Densus 88: Paham Neo Nazi-White Supremacy Meningkat Pasca Covid-19

Paham Neo Nazi dan White Supremacy Meningkat Pasca Pandemi, Aksi Kekerasan Ekstrem Melintasi Batas Negara

Densus 88 Antiteror Polri menemukan penyebaran paham ideologi kekerasan ekstrem seperti Neo Nazi dan White Supremacy meningkat secara tajam di seluruh dunia setelah pandemi Covid-19. Kombes Mayndra Eka Wardhana, juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, mengatakan penyebaran paham ini terjadi luas melalui media sosial di berbagai negara.

"Memang terjadi lonjakan. Pasca Covid-19 terjadi lonjakan angka yang luar biasa tajam. Ini terjadi di beberapa negara tidak hanya di Indonesia," kata Kombes Mayndra. Ia juga menyoroti bahwa penyebaran paham ini terjadi secara lintas negara melalui ruang digital.

Aksi kekerasan ekstrem seperti penembakan, penusukan, dan kekerasan lainnya terjadi di seluruh dunia. Salah satunya dilakukan Anderson Solomon (17) di Antioch High School pada 22 Januari 2025, yang disebut terpapar paham supremasi kulit putih dan membenci identitas rasanya sendiri.

Kasus lain terjadi pada Agustus 2025, ketika Robin M. Westman (23) melakukan penembakan di gereja Katolik saat ibadah berlangsung karena obsesinya membunuh anak-anak. Selain itu, pelaku Desmond Holley (16) melakukan penembakan di Evergreen High School pada September 2025 karena terpapar paham antisemitisme.

Lebih lanjut, Kombes Mayndra juga menyoroti aksi teror yang dilakukan remaja asal Moscow, Rusia bernama Timofey F (15) yang diduga terinspirasi ledakan bom di SMAN 72 Jakarta. Penusukan itu menyebabkan satu anak tewas dan seorang petugas keamanan mengalami luka.

"Di gagang senjata pelaku penusukan di Moscow, tertulis 'Jakarta Bombing 2025'. Tulisan itu kemudian diambil gambarnya dan diunggah ke komunitas tertentu," jelasnya. Menurutnya temuan ini juga menjadi bukti penyebaran paham atau ideologi kekerasan ekstrem terjadi secara lintas negara melalui ruang digital.

"Ini memperlihatkan bahwa aksi teror dan kekerasan remaja di berbagai negara saling mempengaruhi. Ada proses inspirasi dan glorifikasi yang terjadi melalui komunitas dan media sosial," tuturnya.
 
omong omongnya, kalau gini terus terjadi, aku malah ragu nih bagaimana caranya mengatap masalah ini. tapi apa sih yang salah dengan kita Indonesia? kan kita udah lama punya bermana "Demi Persekitaran yang Baik" πŸŒΏπŸ‘

gimana kalau kita fokus buat memahami apa itu Neo Nazi dan White Supremacy, buat makin peduli masyarakat dan membuat kesadaran yang baik tentang pentingnya toleransi dan kebaikan. tapi malah terus saja masalah ini mengalir keluar πŸ€•

saya rasa kita harus ada solusi nyata dan bukan hanya sekedar berbicara-bicara πŸ˜’. kita harus fokus pada pendidikan yang baik, membangun masyarakat yang lebih adil dan demikian sebagainya πŸ’‘
 
ini parah banget nih... semakin lama semakin meningkatnya paham neo nazi dan white supremacy di seluruh dunia ini, semakin banyak aksi kekerasan ekstrem yang terjadi 😩. aku rasa media sosial jadi tempat ideal buat penyebaran paham ini, karena semakin banyak orang yang bisa berbagi opini dan ide-ide mereka tanpa harus khawatir akan konsekuensi 🀯. lalu bagaimana kita bisa menghentikan hal ini? aku rasa kita perlu lebih banyak pendidikan tentang keberagaman dan toleransi, serta hati-hati kita tidak membiarkan penyebaran paham yang negatif melalui media sosial πŸ‘€. tapi apakah itu sudah cukup? aku rasa kita perlu lebih banyak lagi πŸ’”.
 
