Dipulangkan dari Kamboja, WNI Korban atau Pelaku Scam?

Keterlibatan WNI dari Indonesia dalam kasus pencucian orang (TPPO) dan penipuan daring (scam online) di Kamboja, diperdebatkan apakah korban atau pelaku. Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang bertanggung jawab dalam hal ini, menilai bahwa tidak semua WNI yang kembali ke Indonesia dari Kamboja merupakan korban, tetapi sebagian besar adalah pelaku.

Menurut Mahendra Siregar, Ketua OJK, seluruh WNI di Kamboja yang dianggap sebagai "scammer" atau pelaku penipuan daring, memerlukan proses hukum yang sah sebelum diberikan sanksi. Menurutnya, kasus ini bersifat lintas negara, sehingga tidak dapat diberikan hukuman tanpa melalui proses peradilan.

Selain itu, pihak KBRI Phnom Penh tetap melakukan asesmen terhadap WNI yang kembali ke Indonesia dan memberikan SPLP bagi mereka yang belum memiliki paspor. Dari total 2.493 orang yang melaporkan diri ke KBRI Phnom Penh, sebagian besar telah dipulangkan ke negara mereka masing-masing dengan syarat memiliki dokumen perjalanan.

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto menjelaskan bahwa tugas KBRI adalah memberikan perlindungan bagi WNI yang sedang berada di luar negeri. Menurutnya, proses ekstradisi para WNI tersebut dilakukan dengan koordinasi antara KBRI dan pihak kepolisian Kamboja.

KBRI Phnom Penh tetap menegosiasikan dengan aparat kepolisian untuk memberikan perlindungan bagi seluruh WNI di Kamboja yang telah menyampaikan permohonan fasilitasi pelindungan.
 
Gue sengaja coba melihat kasus ini, tapi gue masih bingung apa arti "TPPO" dan scam online? Apakah itu seperti kriminal cyber? Gue juga penasaran kenapa WNI yang kembali ke Indonesia dari Kamboja dianggap sebagai pelaku, tapi gue punya adik yang pernah liburan di Kamboja dan tidak ada yang terjadi. Gue rasa kasus ini agak menyesatkan, kan? 🤔
 
Udah capek banget dengar kasus ini 🤯, apa salahnya warga Indonesia mau ngobrol sama orang lain dan jadi korban sendiri 😳? Kalau tidak ada yang buruk, kenapa harus dipaksa lagi 💸? Pihak OJK pasti lupa yang penting adalah korban, bukan pelaku 🤷‍♂️. Dan KBRI Phnom Penh juga terlalu memadati proses ini, apa salahnya mereka ngaruh ke arah yang positif 🌈? Kalau tidak ada konflik, kenapa harus ada hukuman 🚫? Aku rasa lebih baik jika mereka fokus utama melindungi korban dan membuat penyelesaian yang adil ⚖️.
 
wah, ga percaya kayaknya ada banyak warga negara kita yang jadi scammer di kamboja 😲 apa yang terjadi dengan mereka? kenapa tidak ada yang dipanggil ke penjara? saya rasa ojk harus lebih radikal dalam mengambil tindakan lawan ini 🤯 tapi mungkin karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti ekonomi atau politik 🤑 toh jangan sabar-sabar, kita harus terus berhati-hati dan waspada saat traveling di luar negeri! dan apa itu SPLP itu? bagaimana caranya bisa mendapatkan paspor jika belum punya? informasikan lebih lanjut ya! 😁
 
aku pikir kan bahwa mahendra siregar siapa aja, dia bisa nggak salah, tapi aku masih ragu banget apakah korban atau pelaku sih... aku yakin kalau ada orang yang terlibat dalam kasus ini, mereka pasti memiliki alasan apa aja... mungkin mereka butuh bantuan? aku juga rasa pihak ojk harus lebih ramah dulu sebelum memutuskan sanksi... dan aku senang sekali kalau KBRI phnom penh bisa membantu wni yang kembali ke indonesia, tapi aku masih harap agar dipulangkan dengan cepat... aku ingin semua wni yang sedang berada di luar negeri bisa merasa nyaman dan aman! 🤗🇮🇩
 
