Hehe, kayaknya gak perlu bingung, kan? Si pengajar UIN Palopo yang terlibat kasus pemerkosaan jalan itu, kayaknya udah jadi cerita rakyat. Korban yang tidak mengakui kejahatan itu, mungkin karena lagi ngeluh dengan dokter atau apa aja. Serius aja, kalau korban tidak mau mengakui, maka pengacara siapa?
Aku pikir lebih baik kalau korban langsung nyanyi tentang apa yang terjadi pada dirinya, sebelum harus bawa pengacara yang ngomong-momong. Tapi aku rasa kayaknya gak ada jalan keluar, karena korban udah begitu. Aku simpan rekayasa itu di pikiran, tapi kalau korban mau cerita, aku aja nyanyi juga.