Densus 88: Siswa SMP di Kalbar Siapkan 5 Gas Portabel & 6 Bom Molotov

Di Kalimantan Barat, terjadi aksi kekerasan yang ditengah-tengahkan dengan bom molotov dan gas portabel. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebutkan bahwa siswa SMP Negeri di daerah tersebut menyiapkan bahan berbahaya itu dalam menjalankan aksinya pada Selasa lalu. Menurut juru bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, pelaku tersebut menyiapkan lima gas portabel yang kemudian dilekatkan dengan petasan paku serta pisau.

Benda berbahaya itu kemudian dibawa dalam sebuah tas yang ditulis nama-nama pelaku kekerasan di luar negeri. Juru bicara Densus 88 juga menyebut bahwa siswa tersebut menyiapkan enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (bom molotov), serta satu bilah pisau.

Dalam keseluruhan, pelaku tersebut terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Ia juga tergabung dalam komunitas True Crime Community (TCC) dan memiliki niat balas dendam kepada rekannya yang kerap merundung dirinya. Selain itu, pelaku tersebut juga menghadapi masalah keluarga.

Peristiwa aksi kekerasan ini terjadi di lingkungan SMP Negeri di Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa lalu sekitar pukul 10.40 WIB. Terduga pelaku pelempar molotov yang merupakan siswa di sekolah itu telah diamankan dan diperiksa polisi.

Dengan demikian, Densus 88 menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah aksi kekerasan seperti ini terjadi.
 
Aku rasa ini bukan cerita film aja ya.. Aksi kekerasan di Kalimantan Barat itu, masih banyak hal yang tidak jelas. Mereka bilang siswa SMP itu terlibat dalam komunitas True Crime Community (TCC), tapi kenapa gini? Apa itu TCC itu? Bagaimana dia bisa temuin aja komunitas tersebut sih?

Dan niat balas dendam juga bikin aku penasaran. Iya, setiap orang memiliki masalah keluarga, tapi ini bukan alasan untuk melakukan aksi kekerasan. Aku pikir kita harus cari jalan lain yang lebih baik untuk mengatasi masalah tersebut.

Saya rasa polisi bisa melakukannya lebih baik lagi dengan memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga yang terkena dampak dari aksi ini, bukan hanya menangkap pelaku saja. Kita harus coba memahami apa yang bikin orang itu merasa kesal atau marah, jadi kita bisa cari solusi yang lebih baik lagi.
 
Gue pikir gini, siapa tahu aksi kekerasan ini bisa mengajarkan banyak orang tentang bahaya ekstremisme... kalau gak ada penegakan hukum yang ketat, siapa tahu cerita yang sama ini akan berulang. tapi juga gue rasa perlu kita sambut dengan lebih mendalam tentang masalah keluarga dan masalah psikologis yang mungkin menyebabkan kekerasan seperti ini... gue harap pemerintah bisa memberikan bantuan yang lebih besar kepada keluarga yang terkena dampaknya
 
Eh gini kayaknya kalau remaja-remaja SMP di Kalbar kayaknya bawa bom molotov dan apa lagi sih. Nih, kan kayaknya sama-sama bisa berubah arah hidupnya dengan lebih baik. Mereka harus fokus pada pendidikan, pendampingan keluarga, dan kegiatan positif. Apalagi kalau mereka sudah terlalu serius sama ideologi ekstrem. Gak usah banget sih, kan kita semua bisa mengerti bagaimana perasaannya. Mereka butuh kasih sayang dan dukungan dari orang tua dan masyarakat.

Mungkin ada yang salah dengan pendidikan di sekolah, gak bisa saja mereka belajar tentang manfaat konflik nonviosentil. Nanti kalau remaja-remaja SMP bisa fokus pada hal positif aja. Dan apalagi kalau kita semua memberikan dukungan kepada keluarga dan remaja yang butuh bantuan.
 
ini gak enak banget ya, apa yang bikin anak SMP bikin hal ini? rasanya ada sesuatu yang tidak beres di kalangan mereka 🤔. mungkin perlu kita bantu-bantu mereka lebih dulu agar jangan jadi semacam ini nanti 🤗. kalau gak ada solusi maka kita harus terus waspada dan menanamkan kesadaran masyarakat ya 💪
 
Maksudnya sih, kalau mau ngeluarin bom molotov dan gas portabel, itu sangat berbahaya banget! 🚫💥 Maka dari itu, kita harus jujur, di dalam hati, apa yang bikin kita marah atau kesal, tidak boleh diubah menjadi sesuatu yang berdampak buruk pada orang lain. 🤝

Kita harus belajar dari pelaku aksi kekerasan ini, yaitu mereka ada masalah keluarga, merasa dipermudah oleh rekannya, tapi itu tidak menyelesaikan masalahnya dengan cara yang tepat. Maka dari itu, kita harus berbantuan satu sama lain, jangan membiarkan kesal atau marah mengubah menjadi hal yang berbahaya. 🤗

Dan yang paling penting, kita harus membantu mereka mendapatkan bantuan dan saran dari orang tua, guru, atau ahli profesional. Karena, kita tidak bisa sendirian untuk mengatasi masalah seperti ini. 💡
 
Apa kira2 kalau anak-anak SMP bisa begitu jahat? Mereka hanya berusia sekitar 14-15 tahun, tapi sudah bisa membuat bom molotov dan gas portabel. Apakah kita tidak belajar dari mereka tentang pentingnya kesadaran sosial dan pengawasan yang lebih ketat di rumah? Kenapa kita tidak sibuk membantu mereka menemukan cara lain untuk mengelola perasaan marah dan frustrasi mereka? 🤕👀
 
Aku rasa kalau gak ada kesadaran yang cukup, kasus ini bisa jadi ngeliatin semakin banyakin. Siswa SMP nggak usaha cari cara lain buat masalahnya, kok? Mereka ngambil ideologi kekerasan ekstrem itu dan aku rasa itu adalah tanda adanya masalah yang lebih dalam, apa aja yang bikin mereka terjebak di sana.
 
kembali
Top