabkan.
 
Gue penasaran apa yang dimaksud oleh Iman Rachman ketika mengatakan bahwa pasar saham Indonesia dianggap sebagai pasar frontier. Gue pikir ini akan membawa banyak keuntungan bagi investor, tapi apa yang harus dilakukan pemerintah untuk memastikan ini terjadi? Misalnya, apakah ada perubahan dalam kebijakan yang membuat investor lebih percaya diri untuk berinvestasi di Indonesia?

Gue juga penasaran tentang praktik saham gorengan yang dimaksud oleh Iman. Apakah benar-benar semua perusahaan yang melakukan hal ini akan dihancurkan? Atau ada cara lain untuk memperbaiki pasar modal tanpa harus "menghancurkan" perusahaan-perusahaan kecil?

Gue berharap pemerintah dapat mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan investor asing dan domestik, sehingga pasar saham Indonesia menjadi lebih stabil dan terpercaya.
 
Maksudnya sih kalau Iman Rachman benar-benar ingin investor jadi lebih yakin dan tidak ragu-ragu lagi untuk membeli saham, tapi sebenarnya saya masih ragu-ragu juga sama aja. Apalagi dengar dia katakan bahwa praktik saham gorengan di pasar modal domestik itu benar-benar ada dan harus diantisipasi. Saya pikir kalau sebelumnya Iman sudah memperingatkan Bursa Efek Indonesia, tapi ternyata masih banyak lagi yang perlu diperbaiki. Tapi saya setuju dengan Iman bahwa investor yang berinvestasi di pasar modal maupun di sektor riil nanti akan semakin yakin tentang arah ke depan. πŸ€”
 
Aku pikir Iman Rachman benar-benar nggak memiliki strategi yang konsisten dalam memberikan opini tentang pasar saham Indonesia πŸ€‘. Pertama-tama dia katakan bahwa sekarang waktunya untuk investor membeli saham secara massal, tapi kemudian dia bilang harus berinvestasi di FDI dan saham blue chip juga? Aku rasa itu seperti cerita yang tidak stabil, nggak bisa dipercaya πŸ€”.

Dan apa dengan pernyataannya bahwa pasar saham Indonesia adalah pasar frontier? Ngga ada lagi praktik saham gorengan di pasar modal domestik, kan? πŸ˜’ Sebenarnya kalau kita tonton dari perspektif MSCI, pasar saham Indonesia benar-benar berada di satu tingkat di bawah emerging market dan di atas negara-negara yang sangat terbelakang. Tapi apa itu yang membuat pasar saham Indonesia bisa naik secara signifikan? πŸ“ˆ

Aku pikir Iman Rachman harus lebih teliti dalam memberikan opini tentang pasar saham Indonesia, nggak bisa menjanjikan investasi kepada investor dengan kata-kata yang tidak stabil πŸ€‘.
 
hebat banget ni kalau mantan Direktur Utama BEI bisa jadi langsung bicara tentang posisi pasar modal Indonesia 🀩. Iman Rachman sebenarnya sudah benar-benar peduli dengan kondisi pasar saham belakangan dan berusaha memberikan solusi positif untuk investor saham 😊. Dia bilang kalau sekarang waktunya untuk membeli saham secara massal, itu jadi langkah yang positif banget untuk pertumbuhan pasar modal Indonesia πŸš€.

Saya setuju dengan Iman, pasar modal Indonesia masih memiliki potensi besar dan bisa menjadi salah satu pasar keuangan global terkemuka di dunia πŸ’Ό. Dengan demikian, saya yakin bahwa investor saham akan semakin percaya diri untuk berinvestasi di pasar modal maupun sektor riil πŸ“ˆ.

Tapi, yang perlu diperhatikan adalah praktik saham gorengan di pasar modal domestik, itu jadi hal yang harus segera diputuskan πŸ’₯. Jika Bursa Efek Indonesia bisa berhasil membersihkan lantai bursa dari praktik tersebut, saya yakin bahwa pasar modal Indonesia akan semakin stabil dan kuat πŸ™.
 
Gue penasaran dengan kata-kata Iman Rachman tentang anjloknya IHSG, tapi gue rasa beliau masih tidak benar-benar jelas tentang apa yang membuatnya anjlok. Ada yang bilang itu karena investor saham membeli massal, tapi gue penasaran siapa-siapa yang bisa membeli massal dulu? Gue rasa Iman masih perlu memberikan contoh-contoh nyata yang bisa diikuti oleh investor lain. πŸ€”

Selain itu, gue juga penasaran dengan kata-kata Iman tentang demutualisasi dan peningkatan batas free float saham menjadi 15 persen. Gue rasa itu bagus sekali, tapi gue penasaran siapa-siapa yang akan memastikan bahwa demutualisasi dan perbaikan pasar modal tersebut tidak hanya diimplementasikan pada investor lokal, tapi juga diimplementasikan pada investor asing? 🀝
 
aku pikir Iman Rachman udah benar-benar mengerti apa yang diinginkan investor, mau mereka punya modal atau tidak, tapi tetap mau investasi ke pasar saham Indonesia. kalau mau membeli serok-serok aja, itu kayaknya bisa! tapi aku rasa kita perlu lebih fokus pada hal lain, seperti kualitas lantai bursa sendiri. karena kalau kita punya lantai yang baik, maka investor pasti akan percaya dan mau investasi lebih banyak lagi. apa saja kebijakan demutualisasi itu? kayaknya perlu dipelajari lebih lanjut.
 
Gak ngerti siapa yang punya masalah kalau orang yang ngerti mau beli saham massal? Iman Rachman ini kayaknya benar-benar ingin meningkatkan investor di Indonesia, tapi gak bisa salah juga kalau ada yang masih ragu-ragu. Mereka harus paham bahwa kondisi ekonomi Indonesia kuat banget, jadi jangan khawatir-sih aja dulu. Yang penting adalah investor mau terus berinvestasi dan mendukung pertumbuhan pasar modal kita πŸ€‘
 
Gue pikir Iman Rachman gue kira dia mau ngomong kalau pasar saham Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan. Tapi ternyata dia mau ngomong tentang cara orang harus berinvestasi di pasar saham Indonesia. Gue rasa sih dia tidak terlalu jelas tentang apa itu pasar saham yang positif dan apa aja yang harus dilakukan investor kalau mereka belum yakin.

Gue pikir jika investor mau membeli saham secara massal, itu juga bisa jadi kalau mereka belum benar-benar mengerti tentang pasar saham. Mungkin Iman Rachman gue salah karena gue pikir pasarnya masih dalam tahap pertumbuhan dan harus lebih berhati-hati.

Gue rasa pembersihan lantai bursa dari praktik saham gorengan itu penting tapi bagaimana caranya? Gue kira ada masalah dengan investor kalau mereka tidak mau mengerti tentang pasar saham. Mungkin Iman Rachman perlu ngomong lebih jelas tentang cara orang harus berinvestasi di pasar saham Indonesia agar investor tidak ragu-ragu lagi. πŸ’‘
 
kembali
Top