Demutualisasi Dipercepat, Danantara Mau Jadi Pemegang Saham BEI

Pemerintah Indonesia terus mempercepat proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), salah satu langkah reformasi struktural pasar modal yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ini sejalan dengan praktik di berbagai negara lain yang menggunakan lembaga pengelola investasi negara sebagai pemegang saham bursa.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pun menyatakan keterbukaannya untuk masuk menjadi bagian dari bursa setelah demutualisasi terealisasi. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa badan usaha milik negara ini memiliki kepentingan besar terhadap penguatan tata kelola dan transparansi pasar modal nasional.

"Kalau sudah terjadi demutualisasi, tentu Danantara ada keinginan untuk masuk juga," kata Rosan. "Kami memiliki kontribusi signifikan badan usaha milik negara (BUMN) terhadap kapitalisasi pasar di Indonesia. Kami ingin bursa menjadi lebih transparan, lebih terbuka, dan menjunjung tinggi tata kelola atau governance yang baik."

Menurut Rosan, keterlibatan Danantara di bursa tidak hanya tentang kepemilikan, melainkan untuk mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih dalam (deepening market), lebih kredibel, dan lebih transparan bagi investor. CEO Danantara juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat demutualisasi BEI untuk mengurangi konflik kepentingan antara pengelola bursa dan anggota bursa.

"Persentasenya nanti kita lihat. Yang penting justru dengan keberadaan kita, kita ingin bursa menjadi lebih baik dan lebih terbuka," kata Rosan.
 
Wahhh, kayaknya pemerintah Indonesia nggak ingin ketinggalan tren demutualisasi di dunia pasar modal ya ๐Ÿ˜‚! Bisa jadi mereka ingat kalau di Amerika saja ada lembaga seperti FPIF yang jadi pemegang saham BEI pas mau dimutualisasi. Nah, Danantara juga mau ikut main kayaknya ๐Ÿคฃ. Kalau sudah demutualisasi, siapa tahu BEI bisa menjadi pasar modal yang lebih transparan dan tidak lagi macet seperti sekarang ๐Ÿ˜…. Jangan sabar, kan?
 
Kalau mau demutualisasi BEI, kayaknya harus ada cara yang tepat, nggak cuma ngeluarin kebebasan pasar modal aja. Maksudnya, kalau ada lembaga pengelola investasi negara seperti Danantara masuk ke bursa, harus ada kewajiban mereka untuk tidak mencurigai kepentingan pengelola dengan investor, aja. Jadi, bisa jadi nanti pasar modal lebih stabil dan transparan. Yang penting, kalau pemerintah ingin meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar, itu harus diimplementasikan dengan benar dan tidak hanya cuma soal demutualisasi aja. Kalau mau bebas, kayaknya harus ada aturan yang jelas aja ๐Ÿ˜Š
 
Gue pikir kalo demutualisasi BEI gini itu bisa banget membantu transparansi di pasar modal nih. Seperti apa yang dia katakan CEO Danantara, gue ingin lihat bursa menjadi lebih terbuka dan tata kelola yang baik. Kalau bisa jadi investor juga tidak perlu khawatir tentang konflik kepentingan, aja bisa fokus pada investasi yang sebenarnya.

Gue juga rasa ini bisa banget membantu kapitalisasi pasar di Indonesia naik tinggi. Kalo bursa menjadi lebih transparan dan terbuka, investor pasti akan merasa nyaman dan mau masuk ke pasar modal nih. Danantara sebagai pemegang saham juga pasti akan memiliki kepentingan besar dalam hal ini.

Gue berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah tadi dan demutualisasi BEI secepatnya. Gue yakin kalau ini bisa membawa perubahan yang positif di pasar modal nih ๐Ÿ™Œ
 
Gue pikir demutualisasi BEI itu cerita bagus ๐Ÿคฉ, bisa meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal di Indonesia. Banyak investor asing suka investasi di bursa yang transparan dan terbuka. Kalau pemerintah punya rencana untuk mempercepat prosesnya, itu juga bakal membuat investor lebih percaya diri ๐Ÿ’ธ. Danantara juga punya kepentingan besar dalam hal ini, karena mereka mau meningkatkan tata kelola pasar modal nasional. Gue senang melihat CEO Rosan Roeslani yang jujur dan optimis ๐Ÿค. Semoga demutualisasi BEI itu sukses dan membuat investor lebih percaya diri ๐Ÿ’ช.
 
