Pemerintah Indonesia masih memiliki defisit sementara APBN 2025 hingga sekitar 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meski lebih tinggi dibandingkan defisit yang ditetapkan dalam Laporan Semester. Menteri Keuangan Purbaya mengatakan bahwa apabila ia ingin membuat nol persen defisitnya, tetapi itu akan berisiko membuat perekonomian Indonesia "morat-marit" atau porak-poranda.
Ia memilih untuk tidak menurunkan anggaran belanja pemerintah pusat sehingga membuat defisit sementara APBN 2025. Namun, Purbaya juga ingin menjaga agar defisit tidak melampaui batas 3 persen dari PDB sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Pelebaran defisit ini terjadi karena realisasi belanja negara yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara. Kondisi tersebut tidak dapat terlepas dari pelambatan ekonomi nasional sepanjang tahun lalu akibat tekanan global.
Untuk menjaga APBN tetap berada dalam koridor yang aman, pemerintah menerapkan prinsip belanja adaptif dengan menggelontorkan berbagai stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Purbaya mengatakan bahwa ini dilakukan untuk menyejahterakan rakyat dan capaian program prioritas serta tata kelola yang terjaga.
Seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional, Purbaya optimistis defisit fiskal pada tahun mendatang dapat ditekan ke level yang lebih rendah.
Ia memilih untuk tidak menurunkan anggaran belanja pemerintah pusat sehingga membuat defisit sementara APBN 2025. Namun, Purbaya juga ingin menjaga agar defisit tidak melampaui batas 3 persen dari PDB sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Pelebaran defisit ini terjadi karena realisasi belanja negara yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara. Kondisi tersebut tidak dapat terlepas dari pelambatan ekonomi nasional sepanjang tahun lalu akibat tekanan global.
Untuk menjaga APBN tetap berada dalam koridor yang aman, pemerintah menerapkan prinsip belanja adaptif dengan menggelontorkan berbagai stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Purbaya mengatakan bahwa ini dilakukan untuk menyejahterakan rakyat dan capaian program prioritas serta tata kelola yang terjaga.
Seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional, Purbaya optimistis defisit fiskal pada tahun mendatang dapat ditekan ke level yang lebih rendah.