Singapura mengambil langkah besar dalam perjuangannya untuk meningkatkan daya saing global dengan menginvestasikan Rp13,1 triliun hingga 2030 untuk riset AI. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kapabilitas nasional dan meningkatkan kemampuan teknologi canggih tersebut.
Menurut Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, dana yang akan digunakan akan difokuskan pada pengembangan AI yang bertanggung jawab dan hemat sumber daya. Selain itu, investasi juga diarahkan untuk pengembangan talenta AI mulai dari tingkat pra-universitas hingga fakultas.
Pemerintah Singapura juga menetapkan tujuan untuk meningkatkan kemampuan adopsi dan penerapan AI oleh sektor industri. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rangkaian investasi pemerintah Singapura di bidang AI dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Singapura telah menyiapkan dana besar untuk mengamankan sumber daya komputasi berkinerja tinggi sebagai infrastruktur inovasi AI di sektor publik dan swasta. Selain itu, juga ada program nasional AI Singapore yang telah dialokasikan lebih dari S$500 juta untuk riset dan pengembangan AI.
Peneliti AI Singapore juga telah merilis model bahasa besar sumber terbuka bernama Sea-Lion dengan pendanaan S$70 juta. Model ini telah diadopsi sejumlah perusahaan, termasuk GoTo asal Indonesia, dan versi terbarunya dirilis pada Oktober 2025 dengan peningkatan kemampuan berbagai bahasa Asia Tenggara.
Dengan langkah ini, Singapura berharap dapat meningkatkan kemampuan teknologi canggih AI dan memperkuat posisinya di pasar global.
Menurut Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, dana yang akan digunakan akan difokuskan pada pengembangan AI yang bertanggung jawab dan hemat sumber daya. Selain itu, investasi juga diarahkan untuk pengembangan talenta AI mulai dari tingkat pra-universitas hingga fakultas.
Pemerintah Singapura juga menetapkan tujuan untuk meningkatkan kemampuan adopsi dan penerapan AI oleh sektor industri. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rangkaian investasi pemerintah Singapura di bidang AI dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Singapura telah menyiapkan dana besar untuk mengamankan sumber daya komputasi berkinerja tinggi sebagai infrastruktur inovasi AI di sektor publik dan swasta. Selain itu, juga ada program nasional AI Singapore yang telah dialokasikan lebih dari S$500 juta untuk riset dan pengembangan AI.
Peneliti AI Singapore juga telah merilis model bahasa besar sumber terbuka bernama Sea-Lion dengan pendanaan S$70 juta. Model ini telah diadopsi sejumlah perusahaan, termasuk GoTo asal Indonesia, dan versi terbarunya dirilis pada Oktober 2025 dengan peningkatan kemampuan berbagai bahasa Asia Tenggara.
Dengan langkah ini, Singapura berharap dapat meningkatkan kemampuan teknologi canggih AI dan memperkuat posisinya di pasar global.