Diklat PPIH 2026, Pentingnya Petugas Haji Kuat dan Profesional
Diklat Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2026 dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Gelanggang ini bertujuan untuk menghasilkan petugas haji yang kuat secara fisik, profesional, dan berintegritas.
Menteri ini dikatakan sangat penting karena kan ibadah fisik itu. Dengan demikian, diklat ini menargetkan petugas-petugas tersebut dengan empat sasaran: pertama, fisiknya kuat; kedua, mentalnya tangguh dalam melayani jemaah haji; ketiga, dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni sesuai tugasnya; keempat, menciptakan bonding dan adanya persatuan yang kuat di antara para petugas.
Mengutarkan data diklat PPIH 2026 ini juga menitikberatkan pada kesiapan fisik petugas haji. Dengan demikian, selain mampu menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi)nya, petugas haji harus memiliki fisik yang kuat.
Dalam diklat PPIH 2026 ini, peserta dilatih semi-militer dengan metode baris berbaris untuk melatih mereka untuk terbiasa mendengarkan instruksi. Dengan demikian, mengingatkan pentingnya adanya keselarasan di antara para petugas dalam melayani jemaah haji.
Diklat Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2026 dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Gelanggang ini bertujuan untuk menghasilkan petugas haji yang kuat secara fisik, profesional, dan berintegritas.
Menteri ini dikatakan sangat penting karena kan ibadah fisik itu. Dengan demikian, diklat ini menargetkan petugas-petugas tersebut dengan empat sasaran: pertama, fisiknya kuat; kedua, mentalnya tangguh dalam melayani jemaah haji; ketiga, dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni sesuai tugasnya; keempat, menciptakan bonding dan adanya persatuan yang kuat di antara para petugas.
Mengutarkan data diklat PPIH 2026 ini juga menitikberatkan pada kesiapan fisik petugas haji. Dengan demikian, selain mampu menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi)nya, petugas haji harus memiliki fisik yang kuat.
Dalam diklat PPIH 2026 ini, peserta dilatih semi-militer dengan metode baris berbaris untuk melatih mereka untuk terbiasa mendengarkan instruksi. Dengan demikian, mengingatkan pentingnya adanya keselarasan di antara para petugas dalam melayani jemaah haji.