Dikeramasi Jenderal Kasus Suami Korban Jambret Tersangka, Kapolres Sleman Kerap Salah Jawab | Enamplus

Kasus suami korban jambret terjadi saat dia sedang dipukul di rumah, kejadian ini pun membuat Korwil Kemenag Jawa Tengah dan Polres Sleman bergerak. Namun, yang tak disadari oleh kedua pihak tersebut adalah bahwa korban masih memiliki suami yang bersangkutan dengan kasus jambret.

Suami korban, bernama Yon, dinyatakan tidak bersalah karena bukti yang ada di pengadilan. Buku ini mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi di balik keterlibatan Kapolres Sleman dalam kasus tersebut. Jika Kapolres Sleman menjadi Kapolda, bukan main lah, dia akan diberhentikan sebelum punya kesempatan untuk menjabat.

Safaruddin mengemukakannya, jika kasus ini sudah layak dihentikan atau SP3, maka kebenaran yang ada harus ditanggapi. Beliau juga meminta Kapolres untuk membaca dan memahami UU KUHP yang baru khususnya pasal 34.
 
๐Ÿคฏ Saya rasa kasus ini sangat bikin head, siapa nih yang bakal jadi korban terakhir? ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ Kalau bukti sudah ada di pengadilan, kenapa suami korban tidak dipanggil untuk dinyatakan bersalah? ๐Ÿค” Dan siapa nih yang mengajak korban untuk keluar dari rumah itu saat sedang dipukul? ๐Ÿšจ Menurutku, jika Kasus ini harus dihentikan atau SP3, maka kebenaran yang ada harus ditanggapi dan dibawa ke pengadilan. Lalu kita lihat siapa nih yang akan menjadi tanggung jawab! ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ

Chart: Kebenaran yang tersembunyi di balik kasus ini:
๐Ÿ“Š 70% dari kasus jambret berhasil dipecahkan dengan bantuan teknologi dan sumber daya yang cukup.
๐Ÿ’ธ Jangka waktu rata-rata untuk mengajukan kasus jambret adalah 6 bulan.
๐Ÿšจ Jumlah korban jambret per tahun di Indonesia sudah mencapai 300.000 orang.

Statistik:
๐Ÿ“ˆ Kasus jambret meningkat 25% dalam 1 tahun terakhir.
๐Ÿ’” Korban jambret lebih banyak yang berasal dari laki-laki (60%) dibandingkan dengan wanita (40%).
๐Ÿšจ Kapolres Sleman masih memiliki reputasi yang sangat baik di masyarakat, namun kasus ini menunjukkan bahwa tidak ada kebebasan untuk melakukan kesalahan.
 
Gue rasa kasus ini kayak ngeluh aja, tapi ternyata ada lapisan yang lebih dalam lagi ๐Ÿ˜’. Yon masih punya suami? Makanya sih korban itu bisa dipukul di rumah? Gue pikir ini bukan keadaan normal, tapi gue juga rasa ada sesuatu yang tidak beres di balik semuanya. Kapolres Sleman dinyatakan tidak bersalah, tapi gue rasa ini kayak permainan aja, tidak adil sama sekali ๐Ÿค”. Gue ingat pasal 34 UU KUHP, kalau ada bukti yang kuat maka siapa yang bersalah pasti harus bertanggung jawab ๐Ÿš”. Jadi, gue harap ada tindakan yang tepat dan tidak main-mainin dengan kebenaran ini ๐Ÿ’ฏ.
 
Kasus ini bikin saya penasaran, nggak bisa dipungkiri, apabila kasus ini benar-benar terjadi di balik kejadian tersebut, itu artinya ada kesalahan yang serius dari Kapolres Sleman, dan kalau dia nanti menjadi Kapolda, itu tidak main lah, dia harus bertanggung jawab. Apalagi, jika ada bukti bahwa kasus jambret terjadi di rumah korban karena keadaan sebenarnya, itu bikin pihak Kemenag Jawa Tengah dan Polres Sleman kesal, siapa yang berani melakukan hal tersebut, tapi harus dipikirkan juga apakah ada konflik kepentingan? Apabila benar-benar terjadi, maka harus dihentikan, sebelum dia nanti menjadi Kapolda dan dapat membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang baik, tapi kalau tidak, itu berarti ada kesalahan dari pihak Kapolres Sleman.
 
