Masyarakat Jakarta, antara lain pengguna internet dan warga pedesaan, diminta mewaspadai puncak flu musiman di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Menurut Dinas Kesehatan DKI, ini terjadi pada dua periode, yaitu Februari-Maret dan Oktober-November tahun nanti.
Menurut Sri Puji Wahyuni, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, puncak flu musiman ini sering terjadi karena pola cuaca tertentu. Musim hujan dan masa pancaroba memang menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya kasus flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kondisi udara yang lebih lembap membuat droplet (percikan liur dari mulut atau hidung saat batuk, bersin, atau berbicara) bertahan lebih lama sementara aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas dapat meningkatkan risiko penularan. Selain itu, perubahan suhu yang cukup drastis juga dapat membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif.
Oleh karena itu, Sri Puji Wahyuni mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, memastikan ventilasi rumah yang baik, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jangan ketinggalan, kasus influenza A di Jakarta masih terjadi, padahal pada tahun lalu hanya ada dua sampel positif.
Menurut Sri Puji Wahyuni, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, puncak flu musiman ini sering terjadi karena pola cuaca tertentu. Musim hujan dan masa pancaroba memang menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya kasus flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kondisi udara yang lebih lembap membuat droplet (percikan liur dari mulut atau hidung saat batuk, bersin, atau berbicara) bertahan lebih lama sementara aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas dapat meningkatkan risiko penularan. Selain itu, perubahan suhu yang cukup drastis juga dapat membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif.
Oleh karena itu, Sri Puji Wahyuni mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, memastikan ventilasi rumah yang baik, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jangan ketinggalan, kasus influenza A di Jakarta masih terjadi, padahal pada tahun lalu hanya ada dua sampel positif.