Desember 2025, Kredit Nganggur Capai Rp2.439,2 Triliun

Kredit nganggur yang banyak bisa bikin perusahaan-bisnis semakin gencar berinvestasi dan berbisnis, loh! 🤩 Menurutku, ini bisa jadi peluang besar untuk pembangunan ekonomi di Indonesia. Tapi, perlu dihati bahwa tidak semua bisnis bisa digunakan pinjaman dengan mudah karena ada risiko yang tinggi.

Saya rasa pentingnya juga kita konsultasikan tentang cara yang tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kerugian bagi perusahaan. Kita harus lebih berhati-hati dalam menentukan persyaratan pemberian kredit, jadi semua bisnis bisa mendapatkan bantuan yang sama. 🤝
 
Makan siang di rumah saat ini gampang banget, tapi tahun 90an masih sulit mendapatkan kredit. Sekarang punya Rp2 triliun yang bisa dipinjam kan? Wajar aja kalau perusahaan mau berinvestasi dan ekspansi. Tapi, apa kira-kira bagaimana jika ada bursa devaluasi lagi? Bayangkan saja kalau Rp1 berganti menjadi Rp100! Itu akan membuat semua perusahaan sulit bertahan. Mungkin genggaman BI harus lebih ketat lagi, tapi sepertinya mereka sudah benar-benar siap. 😊👍
 
Aku pikir ini sangat baik banget, BI udah nggabungin kebijakan yang tepat dan memberi peluang bagi perusahaan bisa berbisnis lebih luas. Saya kira jika perusahaan bisa berkembang lebih gede, ekonomi juga akan semakin kuat. Tapi aku juga pikir ada hal yang perlu dipertimbangkan, seperti rasio NPL masih agak tinggi, jadi BI harus ngawasi lebih ketat agar tidak terjadi kerugian besar.
 
Kredit nganggur capai Rp2,439 triliun di Desember 2025, itu sangat luar biasa, kan? Ini menunjukkan bahwa sistem keuangan Indonesia masih kuat dan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi giliran kita sebagai warga perlu berhati-hati dengan cara pengelolaan kredit ini, jangan sampai terburu-buru dalam mengambil pinjaman. Yang penting adalah memiliki rancang bisnis yang solid dan jujur tentang kemampuan untuk membayar utangnya 🤑💸
 
Gue pikir banget ari kredit nganggur itu, Rp2,4 triliun! Makanya gue rasa BI masih bisa mendukung perusahaan-perusahaan kecil untuk berbisnis, tapi harus ada aturan yang jelas agar tidak ada perusahaan yang "bodoh" meminjam uang dan tidak bisa membayarnya. Gue ingat kawan saya yang memiliki bisnis sampingan, dia sama-sama ingin berbisnis lebih luas, tapi dia takut karena uang pinjaman harus di bayar dengan bulan. Itu kan perasaannya yang sering aku dengerin 😅.
 
Sudah waktunya kita kaget banget sih, Rp2,439 triliun kredit nganggur itu bukannya fantastis banget? Aku pikir ini salah satu momen paling penting di kalangan perusahaan, tapi bagaimana cara mereka bisa aman-aman saja? Semua orang tahu kalau risiko tinggi banget, tapi sepertinya semua strategi yang ada masih mampu menyelesaikan masalah tersebut. Aku pikir bank Indonesia punya rencana canggih untuk memantau semua hal ini, misalnya dengan rasio kecukupan modal dan rasio kredit bermasalah yang terus diawasi. Tapi, sepertinya masih banyak peluang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi dan pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang tersedia.
 
kembali
Top