Diperiksa KPK, Eks Menpora Dito Ariotedjo Beberkan soal Kunjungannya ke Saudi Bersama Jokowi

Dito Ariotedjo, mantan Menpora Pemuda dan Olahraga yang saat ini sedang dikritisi KPK karena kunjungannya ke Saudi Aram bersama Presiden Jokowi. Dia mengatakan, ia sudah menceritakan hasil pemeriksaan dirinya oleh KPK, termasuk perihal kunjungannya ke Saudi.

Menurut Dito, KPK memang bertanya tentang informasi kunjungan kerja ke Arab Saudi saat dia menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia pun menjelaskan bahwa di waktu itu, ada agenda bilateral yang terfokus pada olahraga karena Kerajaan Arab Saudi ingin berkerjasama dengan Indonesia di bidang tersebut.

Dito juga menyatakan bahwa ia memiliki MoU (Mektar Kerja) yang sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. MoU-nya itu adalah hasil dari kegiatan bilateral yang dilakukan oleh Presiden Jokowi saat kunjungan ke Saudi Aram, di mana putra mahkota Saudi pada saat itu sudah menjadi Perdana Menteri.

Dito mengatakan bahwa ia telah menjelaskan dan memberikan detail tentang perihal kunjungannya ke Saudi Aram kepada KPK. Ia pun berharap bisa membantu dalam menyelesaikan kasus yang terjadi selama masa jabatannya sebagai Menpora Pemuda dan Olahraga.
 
Pikirin, KPK malah memaksa Dito untuk jujur tentang apa-apa. Kenapa tidak sibuk-sibirkn lagi? Kenapa harus serang dulu sebelum tahu apa yang terjadi di balik layar? MoU-nya itu benar-benar ada, toh bagaimana boleh KPK curiga?

Dan siapa nih yang salah kalau Dito bisa buat akses ke Saudi Aram dengan menggunakan nama Jokowi? Kalau bukan karena KPK yang serang terlalu cepat...
 
Aku pikir Dito malah leluasa ngomong kalau dia udah bawa bukti-bukti yang bisa dibuktikan apalagi kalau ada ujaran dirinya di media yang salah? Nggak perlu ngomong-omong kalau dia sudah bisa membantu dalam menyelesaikan kasus, tapi dia harus siap membayar bihunya sendiri dulu 😅. Aku rasa Dito udah terlalu banyak bicara kalau diwajibkan memberitahu apa apa. MoU-nya itu kapan aja dipotong? 🤔
 
Gue pikir Dito Ariotedjo jujur banget, ia sudah jelaskan apa-apa yang ada di tangan dia. Tapi gue masih ragu-ragu nih, siapa yang mengatakan dia pergi ke Saudi Aram solo? Apakah benar dia punya MoU sama Kementerian Pemuda dan Olahraga? Gue harap Dito bisa memberikan bukti lebih jelas lagi. Saya rasa ini masih terlalu cepat untuk dihitung- hitsung, gue butuh waktu lagi untuk memverifikasi informasi yang ada disana
 
Aku pikir kalau ini ada keberatan, siapa yang bilang ke Saudi Aram itu gak ada kaitan sama kerja olahraga? Tapi, aku juga paham kalau ini punya nuansa politik, tapi kan Dito sudah jelas menjelaskannya semua. Aku ingat saat itu, Presiden Jokowi udah lama ke Saudi Aram, dan dia berbagi MoU dengan putra mahkota, tapi siapa yang tahu sih kalau ada kesalahan info atau apa? Aku rasa Dito sudah jelas-jelas menjelaskannya semua, aku tidak melihat ada sesuatu yang salah.
 
Aku pikir kisah ini kayaknya nggak jelas kok 🤔. KPK tahu sudah apa yang bikin Dito pergi ke Saudi, tapi kemudian Dito bunuh kerjasama di tempat ya? Apakah mereka punya bukti nyata bahwa ada dugaan korupsi? Aku rasa Dito udah memberikan jawaban yang jujur tentang apa yang terjadi di masa jabatannya sebagai Menpora Pemuda dan Olahraga. Tapi, aku masih ragu apakah Dito benar-benar tulus atau hanya mencoba untuk menghindari kerusakan nama diri. 🙄
 
Gue pikir aja kapan gue akan melihat kasus Dito Ariotedjo di pengadilan. Gue rasa dia sudah buat jalan bagi dirinya sendiri. KPK memang bertanya tanya, tapi gak ada bukti yang konfirmasi dia lakukan hal yang salah. MoU-nya sama aja dengan apa yang tercantum di kementerian, nggak ada yang berbeda. Gue rasa Dito Ariotedjo harus malu kalau ia tidak mau menceritakan apa yang terjadi saat itu. Kalau gue dalam situasi sama, aku juga akan melakukannya. 🤔
 
Minta maaf, tapi rasanya ini lagi-lagi masalah konsi Menteri ke-6 yang punya kasusnya di KPK 🤦‍♂️. Dito Ariotedjo gak usah jujur tentang apa-apa lagi, kan? MoU-nya sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, tapi siapa tahu nanti apa hubungannya dengan kasusnya? 🤔. Kalau dia sudah menjelaskan hasil pemeriksaan dirinya ke KPK, maka mungkin ada yang salah di sebelah lawan, bukan dia sendiri. Kasus ini gak perlu jadi semakin panjang, kita harus fokus pada apa yang penting yaitu Indonesia yang bisa terjaga aman dan stabil 💪.
 
kembali
Top