Gladi Posko Puncak Haji di Armuzna, Simulasi Penyelenggaraan Wukuf dan Mabit di Arafah, Madinah, dan Mina Dilakukan dengan Baik
Dalam rangka penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, peserta Diklat PPIH Arab Saudi menggelar gladi posko puncak haji di Armuzna, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Gladi ini bertujuan untuk melatih kesigapan para petugas penyelenggara Ibadah Haji dalam melayani jemaah haji.
Posko puncak haji ini dibagi menjadi tiga daerah kerja (daker), yaitu Mekkah, Madinah, dan Bandara. Daker Mekkah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Armuzna, sedangkan daker bandara bertugas di Arafah. Petugas daker madinah menjadi satgas saat mabit di Mina.
Simulasi ini dimulai dari pendorongan gelombang jemaah haji dari Mekkah menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai rukun haji. Setelah wukuf, para jemaah akan didorong menuju ke Muzdalifah dengan menggunakan tujuh bus per maktab, dan kemudian menuju ke Mina dengan 5 bus.
Dalam gladi posko ini, petugas diberi pengetahuan terkait dinamika yang biasa terjadi saat di Muzdalifah, seperti jemaah rebutan karpet untuk duduk. Petugas juga dibekali dengan pengetahuan tentang jama'ah lansia yang memerlukan bantuan dan kursi roda.
Dalam situasi tersebut, petugas harus bertindak sigap mencari solusi dan memberikan pelayanan prima kepada jemaah. Koordinasi lintas tugas dan fungsi sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah yang timbul saat jama'ah haji berkunjung ke posko puncak haji.
Gladi posko ini dilakukan dengan baik, sehingga dapat dianggap sebagai kesuksesan dalam penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.
Dalam rangka penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, peserta Diklat PPIH Arab Saudi menggelar gladi posko puncak haji di Armuzna, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Gladi ini bertujuan untuk melatih kesigapan para petugas penyelenggara Ibadah Haji dalam melayani jemaah haji.
Posko puncak haji ini dibagi menjadi tiga daerah kerja (daker), yaitu Mekkah, Madinah, dan Bandara. Daker Mekkah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Armuzna, sedangkan daker bandara bertugas di Arafah. Petugas daker madinah menjadi satgas saat mabit di Mina.
Simulasi ini dimulai dari pendorongan gelombang jemaah haji dari Mekkah menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai rukun haji. Setelah wukuf, para jemaah akan didorong menuju ke Muzdalifah dengan menggunakan tujuh bus per maktab, dan kemudian menuju ke Mina dengan 5 bus.
Dalam gladi posko ini, petugas diberi pengetahuan terkait dinamika yang biasa terjadi saat di Muzdalifah, seperti jemaah rebutan karpet untuk duduk. Petugas juga dibekali dengan pengetahuan tentang jama'ah lansia yang memerlukan bantuan dan kursi roda.
Dalam situasi tersebut, petugas harus bertindak sigap mencari solusi dan memberikan pelayanan prima kepada jemaah. Koordinasi lintas tugas dan fungsi sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah yang timbul saat jama'ah haji berkunjung ke posko puncak haji.
Gladi posko ini dilakukan dengan baik, sehingga dapat dianggap sebagai kesuksesan dalam penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.