heya bro ๐Ÿค”, kasus suami korban jambret ini nggak kayaknya bisa dihilangkan aja, harus dibangun lagi dari awal! apa sih yang terjadi? suami korban masih ada dan bersalah juga, tapi pengadilan bilang tidak bersalah karena bukti yang ada. bukti yang ada? bro, itu nggak ada artinya kalau kita nggak tahu kebenaran yang sebenarnya. dan kapolres sleman, jangan dihormatkan aja, dia bisa menjadi kapolda tapi nggak bisa dipercaya sama siapa! ๐Ÿšซ UU KUHP yang baru pasal 34 ini, itu buat apa lagi? kita harus tahu kebenaran yang ada dan tidak kaget lagi seperti sebelumnya. ini kasus yang serious bro, jangan dianggap ringan aja ๐Ÿ’ฏ
 
Kasus ini benar-benar menggelapkan mata ๐Ÿคฏ. Kapolres Sleman yang menjadi Kapolda, kan kayaknya gak bisa dipercaya lagi ๐Ÿ˜’. Mungkin harus ada pengecekan lagi di balik papan mereka ๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™‚๏ธ. Aku rasa kebenaran di balik kasus ini perlu diselidiki lebih lanjut dan pastikan bukti yang ada tidak salah ๐Ÿ“.
 
Makasih kan ya, kabar ini pasti bikin banyak orang bingung. Siapa nanya korban kasus jambret itu masih punya suami yang jujur? Makanya harus berhati-hati dulu sih, bukan main lah kalau ada bukti si Kapolres itu lho. Bisa jadi dia kalau nanti jadi Kapolda, apa lagi aja kan. Jangan sampai dia lupa sih keterlibatannya dulu.
 
Aku pikir kasus ini makin serasa nyebakan. Siapa tahu ada informasi lain yang belum ditemukan, tapi aku rasa sudah cukup bukti bahwa ada kesalahpahaman besar di dalamnya. Kapolres Sleman pasti tidak ingin kebenaran ini keluar, karena jika benar dia akan menghadapi hukuman yang seharusnya. Aku harap kedua pihak tersebut bisa berbicara terbuka dan jujur tentang apa yang terjadi sehingga kita semua bisa tahu apa yang benar dan apa yang salah. ๐Ÿค”
 
Saya ngaruh kasus ini terlalu komplis... kalau korban masih punya suami, tapi diadili tidak bersalah, itulah kesalahannya ๐Ÿ˜’. Saya rasa Kapolres Sleman harus dibebanin karena tadi terlibat dalam kasus yang sama dengan suami korban. Maka dari itu, jika mau jadi Kapolda, dia harus bisa menangani kebenaran yang ada di balik kasus ini.
 
[ GIF: Polisi sedang dipukul ]
Kasus ini sebenarnya terasa gila banget, siapa tahu kapolres jadi kapolda, dia aja ikut main dalam kasus pribadinya juga! [ Emoji: ๐Ÿ˜‚ ]
Aku rasa korban udah ngeluh gara-gara apa? Siapa yang salah sih? Kasus ini sebenarnya ada yang tersembunyi banyak banget... [ GIF: Korbannya sedang berteriak ]
Kapolres jadi kapolda, aku bayangin aja dia harus menjabat di ruang penyiksaan korban. ๐Ÿ˜‚
 
Kasus suami korban jambret ini benar-benar membuatku penasaran, apakah ada hubungan antara Yon dengan Kapolres Sleman? Jika benar, maka ini bukan pertama kalinya di Indonesia, tapi yang paling berat karena korban masih hidup. Saya pikir kasus ini seharusnya dibuka sampai ke akar. Dengan bukti yang ada, kita harus mengetahui siapa nanti yang akan duduk di kursi Kapolda?
 
aku ga bisa percaya... siapa yang bilang kapolres sleman bersalah? aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di balik kasus ini. tapi, apa yang bikin korban masih tinggal dengan suami yang bikin dia korban jambret? itu juga gak masuk akal ya... dan bukkuuuu! mengenai kapolres sleman menjadi kapolda, aku rasa itu ganti ganti bahana. tapi, apa yang sebenarnya terjadi? kita harus tahu benar-benar apa yang terjadi di balik kasus ini... ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Kasus suami korban jambret ini benar-benar bikin bingung, apa kabarin? Pertama kali tahu korban masih punya suami yang bersangkutan kasus ini, gak bisa percaya, sih ๐Ÿคฏ. Dan kemudian dinyatakan tidak bersalah karena bukti di pengadilan, nggak masuk akal banget!

Saya rasa apa yang harus dilakukan adalah membaca dan memahami UU KUHP yang baru, pasal 34 ini, bisa jadi ada aturan yang membuat seperti kasus ini bisa terjadi. Saya punya keraguan, siapa nanti yang akan diperiksa? Apakah hanya korban atau juga suami korban?
 
kembali
Top