Defisit APBN Nyaris 3%, Purbaya: Kalau 0% Ekonomi Morat-marit

Pemerintah Indonesia saat ini menghadapi defisit sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang melebar hingga 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Defisit ini diperkirakan mencapai Rp695,1 triliun dan lebih tinggi dibandingkan dengan defisit yang ditetapkan dalam Outlook Laporan Semester (Lapsem) sebesar Rp662 triliun.

Bertanggung jawab atas defisit tersebut, Purbaya menyatakan bahwa pemerintah masih memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan negara dengan bijak. Ia menekankan bahwa defisit sementara ini tidak akan membawa dampak signifikan bagi ekonomi Indonesia.

“Kalau saya buat nol defisitnya juga bisa, tapi ekonominya morat-marit. Jadi, ini adalah kepiawaian teman-teman Kementerian Keuangan untuk memastikan ekonominya bisa bertumbuh terus, tanpa mengorbankan sisi kehati-hatian dari fiskal,” kata Purbaya saat menyampaikan jawabannya di Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026.

Pemerintah juga telah menetapkan standar yang masih sangat ketat dalam mengelola defisit, yaitu tidak melampaui batas 3 persen dari PDB. Standar ini diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan negara dan mencegah efek ekonomi morat-marit.

Purbaya juga menyatakan bahwa pelebaran defisit terjadi karena realisasi belanja negara yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara. Kondisi ini tidak terlepas dari pelambatan ekonomi nasional sepanjang tahun lalu akibat tekanan global.

Untuk menjaga APBN tetap berada dalam koridor yang aman, pemerintah menerapkan prinsip belanja adaptif dengan menggelontorkan berbagai stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, defisit fiskal pada tahun mendatang dapat ditekan ke level yang lebih rendah.

“Dengan dampak pertumbuhan ekonomi ke masyarakat yang lebih besar dibanding tahun lalu. Tahun ini kan … tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonominya 5-4 persen, tapi kita akan coba tekan ke level yang lebih tinggi lagi,” kata Purbaya saat penutupan Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026.
 
Makasih bro 🙏. Saya rasa ini defisit sementara kan? Artinya masih ada margin kita untuk mengurangi defisit di masa depan, jadi tidak usah khawatir terlalu berlebihan. Kalau saya pandang dari perspektif ekonomi, saya pikir itu still okay 🤔. Defisit sementara ini bisa jadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kan? Dan kalau kita bisa mengeksploitasi kelebihan ekonomi kita, maka defisit di masa depan bisa dikurangi 💪. Tapi, kita juga harus waspada dengan efek dari pelambatan ekonomi nasional lalu, bro 🤝.
 
apa maksud defisit sementara itu? aku pikir harus lebih rendah dari tahun lalu, tapi aku masih tidak mengerti bagaimana cara kerjanya... 🤔 apakah kita harus mengurangi belanja? atau caranya gak bisa aku fiksinya... dan apa itu fiskal sih?
 
aku pikir defisit sementara ini gampang untuk diatasi, karna kita ucapkan kalau kita akan tekan ke level yang lebih rendah di tahun mendatang, tapi aku ragu nih, apa kalau kita tidak bisa? dan bagaimana caranya kita bisa mengelola keuangan negara jika kita harus memilih antara morat-marit dan pertumbuhan ekonomi? 🤔

maka dari itu, pemerintah harus lebih teliti dalam membuat kebijakan fiskal, jangan hanya nanti aja cari solusi, tapi harus memiliki rencana yang matang sejak awal. dan juga, kita harus memiliki kemampuan untuk menerima realitas, bahwa ekonomi kita tidak bisa selalu berkelana, tapi ada batas-batas tertentu yang kita harus pegang rapat 🙅‍♂️
 
Kasihan banget defisit negara ini 😔. Tapi pemerintah udah bikin rencana untuk mengelolanya, jadi tidak usah khawatir. Kalau saya nyanggah 2 tahun lagi, masih ada yang bisa ditaburkan untuk investasi dan itu juga akan membuat ekonomi lebih stabil 🤞.
 