ini kisah sama sekali tidak ada yang bermanfaat... kenapa kita harus ngechat banget tentang aksi kekerasan ekstrem? serasa kita semua just ingin ngobrol tentang isu ini terus terang, tapi malah kita akan jadi korban di ruang digital. siapa tau kita coba ngobrol tentang cara mengatasi masalah ini... atau cara kita bisa berpartisipasi untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan.
 
Paham Neo Nazi dan White Supremacy ini makin semangat banget setelah pandemi, kan? Meningkatnya kekerasan ekstrem di seluruh dunia bukan cuma nggabungin aksi remaja, tapi juga ada konspirasi yang nggabungin komunitas online. Kombes Mayndra jujur aja, penyebaran paham ini terjadi luas melalui media sosial dan ruang digital. Saya pikir kita perlu hati-hati dengan semacam itu ya, kita harus lebih terkoordinasi dalam mencegah penyebaran ideologi kekerasan ekstrem di kalangan remaja. Kita harus saling membantu dan memberikan edukasi yang tepat agar mereka tidak terjebak oleh paham-paham tersebut 😊
 
oh iya, ini salah satu contoh bagaimana pandemi bisa menimbulkan efek negatif lainnya. tapi aku rasa kita jangan terlalu khawatir dengan hal ini, karena aku pikir kita juga bisa menggunakan teknologi dan media sosial untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya persatuan dan toleransi 🀝🌎
 
Aku rasa paham neo nazi dan supremacy kulit putih benar-benar bikin kita khawatir, tapi apa yang bisa kita lakukan? πŸ€”

Kita harus lebih berhati-hati saat browsing di internet, terutama di media sosial, karena ada banyak informasi palsu yang bisa membuat kita salah paham. Kita juga harus waspada dengan konten yang bisa memicu kekerasan ekstrem.

Aku juga pikir penting banget kita membantu remaja dan masyarakat untuk mengenal sejarah dan budaya mereka sendiri, agar tidak terpengaruh oleh ideologi kekerasan ekstrem. 🌎

Baca terus artikel ini di https://www.kompas.com/...
 
aku paham kenapa penyebaran paham Neo Nazi dan White Supremacy itu makin kian mantap setelah pandemi 🀯. tapi apa gunanya? hanya untuk bersemangat semangat kekerasan dan kasus-kasus kejam seperti itu di luar sana πŸ™…β€β™‚οΈ. aku rasa kita harus lebih fokus pada hal-hal positif yang bisa kita jadikan inspirasi, bukan hanya tentang kebencian dan kekerasan πŸ’”. apa yang kita dapat dari komunitas online itu? apakah kita tidak bisa berbagi cerita-cerita positif dan membantu satu sama lain? 🀝
 
Saya pikir penting untuk kita perhatikan bagaimana paham Neo Nazi dan White Supremacy bisa menyebar sangat cepat di dunia digital setelah pandemi Covid-19 πŸ€”. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara lainnya. Saya berpikir ada alasan yang lebih baik dari sekedar semangat ekstremisme yang menarik banyak orang muda. Mungkin ada faktor kekurangan pendidikan dan kesadaran yang rendah tentang sejarah dan budaya, sehingga remaja-remaja sering kali tidak sadar akan konsekuensi dari paham seperti ini. Saya berharap kita bisa membantu mencegah penyebaran paham ekstremisme ini melalui pendidikan yang lebih baik dan kesadaran masyarakat yang meningkat πŸ“šπŸ’‘
 
iya, kalau gini terus terjadi, siapa tau nanti bisa menyebabkan bencana di negeri ini. aku rasa kita harus lebih waspada dalam menghadapi hal ini, khususnya dengan cara meningkatkan kesadaran tentang pentingnya toleransi dan persamaan. serius banget kalau kita nggak mau berbicara tentang ini, siapa tau nanti ada korban yang bisa jadi kamu sendiri. kita harus lebih proaktif dalam menghadapi hal ini, tidak hanya menunggu sampai terlambat.
 
