Destinasi Wisata yang Mulai Ditinggal Turis, Ada dari Indonesia

Banyak destinasi wisata di seluruh dunia mulai kehilangan pesonanya akibat turis. Venesia, Italia terus berjuang melawan gelombang turis yang tak terbendung, menggantikan kehidupan lokal dan infrastruktur kota dengan kapal pesiar besar.

Sementara itu, Mykonos, Yunani dikenal dengan bangunan putih dan kehidupan malamnya, namun kini dianggap terlalu mahal dan padat. Masuknya turis kelas atas mengubah karakter asli pulau ini, dan toko butik serta distrik hiburan menjadi sangat komersial.

Di Barcelona, Spanyol, arsitektur Gaudi dan pantainya seringkali menghadapi masalah karena lonjakan penyewaan jangka pendek dan biaya hidup yang mahal bagi warga lokal. Lingkungan yang dulunya otentik kini didominasi turis.

Ibiza, Spanyol juga menjadi salah satu destinasi yang mulai kehilangan karakter aslinya. Klub malam mendominasi hiburan, sementara desa-desa yang dulunya tenang kini tergerus komersialisasi.
 
Maksudnya siapa tidak kenal dengan masalah ini? Semua destinasi wisata di dunia ini mulai kehilangan suasana aslinya akibat turis. Seperti yang dikisar, Venesia ini masih berjuang untuk tidak menjadi kapal pesiar besar yang menghancurkan kehidupan lokal. Sementara itu, Mykonos ini malah terlalu mahal dan padat karena masuknya turis kelas atas. Tapi, saya rasa kita harus berusaha menemukan keseimbangan antara turisme dengan kehidupan lokal. Misalnya dengan mengatur jumlah turis yang diterima atau menciptakan destinasi wisata yang lebih ramah lingkungan. Jika kita tidak berhati-hati, semuanya akan menjadi komersialisasi yang menghilangkan karakter asli. πŸ€”
 
Oiaa banget sih, liburan di tempat-tempat wisata ini kayaknya nggak berarti apa-apa lagi, tapi malah menghilangkan kehidupan lokal. Venesia, Mykonos, Barcelona, dan Ibiza kaya gampang dipengaruhi oleh turis kelas atas. Di mana ada kesadaran akan pentingnya melestarikan identitas tempat wisata ini? Kalau jadi semacam komersialisme begitu tinggi, sih kemungkinan besar tempat-tempat wisata ini akan kehilangan pesona aslinya.
 
Banyak sekali pahitnya kalau turis-turis sembarangan itu gencar-mencar ke pulau-pulau wisata favorit kita πŸ€•. Seperti di Venesia, Italia, aku punya teman dari sana dan gampang aja untuk melihat betapa masalahnya ada di sana. Mereka harus menjaga agar turis-turis tidak terlalu banyak, tapi sepertinya mereka takutin banget akan kehilangan pendapatan.

Sementara itu Mykonos, Yunani ini keren-keneran aja πŸ€ͺ. Di sana, aku suka sekali untuk berlibur, tapi kalau turis-turis sembarangan datang, aku rasa karakter asli pulau itu hilang. Masih banyak tempat yang indah dan halus, tapi sekarang ada banyak toko butik dan restoran yang sama-sama mahal. Aku khawatir kalau Mykonos menjadi sekedar destinasi wisata kelas atas, bukan tempat wisata sebenarnya.

Aku rasa kita harus lebih bijak dalam menentukan destinasi wisata favorit kita. Jangan biarkan turis-turis sembarangan mengubah karakter asli tempat-tempat itu πŸ˜”.
 
Kurang alesan lagi kenapa kita harus menumpahkan liburan kita di tempat-tempat wisata yang udah banyak diburu turis πŸ˜”. Kenapa kita tidak bisa bersantai di Mykonos, Barcelona, atau Ibiza tanpa merasa seperti kucing di jalan? πŸ€·β€β™‚οΈ Aku pikir destinasi wisata harus menjadi tempat liburan bukan tempat penjahatan. Mari kita cari alternatif yang lebih baik untuk menghindari kehilangan karakter asli tempat-tempat wisata yang kita cintai 😊.
 
