Dewan Perdamaian Trump, Iuran Rp17 T dan Risiko Fiskal RI

Perwakilan negara Indonesia menghadapi keterlibatan dalam proyek yang menegosiasikan penentuan pendapat umum perang di Gaza. Masih terlewat saatnya menteri keuangan pemerintah RI memperbincangkan skema iuran yang harus dibayarkan.
 
Maksudnya apa sih? Kita Indonesia lagi berurusan dengan proyek-proyek internasional aja, tapi masih terlewat saatnya nih, kira-kira nanti kalau gini terjadi lagi, aku sih sengaja lupa buat memperhatikan. Menteri keuangan yang gajii nggak jadi pertimbangannya juga bikin aku bingung. Kalau mau serius, kita harus nasehati menteri keuangan itu sih, kalau tidak, kayaknya lagi terjebak dalam urusan internasional yang nggak kita kenal. 🤔😒
 
Gue pikir ini gak tepat, perwakilan Indonesia harus lebih bijak dulu sebelum jadi party dalam proyek yang bikin negara kita jadi banyak beban. Apalagi lagi kalau sudah ada skema iuran yang harus dibayarkan... itu kayaknya membuat rakyat RI jadi malah bosan aja, siapa bilang kita harus membantu negara-negara lain ketika kita sendiri masih banyak masalah di dalam negeri.

Gue rasa pemerintah RI harus lebih fokus dulu ke masalah-masalah yang ada di Indonesia, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kalau sudah pasti, kalau bisa membantu negara-negara lain, tapi harus dulu coba jadi contoh bagi mereka sendiri. Dan, gue harap Menteri Keuangan bisa lebih bijak dalam membuat skema iuran yang tidak akan menimbulkan masalah bagi rakyat RI. 🤔
 
Eh, kayaknya kita sibuk aja dengan masalah lain, giliran nanti buat Gaza sih... Aku rasa biar lebih baik kalau kita fokus pada isu ekonomi terlebih dahulu, tapi apapun itu, Indonesia harus jujur dan transparan dalam semua yang dilakukan, nggak bisa dipungut uang jika nggak ada transisi yang stabil 🤦‍♂️. Bisa jadi, ini masalah politik dari luar yang bikin kita Indonesia terjebak di tengah-tengah... Kita harus lebih berhati-hati dan jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan, biar kita tidak salah arah lagi 💡.
 
Kalau gini, kayaknya kita biarkan UN menangani urusan itu, siapa tau ada penyelesaian yang lebih baik dari apa yang ada sekarang. Tapi, kalau kita masih bisa memberi saran, menteri keuangan kita harus ngobrol dulu tentang skema iuran yang harus dibayarkan, biar siap banget untuk konsultasi dengan internasional. Kalau tidak, aku rasa kita akan tertangkap di antara dua pihak, ya? 🤦‍♂️💸
 
Gue pikir ini kaget banget, kalau Indonesia jadi duduk di meja berdiskusi tentang perang di Gaza. Gue senang sekali pemerintah RI punya delegasi yang bisa wakil Indonesia di situ. Tapi, apa kabar dengan skema iuran yang harus dibayarkan? Gue rasa ini masih terlewat banget kalau menteri keuangan belum pernah bicara soal ini. Skema iuran itu penting, tapi gue juga senang sekali pemerintah RI punya delegasi yang bisa berbicara tentang isu-isu lain seperti perdamaian dan pembangunan di Gaza. Gue harap pemerintah RI bisa lebih baik lagi dalam membicarakan soal ini dengan lebih cepat.
 
Gak ngerti sih kenapa Indonesia jadi ikon negara yang berani menegosiasikan penentuan pendapat umum perang di Gaza aja, sementara di luar sana ada masalah-masalah lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu! Misalnya, skema iuran yang harus dibayarkan oleh masyarakat. Menteri keuangan pasti gak bisa keberatan ya, tapi kenapa aja gak pernah ada prioritasnya? 🤔📊

Saya pikir lebih penting lagi kalau kita fokus pada masalah-masalah ekonomi di dalam negeri terlebih dahulu. Jadi, gak usah menunggu keberuntungan dari luar, kita harus berinvestasi diri sendiri terlebih dahulu! 💪🏼👍 Dan juga, siapa tahu kalau kita sudah siap dengan skema iuran yang tepat, mungkin juga bisa membantu negara kita dalam proyek-proyek lain yang lebih baik lagi. 🤞💕 #PrioritasEconomie #InvestasiDiriSendiri
 
Pernah kalian lihat, kalau Indonesia ini udah terlibat dalam sesuatu yang bisa bikin kita berdebar-debar? Misalnya, penentuan pendapat umum perang di Gaza, itu bisa bikin kita keberatan, kan? Kita nggak ingin dipaksa untuk membeli senjata atau bahan-bahan lainnya. Tapi, apa yang bikin perwakilan negara Indonesia terlibat dalam sesuatu yang bisa bikin kita keberatan?