Gue pikir demutualisasi BEI itu bagus banget ๐Ÿคฉ, tapi gue khawatir siapa yang akan kaya dari demutualisasi ini? Danantara bisa jadi salah satu pemegang saham besar di BEI, apa lagi kalau mereka punya uang banyak seperti BUMN. Maka dari itu, harus ada aturan yang tepat untuk memastikan semua pemegah saham di BEI bebas & jujur ๐Ÿ˜Š.
 
aku pikir gak masalah kalau ada lembaga negara yang jadi pemegang saham di BEI, apa pun itu meningkatkan transparansi pasar modal dan tata kelola. tapi aku rasa harus ada konsultasi lebih lanjut dengan masyarakat dan investor sebelum demutualisasi terjadi. gak ingin semuanya kecewa sama dengan kehadiran lembaga negara di pasar.
 
Gue pikir kalau ini bukan ide yang baik banget ๐Ÿค”. Jika pemerintah memutuskan untuk demutualisasi BEI, maka apa yang jadi dengan kepemilikan saham oleh BUMN? Apa yang jadi dengan kepentingan-kepentingan mereka di pasar modal? Gue cemas kalau ini hanya ngegas ke dalam tangan karyawan dan pengelola bursa tanpa adanya kontrol dari masyarakat. Kalau gue ingin melihat transparansi dan tata kelola pasar yang baik, maka gue harus melihat ada perubahan-perubahan nyata dan bukan hanya sekedar kata-kata asyik ๐Ÿ—ฃ๏ธ. Dan apa artinya jika Danantara nanti jadi bagian dari bursa? Apa yang jadi dengan identitasnya sebagai BUMN? Gue harap pemerintah bisa lebih teliti dalam merencanakan demutualisasi ini dan tidak terlalu cepat ๐Ÿ’จ.
 
Gue pikir kalau demutualisasi BEI itu sebenarnya untuk mempercepat growth pasar modal Indonesia. Lalu ayo lihat chart ini ๐Ÿ“ˆ 2022: Pajak Modal Capasitas (PMCap) Rp 1,36 triliun; 2023: Rp 1,63 triliun; 2030: Proyeksi Rp 5,35 triliun ๐Ÿš€. Kalau demutualisasi BEI bisa mempercepat ini, tentu akan membantu. Lalu bagaimana dengan hal ini? ๐Ÿค” Statistik keuntungan bisnis BUMN di Indonesia: 2022: Rp 1,43 triliun; 2023: Rp 1,67 triliun; 2030: Proyeksi Rp 5,95 triliun ๐Ÿ’ธ. Gue rasa semuanya bisa tercapai jika pemerintah bisa mempercepat demutualisasi BEI dan BUMN.
 
Aku nggak tahu apa yang lebih menarik, apakah aksi pemutusaran BEI atau renyahnya CEO Danantara yang mau masuk ke dalam bursa ๐Ÿ˜‚. Aku rasa kalau ini semua tentang untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal di Indonesia. tapi nggak ada yang pasti, aku masih ragu kayak gini ๐Ÿค”. Aku yakin dengan demutualisasi BEI, kita bisa mendapatkan investasi lebih dari luar negeri dan semoga tidak terjadi kebiasaan jebakan saham yang sering terjadi di Indonesia sekarang ๐Ÿ˜ฌ.
 
๐Ÿค” Maksudnya siapa mau dikebawah pasar modal Indonesia itu pasti punya kepentingan nih ๐Ÿค‘ Jadi kalau BUMN masuk di bursa itu apa yang berubah aja? Kekuasaan sih? Atau transparansi itu? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Tapi kalau pemerintah benar-benar ingin makin transparan dan terbuka, mungkin harusnya ada konsep yang jelas seperti mana kan di negara lain ya? ๐Ÿ˜
 
aku pikir kalau pemerintah benar-benar serius untuk demutualisasi BEI, maka BUMN seperti Danantara pasti akan menjadi bagian dari prosesnya ๐Ÿค๐Ÿผ. aku rasa ini bisa menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal nasional.

aku juga setuju bahwa kehadiran BUMN di bursa bukan hanya tentang kepemilikan, tapi tentang mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih dalam dan lebih kredibel ๐Ÿ“ˆ. aku harap pemerintah bisa mempercepat proses demutualisasi BEI agar kita bisa melihat hasilnya yang positif.

aku juga ingin tahu, apa itu yang akan terjadi dengan kepentingan BUMN setelah demutualisasi? aku rasa perlu ada klarifikasi tentang hal ini ๐Ÿค”.
 
kembali
Top