Diklat PPIH Bagian dari Seleksi, Tidak Ada Perlakuan Istimewa

Diklat PPIH Jadi Bagian dari Seleksi, Tidak Ada Perlakuan Istimewa untuk Peserta

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi nanti akan berakhir pada 30 Januari 2026. Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono, mengatakan bahwa seluruh peserta diklat sejak awal telah dididik dan diminta untuk menjunjung tinggi disiplin, kesiapan fisik dan mental, kemampuan fikih haji dan bahasa Arab serta kompetensi sesuai bidang layanan masing-masing.

Tidak Ada Perlakuan Istimewa
Menurut Muftiono, Kementerian Haji dan Umrah tidak memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun yang mengikuti diklat. Dia mengatakan bahwa perlakuan khusus justru akan merusak soliditas dan solidaritas tim. "Sejak hari pertama telah kami sampaikan bahwa diklat ini merupakan bagian dari proses seleksi. Mengikuti diklat tidak serta-merta menjadikan seseorang diangkat sebagai petugas haji," ujar Muftiono saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Pengelolaan diklat PPIH Arab Saudi dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari unsur Kementerian Haji dan Umrah, TNI, dan Polri dengan penerapan disiplin tinggi. Tidak ada toleransi terhadap kelalaian dan ketidakdisiplinan, mengingat para peserta diklat nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan kepada jemaah haji di Arab Saudi.

Pelatihan Diklat Penuh
Oleh karena itu, seluruh rangkaian pelatihan sejak hari pertama hingga hari terakhir wajib diikuti secara penuh dan serius tanpa pengecualian. Peserta yang tidak mampu mengikuti agenda pelatihan secara lengkap dinyatakan dikeluarkan dari diklat. Hal yang sama berlaku bagi peserta yang tidak jujur, termasuk dalam hal hasil pemeriksaan kesehatan (MCU) maupun persyaratan lainnya.

Kebijakan ini kami terapkan untuk memastikan bahwa petugas yang dilahirkan dari diklat ini memiliki kemampuan prima serta komitmen tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia, bukan petugas yang berniat 'nebeng' berhaji," tegas Muftiono.
 
Kalo diklat PPIH nggak ada perlakuan istimewa, apa artinya sih? Artinya setiap orang sama-sama harus jujur dan tidak ada kekejaman terhadap siapa pun yang dianggap kurang baik. Tapi, seriusnya apa yang dibutuhkan disini? Ada yang salah dengan sistem ini ya...
 
ini bosen banget ya! siapa bilang kalian harus 'nebeng' ke arab saudi untuk bisa menjadi petugas haji? apa salahnya kalau kita mau belajar dan jadi lebih kompeten? kayaknya kementerian hanya ingin mengontrol dan tidak memberikan kesempatan kepada mereka yang benar-benar punya kemampuan! 🤷‍♂️
 
Gue pikir ini canggih banget aja, diklat ini bukannya bagian dari seleksi aja, tapi ada rahasia di baliknya? Seperti apa caranya mereka pastikan peserta tidak 'nebeng' berhaji? Gue curagak siapa yang ngerusuh balik selama ini, tapi gue paham kalau mereka hanya ingin memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan service terbaik. Tapi, ada yang curious kok, mungkin ada yang 'tidak' terlihat di balik layar...
 
Diklat PPIH nanti harus makin selektif gitu. Tapi aku rasa ini udah jelas banget, siapa juga sudah tahu bahwa diklat itu bagian dari seleksi ya. Aku pikir yang penting adalah mereka siap atau tidak siap untuk lulus seleksi. Kalau siap, ada kesempatan, kalau nggak, gantilah dengan orang lain 🤔
 
😊 Mau ngomong tentang Diklat PPIH ya... sepertinya kemenangan disiplin dan kejujuran itu sangat dibutuhkan kalau kita ingin menjadi petugas haji yang baik-baiknya. 🙏 Kita jangan lupa bahwa bukan hanya tentang memperoleh pengakuan, tapi juga tentang membawa semangat yang baik bagi jemaah haji kita di Arab Saudi. 💪 Saya harap semua peserta diklat ini bisa menjadi contoh yang bagus dan membuat kita bangga! 🇮🇩
 
Diklat PPIH nanti gak ada perlakuan istimewa, ya? Gak ada beda sama sama peserta. Tapi aku pikir itu bisa jadi strategi yang cerdas banget, ya. Dengan begitu semua peserta diharuskan serius dan fokus, bukan kalah dengan orang lain. Aku senang sekali karena aku bisa mendaftar diklat ini nanti, tapi aku harus siap untuk beban yang cukup berat.
 
ini bikin akeh kan? kalau kamu punya bakat dan kemampuan, tapi gak bisa lulus seleksi diklat PPIH Arab Saudi, apa caranya nih? mereka kayaknya tidak peduli dengan siapa. mungkin karena mereka ingin menghindari kasus yang ngeliat, tapi itu juga bikin peserta diklat merasa murung dan rileks. aku pikir disiplin tinggi bukan cuma tentang tugas-tugas yang harus dijalankan, tapi juga tentang memberikan kesempatan bagi orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan.
 
