Di tengah keterpurukaan ekonomi, gadai menjadi solusi bagi rakyat Indonesia. Sejak lebih dari 124 tahun, Pegadaian telah menyediakan layanan gadai sebagai "katup penyelamat" likuiditas yang menjaga napas ekonomi rumah tangga dan usaha-usaha kecil dan menengah.
Gadai adalah pilihan yang praktis bagi rakyat Indonesia karena waktu sering kali menjadi variabel krusial dalam dunia finansial. Seorang pedagang pasar membutuhkan tambahan modal untuk stok barang esok hari, atau orang tua menghadapi kebutuhan biaya pendidikan mendadak dan tidak memiliki waktu untuk menunggu proses persetujuan kredit yang memakan waktu berhari-hari.
Lia, pengusaha gerai teh, merasakan kesulitan ini. Ia telah aktif berinvestasi emas sejak tahun 2015 dan saat ini tengah mencari sekolah terbaik untuk anaknya di Jakarta. Kebutuhan hidup yang semakin banyak dan biaya sekolah yang semakin tinggi membuat Lia panik.
"Tapi saya tidak menyangka kalau investasi yang saya kumpulkan perlahan itu akan bernilai begitu tinggi seperti saat ini," ujar Lia.
Gadai di Pegadaian menjadi pilihan yang tepat bagi rakyat Indonesia. Masyarakat dapat membawa aset berharga seperti emas, perhiasan, atau barang elektronik dan mendapatkan dana cair dalam hitungan menit. Kecepatan inilah yang mencegah masyarakat jatuh ke jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang justru mencekik dengan bunga tinggi.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengungkapkan bahwa gadai menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat. "Gadai tentu menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat," ujar Selfie.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, kendala klasik yang selalu dihadapi adalah akses modal kerja. Di sini Pegadaian memainkan peran strategisnya.
Banyak pelaku usaha menggunakan skema gadai sebagai "modal putar". Bahkan secara rutin Pegadaian mengadakan program Gadai Peduli, yakni layanan gadai dengan bunga 0% atau gadai bebas bunga. Selain itu, Pegadaian juga memiliki aplikasi Tring! yang memungkinkan nasabah menggadaikan saldo emas digital mereka secara instan tanpa perlu keluar rumah.
"Gadai tentu menjadi sarana literasi keuangan yang efektif," tambah Selfie. "Nasabah belajar tentang penilaian aset hingga manajemen risiko."
Gadai adalah pilihan yang praktis bagi rakyat Indonesia karena waktu sering kali menjadi variabel krusial dalam dunia finansial. Seorang pedagang pasar membutuhkan tambahan modal untuk stok barang esok hari, atau orang tua menghadapi kebutuhan biaya pendidikan mendadak dan tidak memiliki waktu untuk menunggu proses persetujuan kredit yang memakan waktu berhari-hari.
Lia, pengusaha gerai teh, merasakan kesulitan ini. Ia telah aktif berinvestasi emas sejak tahun 2015 dan saat ini tengah mencari sekolah terbaik untuk anaknya di Jakarta. Kebutuhan hidup yang semakin banyak dan biaya sekolah yang semakin tinggi membuat Lia panik.
"Tapi saya tidak menyangka kalau investasi yang saya kumpulkan perlahan itu akan bernilai begitu tinggi seperti saat ini," ujar Lia.
Gadai di Pegadaian menjadi pilihan yang tepat bagi rakyat Indonesia. Masyarakat dapat membawa aset berharga seperti emas, perhiasan, atau barang elektronik dan mendapatkan dana cair dalam hitungan menit. Kecepatan inilah yang mencegah masyarakat jatuh ke jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang justru mencekik dengan bunga tinggi.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengungkapkan bahwa gadai menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat. "Gadai tentu menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat," ujar Selfie.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, kendala klasik yang selalu dihadapi adalah akses modal kerja. Di sini Pegadaian memainkan peran strategisnya.
Banyak pelaku usaha menggunakan skema gadai sebagai "modal putar". Bahkan secara rutin Pegadaian mengadakan program Gadai Peduli, yakni layanan gadai dengan bunga 0% atau gadai bebas bunga. Selain itu, Pegadaian juga memiliki aplikasi Tring! yang memungkinkan nasabah menggadaikan saldo emas digital mereka secara instan tanpa perlu keluar rumah.
"Gadai tentu menjadi sarana literasi keuangan yang efektif," tambah Selfie. "Nasabah belajar tentang penilaian aset hingga manajemen risiko."