Dedi Mulyadi Minta Perusahaan Utamakan Rekrut Warga Sekitar

Perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Jawa Barat, khususnya di Jabar, diminta perekrut pekerja dari warga sekitarnya. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan ini dalam kesempatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Deli Indonesia Office Technology tentang Kerja Sama Percepatan Pelaksanaan Pembangunan di SMKN 1 Karawang, Rabu, 28 Januari 2026.
 
Hehe, aku pikir ini gini aja, kalau kampus-kampus nongkrong sama perusahaan-perusahaan yang lama banget ngambil orang-orang lokal buat kerja di kantor pula. Kalau apa salahnya? Aku rasa ini bisa memberi kesempatan bagus buat warga lokal, tapi aku khawatir kalau mereka bakal terlalu lelah dan nggak bisa fokus banget. Aku juga pikir perlu ada konsultasi yang lebih luas dulu, tentang apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dan apa yang bisa ditawarkan oleh warga lokal. Aku rasa ini penting agar kita tidak salah paham dan nggak hanya ngambil orang-orang tanpa perhatian...
 
Gampang aja banget, pemerintah Jawa Barat ngerencanakan pembangunan di SMKN 1 Karawang, tapi apa keberuntungannya bagi masyarakat setempat? Apa kalau pekerja dari sekitar itu tidak punya keinginan untuk bekerja di sana? Gubernur Dedi Mulyadi bilang wanna kecepatan pembangunan, tapi aku rasa gini yang penting adalah bagaimana pembangunan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
Dulu kalau mau cari pekerja di pabrik kayaknya harus jalan-jalan ke pasar atau media sosial siapa yang terdaftar. Tapi sekarang ini sudah ada MoU seperti itu. Gubernur Jabar bilang ingin tempe pekerja set lokal untuk kerja sama, tapi benar-benar bagus ya? Mereka punya rencana pembangunan di SMKN 1 Karawang, tapi siapa tahu apa punya rencana nyata? Semoga semua itu jalan dengan lancar dan pekerja set lokal mendapatkan keuntungan.
 
Makasih informasinya nih, tapi apa benar-benarnya perusahaan-perusahaan di Jabar membutuhkan pekerja dari warga lokal? Beli-beli kesepakatan MoU itu kayak gini, tapi kualitas kerja sama itu nggak ada tujuan apa sih? Apakah mereka benar-benar peduli dengan masalah pekerja lokal atau hanya ingin menutupi masalah kontrak yang terlalu panjang?

Kita harus lihat lebih dekat ke dalam MoU itu, bukannya cuma sekadar membaca headline. Dimana data dan data yang membuktikan bahwa pekerja lokal benar-benar membutuhkan kerja sama seperti ini? Apakah ada wadah yang bisa kita gunakan untuk memeriksa kinerja perusahaan dan apakah mereka benar-benar memenuhi promosi yang disepakati?
 
Gue pikir itu gak masuk akal banget sih kalau pemerintah ingin membuat sistem kerja yang lebih cepat dan efisien, tapi apa lagi buat pekerja? Mereka harus mau bekerja panjang hari tanpa liburan, tanpa cuti, tanpa hak apa pun! Gue rasa itu tidak adil banget sih. Kamu ingin membuat pembangunan yang lebih baik, tapi bagaimana kalau kamu tidak berikan keuntungan untuk pekerja? Kaya seperti ini: kamu mau bekerja keras selama 12 jam sehari, tapi kamu tidak memberi gaji yang sesuai dengan apa yang kamu lakukan. Gue pikir itu tidak adil dan tidak masuk akal!
 
Maksudnya kalau kaya kaya sih aksi ini, kalau pemerintah dan perusahaan bisa bekerja sama dengan warga sekitar, itu bukannya hal yang sangat positif kan? Mereka bisa mendapatkan pekerja yang setia dan orang-orang di desa bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Saya rasa ini juga bisa membantu meringankan beban ketergantungan pada perusahaan, kalau mereka bisa mempekerjakan warga setempat aja.
 
Bisa dibilang ini masuk akal banget, pemerintah setempat harusnya sudah tahu kalau investor kebanyakan membutuhkan tenaga kerja lokal untuk proyek-proyek besar nih... Kita bisa lihat dari semua proyek yang sedang berjalan di Jawa Barat, tentu saja ada banyak warga sekitar yang tergantung pada gaji mereka untuk menghidupi keluarga.

Sayangnya, kadang ari pemerintah provinsi di sini harus menyesuaikan dengan kebutuhan investor kalau mau proyek bisa berjalan lancar... Kalau tidak, mungkin saja investor punya alasan untuk mencari tempat lain untuk membangun proyek mereka.

Pekerja local pasti akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan hidup lebih stabil... Tapi, kita juga harus berharap ada aturan yang jelas kalau warga setempat ingin bekerja di proyek-proyek besar nih... Kita tidak bisa membiarkan semua hal terjadi sembari-nama.
 
