Dito Ariotedjo Beber Tujuan Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi
Dito Ariotedjo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) 2023-2024. Diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dito mengaku diminta menjelaskan soal kunjungannya ke Arab Saudi bersama Presiden ke-7 Joko Widodo pada 2023.
Alhamdulillah, saya sudah selesai diperiksa. Tadi saya minta semuanya apa yang diperlukan saya jawab. Secara garis besar, memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail dan semoga bisa membantu KPK dan yang sedang sekarang ini menyelesaikan kasus ini, kata Dito kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Kasus dugaan korupsi ini bermula dari adanya kuota haji tambahan sebanyak 20.000 kuota untuk 2024, yang didapatkan usai Jokowi berkunjung ke Arab Saudi pada 2023. Dito mengatakan kunjungan Jokowi ke Arab Saudi, merupakan kunjungan kerja (kunker) untuk menghadiri forum dunia.
Saat itu, kata Dito, Arab Saudi ingin bekerja sama dengan Indonesia pada sektor olahraga, sehingga dia turut hadir dan mendampingi Jokowi. Namun, pembahasan spesifik soal kuota haji tidak ada. Setelah makan siang, Perdana Menteri Arab Saudi menawarkan bantuan kepada Indonesia.
"Dan juga setelah makan siang waktu itu saya ingat betul ada pembahasan dari Perdana Menteri ini menawarkan kepada Indonesia apa saja yang harus dibantu," ujar Dito.
Dito Ariotedjo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) 2023-2024. Diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dito mengaku diminta menjelaskan soal kunjungannya ke Arab Saudi bersama Presiden ke-7 Joko Widodo pada 2023.
Alhamdulillah, saya sudah selesai diperiksa. Tadi saya minta semuanya apa yang diperlukan saya jawab. Secara garis besar, memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail dan semoga bisa membantu KPK dan yang sedang sekarang ini menyelesaikan kasus ini, kata Dito kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Kasus dugaan korupsi ini bermula dari adanya kuota haji tambahan sebanyak 20.000 kuota untuk 2024, yang didapatkan usai Jokowi berkunjung ke Arab Saudi pada 2023. Dito mengatakan kunjungan Jokowi ke Arab Saudi, merupakan kunjungan kerja (kunker) untuk menghadiri forum dunia.
Saat itu, kata Dito, Arab Saudi ingin bekerja sama dengan Indonesia pada sektor olahraga, sehingga dia turut hadir dan mendampingi Jokowi. Namun, pembahasan spesifik soal kuota haji tidak ada. Setelah makan siang, Perdana Menteri Arab Saudi menawarkan bantuan kepada Indonesia.
"Dan juga setelah makan siang waktu itu saya ingat betul ada pembahasan dari Perdana Menteri ini menawarkan kepada Indonesia apa saja yang harus dibantu," ujar Dito.