Diklat PPIH 2026 Dibiayai APBN dan Tak Ambil Kuota Jemaah Haji

Pemerintah menetapkan program resmi, yaitu Diklat PPIH Arab Saudi 2026, untuk meningkatkan kualitas layanan haji. Diklat ini dibiayai oleh APBN dan tidak akan diisi oleh kuota jemaah. Menurut Ichsan Marsha, tenaga ahli Kemenhaj, diklat tersebut digelar selama tiga pekan mulai 10-30 Januari 2026 dan menggunakan uang negara.

Pemerintah berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan haji dengan mendukung 2 persen dari kuota jemaah yang diisi oleh para petugas. Sementara itu, kuota untuk Petugas Haji Daerah (PHD) diambil dari kuota jemaah per provinsi dan diprioritaskan untuk meningkatkan pelayanan.
 
Saya pikir pemerintah benar-benar peduli dengan kualitas layanan haji, tapi saya masih ragu-ragu banget kalau cuaca di Arab Saudi di bulan Januari bisa dingin dan kasar, bikin kita semua lelah banget nanti. Saya harap petugas yang menghadiri Diklat PPIH tersebut sudah siap untuk menghadapi kesulitan-kesulitan di luar negeri dan tidak lupa membawa perlindungan diri sendiri ya 😊.
 
Aku pikir ini luar biasa, program Diklat PPIH Arab Saudi 2026 bikin aku harap-harap kalau gini bisa jadi kualitas layanan haji semakin baik di Indonesia. Meningkatkan biaya dari APBN dan tidak ada kuota jemaah yang diisi bikin aku pikir ini wajib dan bermanfaat 🤞. Aku juga senang sekali kalau pemerintah mau mendukung para petugas dengan memberikan 2 persen kuota jemaah, itu bikin aku merasa ada perubahan positif di Indonesia. Semoga program ini bisa menjadi contoh yang baik untuk meningkatkan layanan haji dan memperbaiki kualitas pelayanan di Indonesia 🌟
 
aku pikir pemerintah ini harus nggak hanya fokus pada kualitas haji aja, tapi juga harus ngerawat dengan keamanan ya! kalau tidak sih, pasti ada yang terjadi dan semua orang bisa korban nyang terjebak di arab saudi. aku rasa program ini enak banget, tapi kita harus nggak lupa pada itu 🙏
 
Gue rasa ini gampang diterima! Jangan salah paham ya... program Diklat PPIH Arab Saudi 2026 itu benar-benar bagus! Dengan dukungan dari APBN, ini pasti akan meningkatkan kualitas layanan haji di Indonesia. Kalau kita bisa belajar dari orang-orang Arab Saudi, gue yakin kita bisa membuat jemaah haji kita lebih puas! Dan kalau kuota PHD diprioritaskan, itu juga baik sekali! Meningkatkan pelayanan bagi para petugas haji sebenarnya sudah tergolong penting banget. Jadi, gue rasa ini semua berjalan dengan lancar... 😊👍
 
Aku pikir ini adalah contoh bagus dari kerja sama yang baik antara pemerintah dan pejabat-pejabat. tapi apa benar-benar itu yang kita butuhkan saat ini? Apa kebutuhan utama kita adalah agar bisa berhaji dengan lancar tanpa harus menunggu lama? Apakah itu yang membuat kita merasa puas? Tapi aku pikir ada sesuatu yang lebih penting lagi, yaitu bagaimana kita dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya kita sendiri. Seharusnya kita fokus pada bagaimana bisa meningkatkan kualitas jasa haji tanpa harus bergantung pada bantuan luar?
 
Program Diklat PPIH Arab Saudi 2026 ini, aku pikir itu nggak sepadan dengan kebutuhan kita. Meningkatkan kualitas layanan haji memang penting, tapi gimana kalau para jemaah punya kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kompetensinya sendiri? Nggak ada di dalam program ini, kan? 🤔

Dan itu gini, 2 persen dari kuota jemaah yang diisi oleh petugas? Gimana caranya sih kalau kita punya lebih dari 300 ribu petugas haji per tahun dan hanya 6 ribu petugas yang diangkat melalui program ini? Rasanya kurang juga. 🤷‍♂️
 
Gue pikir program ini bakal jadi keberuntungan besar buat kita Indonesia, kayaknya kita bisa mengoptimalkan fasilitas pengelolaan Haji tanpa harus menekan kuota jemaah. Dengan adanya program ini, gue yakin kita bisa meningkatkan kualitas layanan dan memastikan bahwa semua jemaah yang datang ke Arab Saudi itu nanti mendapatkan pengalaman yang baik 🙏. Semoga pemerintah juga bisa memastikan bahwa biaya program ini tidak terlalu berat di atas APBN, supaya kita bisa mendapatkan manfaat maksimal dari program ini 😊.
 
Gue pikir program ini nanti bakal lebih baik kalau program haji di Indonesia makin luas, gak hanya petugas aja yang ikut, tapi juga warga umum bisa ikut ke Arafah 🤔. Saya lihat kebutuhan para jemaah haji selalu sama, ada yang kesulitan perjalanan ke Mekkah, ada yang kesulitan mendapatkan tiket... Jadi gue pikir program ini bakal lebih efektif kalau diintegrasikan dengan beberapa inisiatif lain, misalnya seperti program 'Haji untuk Semua' atau sesuai nama yang dipilih 😊.
 
Kerja sama ini gak badut banget! Pemerintah serius untuk meningkat kualitas haji, kayaknya kinerja mereka nanti bisa lebih baik. Saya harap program ini sukses dan semua participant jadi lebih terampil dan siap menghadapi tantangan di ziarah. Wah, 2 persen dari kuota jemaah yang diprioritaskan untuk petugas haji Daerah itu lumayan juga. Mungkin ada peluang bagi mereka untuk bisa mengisi posisi yang lebih penting nanti. 🤞
 
Maksudnya apa kira-kira sih? Meningkatkan kualitas haji itu bukanlah masalah, tapi kalau program ini digelar secara resmi seperti itu berarti siapa yang akan diangkat sebagai Petugas Haji Daerah sih? Kalau kita already punya PHD dari kuota jemaah per provinsi, apa yang berbeda sih? 🤔
 
Aku pikir gampang banget buat pemerintah ini menetapkan program seperti ini. Tapi apa yang pasti, kalau ada yang punya kemungkinan untuk jadi petugas haji dan mendapatkan uang negara, mereka pasti akan sangat senang. Aku rasa ini bisa jadi solusi yang bagus buat pemerintah, tapi aku juga khawatir apakah ini cuma cara untuk mengurangi biaya haji dengan tidak menampung gaji petugas? 🤔
 
Saya pikir penting sekali program ini dilaksanakan 🙏. Biar layanan haji lebih baik dan ramah untuk jemaah, ya? Kalau gini bisa dilakukan, masyarakat Indonesia akan semakin berkesempatan untuk mengikuti riteh haji tanpa masalah. Saya doang khawatir kuota PHD masih terbatas banget, apalagi kalau cuaca tidak baik saat traveling ke Arab Saudi. Maka lho, kuota PHD harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, ya?
 
kembali
Top