Aku pikir salah satu faktor penyebaran paham Neo Nazi dan White Supremacy adalah karena kesenjangan dalam akses informasi di masyarakat, terutama untuk remaja dan muda-mudi yang kurang memiliki akses internet atau tidak memiliki kemampuan untuk memilih informasi yang akurat. πŸ€”

Kalau kamu lihat, di kalangan remaja yang melakukan kekerasan ekstrem seperti Anderson Solomon dan Robin M. Westman, mereka semua memiliki kesamaan yaitu terpapar paham supremasi kulit putih atau antisemitisme melalui media sosial. Ini menunjukkan bahwa mereka dapat dengan mudah diinfoksi oleh ideologi yang sesuai dengan keyakinannya, tanpa harus mempertimbangkan konsekuensi kekerasan tersebut.

Sementara itu, kasus Desmond Holley juga menunjukkan bahwa remaja yang melakukan penembakan di Evergreen High School memiliki temuan khusus dari orang tuanya yang diduga terinspirasi oleh paham antisemitisme. Ini menunjukkan bahwa orang tua dan komunitas dapat memainkan peran dalam membentuk keyakinan remaja tentang ideologi seperti itu.

Tapi aku pikir ada hal lain yang juga penting untuk dipertimbangkan, yaitu bagaimana masyarakat menghadapi dan mengatasi kesenjangan ini. Kita harus lebih berhati-hati dalam memahami perubahan perilaku remaja dan muda-mudi di era digital ini. πŸ“±
 
gak tau siapa nanti kawan, tapi rasanya paham neo nazi dan supremasi kulit putih ini makin populer banget setelah pandemic 🀯. kayaknya remaja-remaja di dunia ini lebih mudah terinfeksi oleh ideologi kekerasan ekstrem karena mereka sudah sering berinteraksi dengan teknologi canggih seperti media sosial dan internet ✨.

saya rasa kita harus lebih teliti dalam memilih informasi yang kita konsumsi dari online, karena bisa jadi informasi itu sudah diproses oleh orang-orang yang tidak jujur πŸ€₯. tapi juga rasanya kita semua harus berhati-hati dengan ideologi-ideologi yang bisa membuat kita terpapar dan menjadi korban kekerasan ekstrem 😬.

dan siapa nanti yang bilang ini hanya tentang remaja atau anak muda, tapi saya pikir kalau kita tidak hati-hati, bahkan orang dewasa juga bisa terinfeksi oleh paham seperti ini πŸ€”. kita harus selalu waspada dan berhati-hati, karena paham-ideologi kekerasan ekstrem ini bisa membuat kita semua menjadi korban 😨.
 
Saya rasanya terus terkejut dengan kembangnya paham neo nazi dan supremasi putih di Indonesia, tapi juga yang lainnya. Mungkin kalau kita lihat lebih dekat, ini karena pandemi yang membuat banyak orang kehilangan kerja dan sumber daya mereka, sehingga makin mudah terpapar ideologi ekstremisme. Saya juga pikir pemerintah perlu berdiskusi dengan komunitas online dan pihak media untuk mengedukasi mereka tentang bahaya paham ekstremisme ini.
 