Gue pikir kalau bikin diklat PPIH sekarang udah seperti seleksi banget sih... kalau udah ikut diklat itu berarti udah terpilih banget, tapi jangan salah, karena jaga disiplin dan kompetensi itu harus serius banget.

Tapi gue tahu beberapa tahun lalu diikuti oleh sekitar 1000 orang, tapi di 2026 ini sudah lebih banyak lagi, yaitu 1500 orang... kalau udah ikut diklat itu berarti udah jadi peserta seleksi, tapi gue masih ragu apakah bisa masuk ke Arab Saudi untuk melayani haji.

Gue juga penasaran kenapa ada yang bilang bahwa diikuti diklat seharusnya otomatis masuk ke Arab Saudi... kalau demikian itu nanti jadi sistem favoritisme, gak enak banget.
 
🤔 Kaya banget makin serius mereka pas lulus diklat ini, aku sih pengen lihat lebih banyak kontes 'nebeng' sebelumnya, tapi nanti diuji kan siapa yang bisa dan siapa yang tidak. 🙄

Kurang aja ketepatan waktu pelatihan, siapa tahu ada peserta yang perlu berubah-ubah kesan sejenak? Tapi aku sih yakin itu gampang-gananya, tapi nggak apa-apa kalau mereka lama-lunar sih.

Maksudnya aku sih pas nanti di Arab Saudi, aku rasa aku sih akan jadi 'nebeng' juga 😂. Tapi seriously, aku harap para peserta diklat ini bisa menjadi lebih baik, tapi gampang-gananya kalau diuji aja ya? 🤷‍♂️
 
Aku pikir ini cara yang tepat banget, diklat pasti harus serius dan tidak ada favoritisme sama sekali. Kalau ada kesempatan istimewa, gak akan ada soliditas tim ya? Kita butuh tim yang kuat untuk melayani jemaah haji, bukan kumpulan orang yang hanya ngejar keuntungan 🤑
 
Halo, aku rasa gini juga kayaknya. Aku pikir itu penting untuk dipelajari agar di arab saudi tidak ada masalah dengan jemaah haji kita 🤝. Aku bayangkan kalau di arab saudi kita berniat 'nebeng' berhaji, itu kayaknya salah dan tidak profesional banget 😳. Aku setuju dengarnya wajib mengikuti pelatihan secara lengkap dan serius. Itu penting untuk memastikan bahwa petugas haji kita memiliki kemampuan prima dan komitmen tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia 💪.
 
🤔 Diklat PPIH nanti gak ada perbedaan sama-sama aja, siapa pun ikut diklat pasti diuji dan harus berdisiplin. Kalau gak bisa ikuti pelatihan yang serius, nggak bisa dipilih jadi petugas haji. Saya rasa ini caranya Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan calon petugas haji benar-benar siap. Tapi, saya penasaran apa yang akan dilakukan orang-orang yang nggak bisa ikut diklat?
 
Diklat PPIH Arab Saudi ini seperti seleksi umat Islam, gampang aja ditinggalin oleh orang yang tidak mau belajar di sekolah. Kalau mau jadi petugas haji, harus fokus dan serius, bukan main-main sembarangan. Saya rasa ini seperti kebijakan "tunggang langit" yang penting, kalau mau menjadi petugas haji harus disiplin dan fokus, tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian.
 
Kalau nggak salah diklat PPIH Arab Saudi ini kayaknya gampang banget ya.. kalo mau ikut bikin jadi petugas haji Indonesia harus serius aja, diawasi dengan ketat oleh tim profesional itu.. kalau mau 'nebeng' berhaji siapa tahu lagi apa yang bakal terjadi...
 
Makasih informasi tentang diklat PPIH nanti. Aku pikir perlakuan ini cukup serius, benar-benar tidak ada perlakuan istimewa untuk siapa pun yang ikuti diklat. Aku curious, apa bukti bahwa peserta diklat diangkat sebagai petugas haji tanpa harus melalui seleksi lagi? Apakah ada sumber yang bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang proses seleksi ini?
 
Bapak Kolonel Purna Muftiono benar-benar bijaksana banget. Diklat PPIH nanti bakal menjadi seleksi yang gampang. Kalau kamu mau jadi petugas haji, harus siap-siap dan tidak bisa memilih apa-apa di seluruh prosesnya 💪. Tapi, saya sengaja tidak ikut diklat PPIH 2026 karena saya sudah lulus dari program ini beberapa tahun yang lalu. Saya percaya bahwa kamu yang ingin jadi petugas haji harus siap dan tidak menunggu hadiah dari pihak pengelola diklat 🙏. Yang penting adalah kita semua bisa melayani jemaah haji dengan baik dan benar 💕.
 
Saya rasa kementerian haji umrah ini agak keras banget kan? kalau siapa pun mengikuti diklat di arab saudi itu pasti dipertanggungarkan. saya pikir kalau mereka ingin memilih petugas haji yang paling kompeten dan profesional, tidak perlu membuat aturan yang panjang dan kaku seperti ini... 😒💁‍♂️
 
kembali
Top