Berkembangnya situasi unjuk rasa di Iran membuat WNI tetap berada di negara tersebut. Meskipun gelombang kekerasan semakin memanas, Kemlu menetapkan bahwa warga tidak perlu dievakuasi secara mendadak. Sebaliknya, pihak berwenang terus mempersiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi eskalasi situasi keamanan.
WNI di Iran sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa yang berstatus sebagai penghuni di beberapa kota utama seperti Qom. Menurut komunikasi KBRI Tehran dengan para WNI, tidak ada gangguan keamanan signifikan di wilayah-wilayah tersebut.
Para warga tetap diminta untuk meningkatkan kesadaran dan memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi. Pihak berwenang juga menyarankan agar mereka menghindari lokasi-lokasi yang dekat dengan pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran.
Jika ada rencana perjalanan ke Iran, pihak berwenang menyarankan agar diundurkan perjalanan hingga situasi dan kondisi keamanan dinyatakan tidak kondusif. Kondisi tersebut saat ini memang semakin memanas dengan total korban meninggal dunia mencapai 648 demonstran dan 109 aparat.
WNI di Iran sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa yang berstatus sebagai penghuni di beberapa kota utama seperti Qom. Menurut komunikasi KBRI Tehran dengan para WNI, tidak ada gangguan keamanan signifikan di wilayah-wilayah tersebut.
Para warga tetap diminta untuk meningkatkan kesadaran dan memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi. Pihak berwenang juga menyarankan agar mereka menghindari lokasi-lokasi yang dekat dengan pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran.
Jika ada rencana perjalanan ke Iran, pihak berwenang menyarankan agar diundurkan perjalanan hingga situasi dan kondisi keamanan dinyatakan tidak kondusif. Kondisi tersebut saat ini memang semakin memanas dengan total korban meninggal dunia mencapai 648 demonstran dan 109 aparat.