Maksudnya kalau defisit yang tebus Rp695,1 triliun itu bagus-bagus aja 🤔. Jangan ngerasa takut aja, karena pemerintah sudah punya strategi untuk mengelolanya. Tapi, sepertinya masih terlalu banyak uang yang diboroskan nih 😅. Kalau memang benar seperti itu, maka biaya pajak orang-orang akan makin tinggi aja 🤑. Sementara itu, kalau kita nggak fokus pada mengelola keuangan dengan bijak, maka efeknya bisa besar-besaran ya 😳.
 
aku pikir ini semua rencana yang sudah ditetapkan oleh menteri, tapi aku masih ragu-ragu apa benar-benar mereka bisa mengelola keuangan negara dengan bijak? kalau kita lihat dari angka saja, Rp 695 triliun itu sudah sangat banyak. aku rasa ini seperti rencana yang sudah terlalu komplis dan tidak akan segera memenuhi harapan mereka. dan apa artinya dengan kata-kata Purbaya tentang "piawaian teman-teman Kementerian Keuangan" ini? apakah itu ada sesuatu yang tersembunyi di balik perkataannya? aku masih ragu-ragu... 😐
 
Mungkin pemerintah Indonesia harus revisi strategi ekonominya 🤔. Defisit sementara yang melebar hingga 2,92 persen terhadap PDB itu bukanlah hal biasa, dan mungkin perlu dipertimbangkan kembali bagaimana caranya mengelola keuangan negara dengan lebih bijak 💸. Ya, pemerintah masih memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan negara dengan baik, tapi mungkin perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam tentang penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya 📊.

Pernahkah kita membayangkan bagaimana ekonominya Indonesia jika tidak ada defisit sama sekali? Mungkin akan menjadi situasi yang sangat baik 🤞. Tapi mungkin itu hanya spekulasi, dan perlu dilakukan analisis yang lebih objektif untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi 📈.

Saya harap pemerintah Indonesia dapat melakukan perubahan yang tepat dan bijak untuk mengelola keuangan negara dengan lebih baik 💪.
 
🤔 Defisit sementara ini memang bisa jadi karena pelambatan ekonomi nasional sepanjang tahun lalu 📉. Tapi, apa yang penting adalah pemerintah masih memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan negara dengan bijak 💸. Maka dari itu, saya rasa defisit ini tidak perlu khawatir 😐.

📊 Angka-angka ini sebenarnya bukanlah prioritas utama, tapi lebih kepada stabilitas keuangan negara 🙏. Jadi, pemerintah harus terus berusaha untuk mengelola defisit dengan bijak dan tidak melampaui batas 3 persen dari PDB 🚫.

💡 Mungkin saja pemerintah juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti efek global 🌎 dan tekanan ekonomi yang sebenarnya membuat pelambatan ekonomi nasional ini 🤷‍♂️.
 
gabung aja di sini, aku pikir 2,92 persen itu lumayan besar nih, kalau tidak benar-benar ada masalahnya siapa tahu apa ini akan mencairkan utang negara. tapi saya rasa pemerintah udah berusaha keras, aku yakin mereka ingin mengelola keuangan dengan bijak. tapi aku pikir mereka harus lebih teliti lagi, misalnya meringkas belanja negara dan memprediksi pendapatan yang benar-benar, jadi defisit tidak terlalu melebar seperti sekarang. 🤑
 
Mau ngobrol tentang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nih 🤔? Sepertinya pemerintah masih bisa mengelola keuangan negara dengan bijak, meskipun ada defisit sementara yang cukup besar. Kalau saya rasa tidak apa-apa, karena tidak ada dampak signifikan bagi ekonomi Indonesia 🙌. Yang penting adalah pemerintah tetap fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan berbagai stimulus 💸. Tapi kalau harus ngobrol tentang kehati-hatian dari fiskal, saya rasa pemerintah sudah cukup bijak dalam mengelola defisitnya 📊. Yang perlu diingat adalah tidak ada solusi yang sempurna, jadi kita harus terus berinovasi dan menyesuaikan strategi keuangan negara dengan kondisi ekonomi yang berubah 💪.
 
aku suka banget format APBN 2025 📈. kalau mau ngebawak defisit itu, tapi ada 3% PDB sih. aku bayangin jika ada tabel sederhana dengan data defisit dan PDB yang bisa dilihat dengan jelas 🗂️. misalnya:

| Tahun | Defisit (Rp Triliun) | PDB (Rp Triliun) |
| --- | --- | --- |
| 2025 | 695.1 | 23.850 |

bisa jadi, kalau kita nyesuaikan data itu dengan grafik atau chart yang lebih menarik 📊. apa kalau ada tabel kecil di samping grafik untuk menjelaskan persentase dan angka-angkanya? itu juga akan lebih mudah dipahami 😊
 
Kisah pemerintah Indonesia menghadapi defisit sementara ini, seperti apa yang terjadi di dalam pikiranku... Defisit sementara ini bukanlah akhir dari dunia, tapi lebih seperti hambatan yang harus diatasi. Pemerintah masih memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan negara dengan bijak, jadi kita tidak perlu khawatir.