Makanya turis ini semua sama-sama banyak ya? Nanti pulau-pulau yang indah ini jadi kaya kapal pesiar aja, dan toko-toko lokalnya nggak ada tempatnya lagi πŸ˜’. Venesia ini kan udah terkenal banget, tapi kayaknya lebih baik sebelum turis banyak ya? πŸ€”

Saya rasa kita harus lebih bijak dalam memilih tujuan wisata nanti, bukan hanya sekedar karena populer atau mudah diakses. Kita harus cari destinasi yang masih asli dan tidak terlalu dipengaruhi oleh kehadiran turis 😊.
 
aku rasa kalau gak ada turis, wisata itu apa lagi? tapi aku pikir kalau ada turis, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan mereka πŸ€”. contohnya kalau Venesia buat museum untuk para turis, dan Mykonos mulai buat toko-toko butik yang tidak terlalu mahal untuk warga lokal.

dan aku pikir kalau di Barcelona, kita bisa bikin festival-festival yang lebih seru dan banyak sekali warga lokal yang ikut ambil bagian dalamnya. itu akan membuat arsitektur Gaudi tetap asli, tapi juga ada kesan hidup yang lebih dinamis πŸŽ‰.

aku rasa Ibiza kayaknya perlu buat festival malam yang lebih santai dan tidak hanya tentang klub-klub malam yang besar-besaran. kita bisa bikin festival yang lebih ramah lingkungan dan banyak sekali warga lokal yang ikut ambil bagian dalamnya 🌊
 
Kalau gak perhatian kita, semua destinasi wisata di dunia ini jadi seperti kota binatang πŸ’. Masing-masing tempatnya punya keunikan sendiri, tapi apa lagi kalau turis mulai menutupi identitas aslinya? Sebenarnya ada kebaikan dari pariwisata itu, tapi kita harus ingat agar wisata bukanlah biaya hidup kita, yuk πŸ™. Kita jangan lupa untuk merasakan kehidupan di lokasi wisata itu juga, sementara masih bisa menikmati keindahan tempat tersebut 😊.
 
Destinasi wisata semakin seperti tempat kerja, semua harus sesuai dengan konsumen kelas atas πŸ€‘. Venesia dan Mykonos jadi penggemar wisata yang berinvestasi besar-besaran, tapi apa keuntungan dari itu? Kalau tidak ada konsumsi, siapa yang mau datang lagi? πŸ€”

Sampai-sampai mereka harus mengubah karakter asli destinasi wisata kita agar tetap menarik bagi turis. Tapi nggak ada batas kalau terus berubah, apa lagi keuntungannya? Kita jadi kota yang sama saja di semua tempat, aja cuma perbedaan harga πŸ€‘.
 
Maksudnya siapa yang bilang wisata itu harusnya bisa menjadi hal yang menyenangkan buat semua orang? Sekarang kalau aku pergi ke sana, aku hanya akan melihat banyak-banyak kapal pesiar yang diparkir di tengah kota, dan warga lokal yang terjebak di antara turis. Tapi, sepertinya itu tidak ada masalahnya karena uang, kan? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
wahhh, destinasi wisata di seluruh dunia ini kayaknya kabur banget sih... Venesia yang dulunya jadi ikon keindahan laut dan sejarah kayaknya sekarang hanya tentang kapal pesiar yang menghabiskan banyak tempat dan sumber daya. dan Mykonos yang awalnya jadi tujuan liburan yang elegan sekarang jadi sangat komersial dan mahal. aku rasa ini karena orang-orang terlalu suka banget dengan photo spot dan takut kehilangan kesempatan untuk di postingan media sosial...
 
Aku pikir ini karena banyak orang udah bingung apa yang sebenarnya tujuan liburan, ya? Liburan bukan hanya tentang ngikuti tour package atau mengunjungi tempat-tempat populer, tapi juga tentang merasakan budaya asli suatu daerah. Nah, kalau semua tempat di dunia ini mulai jadi komersial dan kaku, itu jadi tidak masuk akal lagi kan? Venesia, Mykonos, Barcelona, Ibiza... semuanya punya keunikan sendiri yang harus disayangi bukan hanya oleh turis. Kita harus memikirkan bagaimana cara membuat destinasi wisata ini tetap nyaman dan tidak mengorbankan budaya lokal. Misalnya, kita bisa buat program pelatihan bagi warga lokal agar mereka bisa jadi penjaga budaya di tempat-tempat yang sudah menjadi tujuan wisata.
 
Gue rasa semuanya ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara yang bijak. Kita harus lebih peduli dan paham tentang dampaknya kepada masyarakat setempat. Mungkin kita butuhkan sistem pengelolaan wisata yang lebih baik, jadi tidak ada turis yang tak terkendali. Dan biaya hidup warga lokal juga perlu diperhatikan, agar mereka bisa tetap nyaman di rumah-rumah mereka sendiri.
 