"Aku pikir, kalau kita tidak bisa mengerti siapa korban dan siapa pelaku, maka kita tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah ini dengan benar 💡"
 
aku pikir ini benar-benar masalah besar lah, banyak wni yang jadi korban tapi juga banyak yang jadi pelaku, apa dia harus dipulangkan atau tidak? tapi di sisi lain, apa pelakunya harus diberikan hukuman yang adil juga? aku rasa ini kasus lintas negara, kita butuh koordinasi antar pemerintah dan kepolisian. kemudian ada yang dianggap sebagai scammer tapi ada juga yang belum memiliki dokumen perjalanan, bagaimana caranya memberikan perlindungan bagi mereka? aku rasa harus ada solusi yang adil dan fair untuk semua, tidak hanya WNI yang jadi korban atau pelaku saja. 🤔
 
aku masih ingat kapan aja sama-sama kita sibuk banget ngobrol soal kasus scambol online, tapi sekarang ternyata kaseus itu masih terjadi dan makin luas juga 🤯. aku rasa KBRI Phnom Penh gak bisa salah dalam prosesnya, harus ada langkah hukum yang sah biar si pelaku bisa dihadapkan ke hukuman yang tepat. tapi sepertinya masih banyak yang kembali ke Indonesia tanpa dihadapkan atas tindakan mereka, itu bikin aku penasaran apa lagi yang harus dilakukan agar tidak terjadi seperti itu lagi 🤔. dan sekarang gak cuma scambol online aja, ada kasus pencucian orang juga, itu bikin aku ingat kapan aja kita sibuk banget debat soal korban atau pelaku di kasus korupsi 🚮.
 
Gue pikir ini salah satu contoh bagaimana kerusakan akibat kesalahan seseorang bisa mencapai tingkat keluarga dan teman-teman luas, jadi kita harus bijak dalam mengelolanya. Jangan biarkan kesalahanmu mempengaruhi orang lain.
 
Kalau kayaknya kasus ini gajadian nyata, siapa tau korban atau pelaku, tapi apa yang penting adalah ada yang terluka dan perlu bantuan. Mungkin kita harus pikirkan dari perspektif mana orang itu, si korban atau si pelaku. Kita semua punya cerita hidup sendiri, apakah kita bisa memahami bagaimana dia sampai di situasi ini? Banyak yang mengatakan WNI Kamboja adalah pelaku, tapi saya pikir mungkin ada beberapa faktor lain yang membuat mereka melakukan hal itu.

Kita harus lebih jujur dengan diri sendiri, mengapa kami tidak melindungi orang-orang ini sejak awal? Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan perlindungan bagi WNI yang sedang berada di luar negeri. Mungkin kita perlu lebih berkomunikasi dengan mereka dan membantu mereka memahami hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
 
gak sepertinya pemerintah serius dalam mengatasi kasus TPPO dan scam online kan? mereka hanya ingin membuang tanpa memikirkan kembali tentang korban ya 🤷‍♂️. apa yang perlu dibicarakan adalah bagaimana caranya memastikan agar tidak ada WNI lain yang terkena dampaknya lagi di masa depan. aku pikir lebih baik lagi jika pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan dan pelatihan untuk WNI agar mereka bisa mengerti tentang hukum dan etika online kan 🤓.
 
Aku pikir kalau pihak OJK dan KBRI Phnom Penh harus sama-sama ngaturin hal ini, jangan sampai korban tidak mendapatkan perlindungan yang cukup 🤝. Aku rasanya bingung kalau warga negara Indonesia itu bisa dianggap sebagai pelaku penipuan daring, tapi juga ada yang benar-benar korban. Mungkin ada cara lain untuk mengatasi masalah ini, jangan sampai WNI yang kembali ke Indonesia harus khawatir tentang hukuman 💔.
 
omg banget gini! siapa tahu korban atau pelaku? mending kita fokus pada membantu korban ya! KBRI Phnom Penh harus terus berkomitmen dalam memberikan perlindungan bagi WNI yang kembali ke Indonesia dari Kamboja. sanksi buat pelaku penipuan daring itu penting, tapi kita juga harus ngerasa kasih sayang kepada korban yang sudah mengalami kerugian. semoga mereka bisa pulang ke rumah dengan aman dan nyaman 🙏
 
kembali
Top