Kalau kita bisa belajar dari kesalahan ini, maka kita akan menjadi lebih cerdas dalam menghadapi kesulitan-kesulitan di masa depan. Kita harus ingat bahwa pengelolaan keuangan negara bukanlah hal yang mudah, tapi itu juga tidak berarti kita tidak bisa melakukan hal-halo positif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Maka dari itu, saya ingin mengajak kawan-kawan untuk selalu menjadi optimis dan terbuka terhadap kesempatan-kesempatan baru. Jangan takut untuk mencoba hal-hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya, karena itu adalah jalan menuju kesuksesan! 🤔💡
 
Mau banget sih ngapain? Defisit yang besar itu buat bagaimana caranya aja pemerintah bisa mengelolannya? Mungkin karena ada ketergantungan terhadap stimulus ekonomi yang banyak, sehingga defisit sementara ini menjadi lebih besar dari yang diharapkan. Dan pemberian standar yang ketat tentang batas 3 persen dari PDB itu buat apa sih? Jadi jalan keluarnya aja cenderung morat-marit, kan?
 
Lagi-lagi apa yang bikin pemerintah Indonesia ini? Defisit sementara hingga Rp695 triliun, walaupun dijanjikan tidak akan membawa dampak signifikan bagi ekonomi kita 😕. Kalau benar-benar demikian, mengapa lagi ada biaya yang harus ditambahkan? Mungkin karena semua biaya yang dikeluarkan untuk proyek-proyek besar dan pembangunan infrastruktur ini, kayaknya tidak perlu dipertimbangkan, kan? 🤔

Pembangunan infrastruktur memang penting, tapi bagaimana caranya kita bisa memiliki dana yang cukup untuk hal itu? Mungkin perlu ada penyesuaian dalam anggaran pendapatan dan belanja negara, agar tidak terlalu melebar seperti sekarang 📈. Dan apa dengan standar 3 persen dari PDB? Apakah ini benar-benar cukup untuk menjaga stabilitas keuangan kita? 🤷‍♂️
 
Mengangkat isu ini, kan sepertinya kabinet ini malah memilih untuk mengorbankan pembayaran utang negara saat ini demi pertumbuhan ekonomi. Tapi, siapa yang bilang itu tidak bisa? 🤔 Apalagi kalau kita lihat, defisit ini masih dalam batas yang sangat ketat. Saya rasa, kalau kita ingin benar-benar mengoptimalkan APBN 2025, maka pemerintah harus lebih bijak dalam mengelola keuangan negara. Misalnya, memotong birokrasi, meningkatkan produksi dan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan dana yang ada. Saya rasa itu semua bisa dilakukan tanpa harus melampaui batas defisit yang sudah ditetapkan. 📈
 
Defisit Rp695,1 triliun itu tidak terlalu besar kan? Mungkin boleh dianggap sebagai defisit yang wajar untuk tahun ini 🤔. Saya pikir pemerintah sudah melakukan yang terbaik dengan menetapkan standar yang ketat dan menerapkan prinsip belanja adaptif. Kalau ekonomi kita terus tumbuh, maka defisit itu tidak akan menjadi masalah besar.
 
Defisit sementara itu bagus sekali ! Tapi apa yang bikin kejutan ya, defisit sementara jadi 2,92 persen, kayak belanja rumahan malah bisa lebih banyak daripada ini . Kalau saya nonton konser Joss Stone, lagii kagum. Tapi serius, kalau kita lihat realitasnya defisit di Indonesia ini, siapa yang sambut gembira kalau pemerintah harus mengeluarkan uang banyak ? Masih banyak masalah ekonomi lainnya yang belum teratasi, seperti kebijakan pajak yang tidak adil, pengelolaan kredit yang buruk, dan lain-lain. Kita harus fokus bukan hanya pada defisit sementara, tapi juga solusi untuk mencegah defisit ini terjadi lagi di masa depan 💸📊
 
kembali
Top