Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri Setelah IHSG Anjlok 8 Persen
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kejutan besar ketika Direktur Utama Bursa, Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan. Hal ini terjadi setelah IHSG anjlok 8 persen dalam sehari, membuat pasar modal Indonesia mengalami gejolak hebat.
Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri sebagai tanda tanggung jawab atas kejadian tersebut. Dia juga menekankan harapannya agar langkah ini membawa dampak positif bagi pasar modal. "Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal," kata Iman Rachman.
Pengunduran diri Iman Rachman membuat BEI memasuki masa transisi kepemimpinan. Administrasi pergantian akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar perusahaan, dan akan ada pelaksana tugas (PLT) yang ditunjuk sampai ada direktur utama definitif baru.
IHSG mulai perdagangan hari ini di level 8.308,73 dan melanjutkan penguatan hingga menembus level 8.408,30. Namun, momentum berubah drastis menjelang pukul 09.30, ketika tekanan jual mengambil alih dan mendorong indeks untuk turun dengan cepat hingga ke posisi terendah di angka 8.167,16.
Kejadian ini memicu krisis kepercayaan investor dan mendesak respons cepat dari seluruh otoritas pasar modal, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kejutan besar ketika Direktur Utama Bursa, Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan. Hal ini terjadi setelah IHSG anjlok 8 persen dalam sehari, membuat pasar modal Indonesia mengalami gejolak hebat.
Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri sebagai tanda tanggung jawab atas kejadian tersebut. Dia juga menekankan harapannya agar langkah ini membawa dampak positif bagi pasar modal. "Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal," kata Iman Rachman.
Pengunduran diri Iman Rachman membuat BEI memasuki masa transisi kepemimpinan. Administrasi pergantian akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar perusahaan, dan akan ada pelaksana tugas (PLT) yang ditunjuk sampai ada direktur utama definitif baru.
IHSG mulai perdagangan hari ini di level 8.308,73 dan melanjutkan penguatan hingga menembus level 8.408,30. Namun, momentum berubah drastis menjelang pukul 09.30, ketika tekanan jual mengambil alih dan mendorong indeks untuk turun dengan cepat hingga ke posisi terendah di angka 8.167,16.
Kejadian ini memicu krisis kepercayaan investor dan mendesak respons cepat dari seluruh otoritas pasar modal, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).