Dino Patti menganggap Dewan Perdamaian Gaza sebagai opsi paling realistis untuk mendamaikan konflik di Gaza. Namun, ia menyatakan bahwa langkah ini menyebabkan risiko besar dan harus dipertimbangkan dengan hati-hati.
Presiden Prabowo Subianto dikenal memiliki pendekatan yang realistis dalam menangani konflik ini. Menurut Dino, Presiden menyadari bahwa Board of Peace bukanlah solusi sempurna dan memiliki risiko kegagalan yang tinggi.
Dino juga menyatakan bahwa Board of Peace merupakan eksperimen dan tidak seharusnya dipandang sebagai obat yang ampuh untuk menyembuhkan segala penyakit.
Meski demikian, Dino masih setuju dengan Prabowo dalam menjaga kekompakan bersama negara-negara Islam dalam Board of Peace. Ia menekankan bahwa jika Indonesia tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi risiko tersebut, maka akan lebih besar karena Indonesia selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam.
Selain itu, Dino juga menyatakan bahwa Presiden Prabowo berulang-kali menyampaikan bahwa Indonesia akan sangat berhati-hati dan tetap memiliki opsi untuk keluar dari Board of Peace jika langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.
Dino juga menyatakan bahwa diskusi dengan Presiden berlangsung terbuka dan dua arah, tanpa pembatasan topik. Ia menekankan bahwa suasananya sangat terbuka, penuh dengan masukan, kritik, risiko, dan semua itu ditampung dan direspons langsung oleh Presiden.
Selain itu, Dino juga menyatakan bahwa Prabowo tetap objektif dan transparan dalam menjelaskan posisi Indonesia. Ia menekankan dukungannya terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dengan sejumlah prasyarat, seperti memahami risiko, menjaga opsi keluar, dan memastikan tujuan utama tetap pada kemerdekaan Palestina.
Akhirnya, Dino menyatakan bahwa tujuan dari semua ini adalah untuk Palestina merdeka. Untuk itu, apa yang harus dilakukan adalah berpolitik, berdiplomasi, melobi, debat, dan praktis serta realistis.
Presiden Prabowo Subianto dikenal memiliki pendekatan yang realistis dalam menangani konflik ini. Menurut Dino, Presiden menyadari bahwa Board of Peace bukanlah solusi sempurna dan memiliki risiko kegagalan yang tinggi.
Dino juga menyatakan bahwa Board of Peace merupakan eksperimen dan tidak seharusnya dipandang sebagai obat yang ampuh untuk menyembuhkan segala penyakit.
Meski demikian, Dino masih setuju dengan Prabowo dalam menjaga kekompakan bersama negara-negara Islam dalam Board of Peace. Ia menekankan bahwa jika Indonesia tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi risiko tersebut, maka akan lebih besar karena Indonesia selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam.
Selain itu, Dino juga menyatakan bahwa Presiden Prabowo berulang-kali menyampaikan bahwa Indonesia akan sangat berhati-hati dan tetap memiliki opsi untuk keluar dari Board of Peace jika langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.
Dino juga menyatakan bahwa diskusi dengan Presiden berlangsung terbuka dan dua arah, tanpa pembatasan topik. Ia menekankan bahwa suasananya sangat terbuka, penuh dengan masukan, kritik, risiko, dan semua itu ditampung dan direspons langsung oleh Presiden.
Selain itu, Dino juga menyatakan bahwa Prabowo tetap objektif dan transparan dalam menjelaskan posisi Indonesia. Ia menekankan dukungannya terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dengan sejumlah prasyarat, seperti memahami risiko, menjaga opsi keluar, dan memastikan tujuan utama tetap pada kemerdekaan Palestina.
Akhirnya, Dino menyatakan bahwa tujuan dari semua ini adalah untuk Palestina merdeka. Untuk itu, apa yang harus dilakukan adalah berpolitik, berdiplomasi, melobi, debat, dan praktis serta realistis.