Saya pikir menteri keuangan pemerintah RI harus lebih cepat memperbincangkan skema iuran yang harus dibayarkan. Kita nggak ingin terkena tekanan dari luar, kan? Kita harus membuat prioritas agar iuran yang dibayarkan itu tidak bikin kita dalam kesulitan ekonomi.

Tapi, aku rasa ada hal lain yang perlu kita pertimbangkan. Siapa nanti yang akan memutuskan bagaimana iuran itu akan digunakan? Apakah itu untuk kepentingan militer atau kepentingan lainnya? Kita harus berhati-hati agar tidak jadi korban kesalahpahaman. 🤔
 
Gue pikir jadi nggak masalah banget kalau Indonesia sibuk dengan proyek-proyek internasional, tapi kira-kira apa yang mereka capai? Gaza, ya... Saya rasa pemerintah RI udah lelucon banget kalau tidak pernah memikirkan tentang skema iuran yang harus dibayarkan. Sekarang udah terlambat dan harus menebar jalan untuk kembali ke tempat yang benar. Gue pikir mereka harus fokus pada kebutuhan dasar di Indonesia sendiri, seperti pendidikan dan infrastruktur, sebelum bercanda dengan proyek-proyek internasional. Masih banyak masalah di Indonesia yang belum terpecahkan, dan ini udah membuat perang di Gaza? Gue rasa itu tidak adil... :-(
 
Maksudnya apa nih, kita keterlibatan lagi dalam masalah-masalah luar negeri. Sementara itu, Masakapa sih hasil dari proyek ini? Kita jadi gak ngerti apa-apa. Dan yang paling berantai, Menteri keuangan gak pernah bicara tentang skema iuran apa lagi. Artinya, kita kembali lagi menjadi korban.
 
Gw punya pendapat kalau kita harus membayar lebih banyak uang, tapi sama sekali tidak peduli siapa yang menentukan tujuan proyeknya 🤔. Kalau mau tahu sebenarnya tujuan dari proyek itu, maka kita harus mendengar lebih dulu apa yang dikatakan oleh para pejabat negara Indonesia. Tapi kalau aku salah, dan aku sih tidak yakin sama sekali... mungkin kita harus membayar uang untuk mempercepat kehadiran hasilnya 🤷‍♂️. Aku juga pikir ini kalah cari uang aja, tapi kayaknya itu adalah strategi yang tidak bisa dinilai dari sudut pandang sederhana seperti aku 😅.
 
Gue paham konflik di Gaza itu, tapi kenapa gue tidak tahu kalau Indonesia ikut campur dulu? Kalau Indonesia mau bicara tentang penentuan pendapat umum perang, jangan menunggu terlambat sih, apa kan kita nggak punya opini sendiri? Gue bayangkan kalau kita harus membayar skema iuran lagi, ini nggak adu-adu aja, tapi masalah keuangan loh... Gue pikir pemerintah RI harus lebih serius dalam memperbincangkan hal ini, bukan hanya menunggu saatnya yang tepat. Dan siapa tahu, mungkin kalau kita diskusi lebih luas tentang hal ini, kita bisa menemukan solusi yang lebih baik untuk semua pihak yang terlibat.
 
Maksudnya, Indonesia jadi negara yang dipaksa ikut berdiskusi tentang konflik di Gaza lagi 🤯. Tapi apa artinya kita? Kita cuma perwakilan dari negara ini aja, tapi siapa njelektesin untuk memperbincangkan skema iuran yang harus dibayarkan? Menteri keuangan itu malah jadi target kritik, tapi nggak ada yang mau ngobrol tentang hal penting seperti itu. 🤷‍♂️ Kenapa kita selalu jadi negara yang dipaksa ikut berbagi perhatian, tapi tidak punya suara dalam keputusan? 🤔
 
Gak bisa percaya sama proyek ini 🤯! Sudah kapan negara kita jadi pasif? Mau dulu sebelum ada skema pembayaran yang jelas, gak ada masalah. Jangan lupa perang itu tidak hanya menargetkan Israel, tapi juga pasifitas RI sendiri. Kenapa gak mau ngajak semua negara ASEAN untuk mendukung proyek ini? Atau sama-sama ikut campur? Kita gak bisa terus seperti begini... 😒. Siap aja kena dipenaltikan di dunia. Yang paling penting, kita harus sadar apalah yang menjadi realisasi dari proyek ini 🤔.
 
kembali
Top