Diduga Kelelahan Antre Urus Pindah Domisili, Lansia di Gowa Meninggal

Meninggal Dunia Lansia di Gowa Akibat Kelelahan Antre Urus Pindah Domisili

Seorang lansia berusia 71 tahun, S, meninggal dunia setelah terjatuh saat berada di area parkir Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ia diduga mengalami kelelahan akibat menunggu berjam-jam untuk mengurus pindah domisili di kantor lurah.

S yang bekerja sama dengan anaknya bersepeda motor menuju kantor Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) MPP Gowa, untuk mengurus surat perpindahan domisili dari Kota Makassar ke Kabupaten Gowa, sekitar pukul 14.15 WITA. Di tempat itu, S diduga menunggu berjam-jam untuk proses administrasi perpindahannya rampung.

Kemudian, karena merasa lelah dan memikirkan ingin pulang, S terjatuh hingga terkapar di area parkir. Warga yang ada di lokasi, termasuk staf Kelurahan Bontobontoa, Muhammad Wahyu Satria, langsung menolong korban dan membawanya ke dalam musala.

Setelah itu, korban dibawa ke rumah sakit di Makassar untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan, Kanit II Pamapta Polres Gowa, Ipda S Rahayu mengatakan bahwa pihaknya langsung ke lokasi setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Sampai di TKP (Tempat Kejadian), orang tersebut ternyata sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
 
Gue paham walaupun gue tidak ingin melihat korban seperti ini 🤕. Tapi, ini salah tempat ya! Gua pikir apa yang terjadi kalau orang tua kita harus menunggu berjam-jam untuk sesuatu yang seharusnya bisa dilakukan dalam waktu 10-15 menit? Kan bosen banget! 🙄 Dan gue rasanya di sini ada kesalahan pada sistem administrasi. Gua tahu kalau masyarakat di daerah ini sudah terbiasa dengan perubahan, tapi gue rasa ini masih salah tempat. Apalagi karena sekarang sudah ada layanan online yang bisa dilakukan dari rumah 🤗. Gue sarankan agar pemerintah dan lembaga-lembaga administrasi harus lebih fokus pada teknologi dan inovasi untuk membuat proses administrasi lebih mudah dan cepat 💻.
 
heya bro, kabar gembira... ini kalau tidak ada kelelahan antre urus pindah domisili, siapa tahu aja korban bukan korban 🙏. tapi jadi ini kalau korban itu lansia dan harus tunggu berjam-jam di kantor, wajar aja rasanya lelah banget... kayaknya ini perlu ada sistem yang lebih cepat, nggak perlu tunggu terlalu lama, biar korban tidak jatuh ke kapur 💔. dan siapa yang mau menunggu ya punya waktu untuk ngatur diri sendiri, bro 😅.
 
Maksud sih kenapa kanan pas lansia itu bingung? Dia udah bersepeda motor jauh, sini dia dan malah terjatuh lagi. Dan kenapa harus menunggu jamur jaman sambil nunggu pindah domisili? Kan ngomong kayaknya kantor lurah udah siap, tapi lansia ini harus tunggu berjam-jam lagi? Saya rasa perlu diimbangi dengar, kalau kantor lurah udah siap, maka kenapa pasnya lansia harus menunggu lagi? 😕👴
 
Kalau gini terjadi, tentu ada yang salah dengan sistem administrasi di kantor lurah. Tapi, kan kita juga harus menghargai usia lanjut seseorang yang masih berusaha-berusaha untuk mengurus domisilinya. Bayangkan kalau dia juga bisa? 🤯 Saya pikir lebih baik dia mengalami kelelahan daripada merasa salah dengan sistemnya. Dan kan kita harus mendukung semua lansia untuk bisa hidup nyaman dan tidak terlalu beban dengan urusan administrasi, ya? 🙏
 
ini gak bisa dipikirkan sama aja nih! lansia itu udah 71 tahun dan udah capek berlari-lari sembari cari surat perpindahannya, tapi apa yang dimaklumi sih adalah kematiannya? ini bukti bahwa keterpurukan sistem disusunan pemerintahan kita di Indonesia harus dipikirkan lagi. siapa yang bertanggung jawab atas kekurangan fasilitas dan sumber daya untuk masyarakat lansia? apalagi kalau ada perintah untuk berpindah domisili, apa yang dimaklumi sih adalah keterpurukan transportasi umum di daerah ini. ini bukti bahwa kita harus memperbaiki infrastruktur dan fasilitas umum yang sudah lama tidak diperbarui.
 
Udah capek banget sih, lansia itu 🤯. Berapa lama menunggu berjam-jam untuk pindah domisili sih? Apalagi karena usianya 71 tahun, udah lelah dan kelelahan itu bisa menjadi penyebab kematian, ya. Lanjutannya, area parkir Mall Pelayanan Publik (MPP) di Gowa itu lumayan nyaman, tapi juga ada warga yang mau membantunya, jadi tidak usah khawatir banget 😊.
 
ini cerita yang berat, aku rasa pemeriksaan yang cepat di butuhkan agar lansia itu bisa sembuh, tapi nggak cuma itu aja, kita harus bikin jalan parkir mall lebih aman deh, karenanya banyak sekali korban seperti S yang terjatuh dan mengalami kelelahan.
 
Mana aja ngeantri domisil si lansia itu 😂, serius banget dia lelah sampai terjatuh! Mau aja pihaknya paksa si lansia berpindah dulu sebelum mau ngurus administrasi perpindahan? Atu udah ada sistem yang jelas nanti aja si lansia bisa ngalami hal sama? Saya pikir kita harus makin kreatif dan buat sistem yang lebih cepat dan mudah, biar si lansia tidak lelah sampai terjatuh lagi 🤦‍♂️.
 
Gampang banget ya, korban itu jatuh karenya lelah sama ngurus pindah domisili. Siapa udah pernah nunggu berjam-jam di tempat sibuk itu? Kalau aku jatuh, aku langsung pulang karenanya, bukan menunggu kambing mati aja. Gowa malu banget ya, kalau korban itu jatuh di area parkir Mall MPP. Aku rasa kantor Disdukcapil MPP gawa udah harus ngatur urusannya lebih baik, supaya orang tidak perlu menunggu berjam-jam sama lelah.
 
ini bosen banget aja. si lansia itu cuma mau ngeruruhkan domisilinya aja, padahal dia harus tunggu berjam-jam. gak ada fasilitas apa-apa di mall yang nyaman untuk lansia. siapa yang bertanggung jawab kayaknya? masing-masing staf kantor? masing-masing warga? ini bosen banget juga, kita jangan sengaja membunuh orang tua kita dengan kelelahan karena sistem yang kurang baik 😒
 
Kira-kira apa yang terjadi dengerin lansia itu, kan? Meninggal dunia karena menunggu urusannya? Apa salahnya sih, bisa dia keterganjilin berapa lama. Saya rasa ini kisah nyata banget, ada yang lain kalau tidak ada yang lain aja, kayaknya kita jangan asyik bingung-bingung. Mungkin harus perbaiki saja sistem administrasi di kantor lurahnya, supaya pengurusan domisili tidak terlalu panjang dan melelahkan.
 
ini kabar yang sedih banget, mau jatuh dan meninggal dunia karena nggak bisa menunggu aja pindah domisilinya. kenapa harus seperti ini? sistem administrasi di Indonesia masih belum optimal kayak gini, makin banyak orang tua tua yang harus menghadapi masalah sederhana kayak itu. sepertinya, kita perlu memberikan perhatian lebih pada hal ini agar tidak terulang lagi.
 
kembali
Top