Pasar saham Indonesia mengalami penurunan drastis minggu lalu, menjadi fenomena yang terjadi ketika investor kepanikan. Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, koreksi IHSG pada Rabu kemungkinan besar disebabkan oleh kepanikan investor yang didorong oleh dua hal.
Pertama, keputusan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membekukan proses rebalancing indeks saham Indonesia. Meningkatnya ketidaktahuan ini menyebabkan investor kehilangan kepastian tentang perubahan bobot/komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI, sehingga terjadi penurunan pada IHSG.
Kedua, perubahan metodologi perhitungan free float yang diterapkan MSCI, khususnya terkait data kepemilikan saham di bawah lima persen. Meskipun hal ini memiliki dampak negatif, namun juga membuat investor meminta transparansi dari data free float tersebut di bawah lima persen.
Iman Rachman juga menekankan agar investor tidak panik dan menjual kepemilikan saham masing-masing. Ia meyakini bahwa transparansi yang akan berlangsung ini merupakan langkah positif untuk MSCI Inc maupun pasar Indonesia.
Pertama, keputusan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membekukan proses rebalancing indeks saham Indonesia. Meningkatnya ketidaktahuan ini menyebabkan investor kehilangan kepastian tentang perubahan bobot/komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI, sehingga terjadi penurunan pada IHSG.
Kedua, perubahan metodologi perhitungan free float yang diterapkan MSCI, khususnya terkait data kepemilikan saham di bawah lima persen. Meskipun hal ini memiliki dampak negatif, namun juga membuat investor meminta transparansi dari data free float tersebut di bawah lima persen.
Iman Rachman juga menekankan agar investor tidak panik dan menjual kepemilikan saham masing-masing. Ia meyakini bahwa transparansi yang akan berlangsung ini merupakan langkah positif untuk MSCI Inc maupun pasar Indonesia.