πŸ€• Aku pikir gini, kalau gini paham kekerasan ekstrem seperti Neo Nazi dan White Supremacy ini sebenarnya bukan hanya masalah Indonesia aja, tapi di dunia luar juga terjadi luas banget! 🌎 Lalu bagaimana kalau kita fokus untuk mengurai penyebabnya, gak bisa dilarang sih dengan media sosial yang banyak digunakan oleh remaja-remaja sekarang. Mungkin ada cara lain buat mengembalikan norma-norma positif di tengah-tengah digital age ini... πŸ€”
 
ini serius banget, paham neo nazi dan supremasi kulit putih makin kian meningkat pasca pandemi ini 🀯. semoga kita bisa mengatasi hal ini dengan hati-hati dan bijak, tapi rasanya semakin sulit lagi di era digital yang makin kian gila πŸ’».
 
aku rasa paham neo nazi dan white supremacy itu masih banyak dipelajari oleh remaja kita today πŸ€”. kalau di indonesia malah kita lebih fokus dengan konflik sosial di perlintasan jalan atau kekerasan yang melibatkan teman-teman kita, tapi globalisasi ini membuat kita harus berhati-hati juga dengan paham ekstrem seperti itu 😬. sepertinya remaja yang terlibat itu yang terpapar paham supremasi kulit putih itu karena terinspirasi oleh komunitas online atau apa? πŸ€”. kalau tidak ada penanganan yang tepat, maka ini bisa menjadi bagian dari masalah yang lebih besar di masa depan πŸ’”.
 
Paham Neo Nazi dan White Supremacy ini nih, ternyata kaya ngiler banget! Meningkat banget setelah pandemi, kan? Itu bukti bahwa manusia ini masih jauh dari perubahan hati... atau malah justru semakin tergoda oleh ide-ide yang negatif. Saya pikir itu karena kita semua terlalu fokus pada diri sendiri dan kurang fokus pada masyarakat lainnya. Kita harus lebih sadar, banget! 🀯

Dan apa yang paling mengkhawatirkan, aksi kekerasan ekstrem ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia! Itu berarti kita semua berada di dalam bahaya, kan? Kita harus lebih waspada dan tidak membiarkan ide-ide negatif seperti itu menyebar. Media sosial ini bisa menjadi sarana bagi mereka untuk berbagi ide-ide yang negatif, tapi kita juga bisa menggunakan media sosial untuk berbagi informasi positif dan membantu masyarakat! πŸ“±

Saya pikir kita semua harus lebih terlibat dalam mencegah penyebaran paham kekerasan ekstrem ini. Kita harus menjadi vokalis yang baik, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Mari kita berbagi informasi yang positif dan membantu masyarakat! 🀝
 
Paham Neo Nazi dan White Supremacy memang semakin populer setelah pandemi, tapi apa yang membuat kita bingung adalah bagaimana remaja-remaja bisa jadi terinspirasi oleh hal ini... πŸ€” Mungkin karena mereka ingin menjadi target favorit dari orang tua mereka? πŸ˜‚ Atau mungkin karena mereka suka berbagi cerita kejadian yang bikin semuanya berantakan di media sosial? πŸ“± Selain itu, bagaimana kita bisa tidak bingung dengan kasus-kasus yang makin semakin konyol seperti ini? πŸ™„
 
apakah ini sebenarnya hal yang wajar kalau ideologi kekerasan ekstrem bisa menyebar luas melalui media sosial? saya pikir harus ada cara untuk menghentikan penyebaran paham ini, mungkin dengan membuat kurikulum pendidikan yang lebih fokus pada toleransi dan empati. tapi buat apa kalau sudah terjadi aksi kekerasan ekstrem, kita harus berusaha menyelamatkan korban dan mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan πŸ€”
 
Gue rasa ini lumayan serius deh, paham Neo Nazi dan White Supremacy itu kayak gini nggak mau dikalahin sama apapun. Saya puny pikiran bahwa media sosial kayaknya harus bertanggung jawab lebih banyak lagi mengenai konten yang diunggah dan di-share. Jika kita tidak berhati-hati, kayanya bisa jadi seperti halnya penembakan di Amerika atau Rusia juga terjadi disini aja deh...
 
kembali
Top