Gue pikir ini kayak cuma masalah penginapan aja, tapi ternyata ada banyak hal yang diabaikan. Seperti bagaimana turis membuat banyak orang kehilangan pekerjaan atau bisa sama sekali tidak memiliki uang untuk dibeli barang-barang kecil. Dan gue juga pikir ini salah satu isu yang harus dipikirkan bersama-sama, jangan hanya fokus pada pariwisata aja.

Gue punya ide, kita bisa mencoba membuat program wisata yang lebih berkelanjutan dan peduli terhadap lingkungan. Misalnya, kita bisa membuat program "Turis yang Lebih Ramah" atau "Wisata yang Lokal". Kita juga bisa membuat papan informasi tentang bagaimana para turis bisa mendukung ekonomi lokal.

Gue juga punya ide lain, kita bisa membuat aplikasi yang bisa membantu wisatawan menemukan tempat-tempat wisata yang lebih aman dan ramah lingkungan. Seperti aplikasi "Wisata Ramah Lingkungan" atau "Turis yang Lebih Peduli".
 
aku think kayak gini... :/

di venesia, aku rasa biar makin populer tuh biar kehilangan pesona aslinya. aku suka kayaknya dulu kalau kita bisa nih, kita bisa merasakan suasana kota itu asli.

atau mungkin aku salah, tapi aku pikir ada solusi banget... misalnya, turis harus lebih bijak pilih tempat liburan dan jangan sekedar masukin kapal pesiar besar. atau kalau gak bisa langsung ke tempat tuh, kita bisa pilih destinasi lain yang lebih ramah turis.

nanti aku pikir perlu ada komunitas di media sosial untuk sharing tips liburan yang tidak melibatkan banyak biaya dan juga ramah lingkungan... :D
 
Makasih deh orang2 di dunia ini... kenapa harus begitu banyak turis ke tempat-tempat wisata kan? Sepertinya mereka hanya ingin ngumpul dan ngetik foto aja tanpa peduli sama sekali dengan kehidupan lokal. Aku pikir salah satu solusinya adalah membuat program "Turis sederhana" di mana orang-orang harusnya turuni dari kapal pesiar sebelum naik, jadi bisa nggak membuang-buang waktu. Atau kalau mau, aku punya ide lain... kayak nge-ecotourisme dengan hiking ke gunung-gunung atau sesuatu.
 
Dak, aku pikir itu sangat tragis! Tujuan wisata seharusnya membuat kita merasa bahagia dan nyaman, tapi gini, kapal pesiar itu membuat semua menjadi semakin padat dan mahal! Aku pernah ke Venesia tahun lalu, tapi aku rasanya seperti aku masuk ke dalam film komedi romantis, tidak seperti aku di kota asli. Dan Mykonos? Aku pernah ke sana juga, tapi sekarang aku rasa kayaknya aku masuk ke dalam film misteri atau sesuatu yang agak berantakan. Aku pikir ini semua karena kita harus lebih bijak dan hati-hati ketika memilih destinasi wisata agar tidak melecehkan penduduk setempat ya πŸ˜”
 
Saya pikir ini masalah besar banget. Wisata pasti penting, tapi harus dengan batas yakin. Jangan sampai semuanya jadi tempat liburan aja, lho.
 
Pulau-pulau wisata ini seperti yang dikatakan sudah kehilangan karakter aslinya πŸ€”. Venesia, Mykonos, Barcelona, dan Ibiza itu semua punya cerita sama-sama diubah oleh turis, bukan hanya tujuan wisata aja, tapi juga hidupnya sendiri. Ada banyak orang kelas bawah yang harus meninggalkan rumahnya untuk bekerja di tempat-tempat pariwisata ini πŸ€•. Ganti dengan orang-orang dari luar yang only ingin menikmati keindahan dan tidak peduli tentang dampaknya. Itu tidak adil, kan? πŸ’”
 
Pokoknya, apa yang terjadi dengan dunia ini? Semua destinasi wisata berubah menjadi tempat komersial dan turis. Saya ingat saat-saat cerdas di Venesia, kota itu masih tenang dan damai, tapi sekarang udah seperti kebun binatang ikan turis yang tak terhingga 🐟😩. Dan Mykonos? Tidak ada lagi kesan "Greek Island" yang asli, hanya toko-toko butik dan restoran yang bikin hati saya sedih πŸ’”. Saya tidak tahu bagaimana cara bisa membuat kita semua lebih sadar akan dampak turis yang besar ini. Mungkin kita harus mencari alternatif wisata yang lebih alami, bukan yang terlalu komersial 🌳🏞️.
 
kembali
Top