Luar aja sih, kenapa pemerintah Jawa Barat harus serius2 aja meminta warga sekitar untuk bekerja di proyek-proyek pembangunan? Apalagi kalau gajinya tidak terlalu menjanjikan... 🤔

Aku pikir ini bisa jadi karena pemerintah juga ingin meredakan beban ekonomi masyarakat sekitar yang sering2 mengeluh soal ketidakstabilan penghasilan. Tapi aku rasa perlu diingat, kalau pekerja harus dipilih dari warga sekitar, maka harus ada jaminan bahwa gaji yang diterimanya tidak akan terlalu rendah dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya... 💸

Aku juga khawatir apalagi jika beban pekerjaannya bukan hanya pekerjaan sementara tapi juga pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari, seperti kerja lembur yang sering2 terjadi di proyek-proyek pembangunan. Aku rasa perlu ada aturan yang jelas mengenai ini agar pekerja tidak terkena dampak negatif... 😒
 
Makin serius deh kalau pemerintah mau mencari pekerja dari warga sekitar, giliran kalian yang ngerjain! 🤔
Aku pikir ini bagus banget, supaya lokal bisa menikmati hasil proyeknya. Misalnya, ada kontrak untuk membangun jalan, orang-orang setempat bisa bekerja di sana dan mendapatkan uang.
Aku juga senang melihat pemerintah berusaha meningkatkan ekonomi daerah. Kalau bisa, aku ingin lihat proyek-proyek seperti ini di wilayahku. Mungkin kalau ada kesempatan aku bisa membantu membuat rencana proyeknya. 😊
Tapi, aku harap pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan pekerja. Pasti mereka punya keluarga dan hutang untuk dibayar. 🤝
 
Jadi nggak tahu bagaimana cara ngerasain kalau perusahaan-perusahaan itu membutuhkan pekerja setempat? Mungkin karena melayani kebutuhan lokal, jadi mereka memilih warga sekitar cari tenaga kerja. Saya pikir ini bukan mainan, tapi cara yang positif pula. Jadi perusahaan mau menggunakan masyarakat lokal bukan asing itu, semestinya hal ini menjadi contoh bagus!
 
Menginvestasikan di Jabar, bukan hanya tentang ekonomi atau keuntungan, tapi juga tentang keterlibatan masyarakat. Apakah pekerja yang diperekrut adalah orang lokal yang benar-benar mendukung proyek tersebut? Ataukah mereka hanya untuk harga jual yang rendah dan tidak peduli dengan masa depan mereka? Membuat kerja sama lebih baik lagi jika ada upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal, seperti di SMKN 1 Karawang. Jika sudah, maka investasi Jabar bukan hanya tentang keuntungan, tapi juga tentang pengembangan komunitas yang sehat. 🤔💼
 
Makasih kalau ada yang ngerasa kurangnya akses pekerja di daerah, tapi seringkali perusahaan-perusahaan itu jadi kakek dan nenek, ngajak warga ke daerah lain untuk bekerja 🤦‍♂️. Aku rasa pemerintah Provinsi Jawa Barat harus lebih teliti dalam hal ini, kan? Mereka harus pastikan bahwa pekerja yang mereka rekrut itu tidak kehilangan hak-haknya sebagai warga.

Aku nggak tahu apa yang sebenarnya tujuannya dari MoU tersebut, tapi aku rasa penting untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat benar-benar memiliki manfaat dari kerja sama tersebut 🤝. Jangan sampai perusahaan-perusahaan itu jadi 'buron' dan warga-warganya menjadi korbannya 😬. Aku harap pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa membuat kebijakan yang lebih baik di masa depan, ya!
 
🤔 kalau pemerintah bisa buat keterlibatan masyarakat lokal lebih banyak dalam proyek pembangunan ya, tapi sekarang masih banyak yang terus menggunakan tenaga migrant dari luar daerah. aku pikir penting banget untuk ada kebijakan yang jelas agar kita tidak sampai terjebak dengan masalah migran yang ngeliat.

sepertinya pemerintah Jawa Barat sudah mulai menyadari hal ini, tapi masih banyak yang perlu diperbaiki. aku harap bisa melihat kebijakan yang lebih baik dalam penggunaan tenaga lokal dan mendorong investasi yang sehat bagi ekonomi daerah kita.

mungkin pemerintah bisa menyiapkan program pelatihan dan pendidikan yang memadai agar warga lokal bisa jadi pekerja yang kompeten. nanti biaya keamanan dan sosial akan berkurang 🤑
 
kira-kira apa yang dibicarakan nih? kalau gue baca teksnya itu, ternyata ada perusahaan-perusahaan yang mau bikin kerja sama dengan penduduk sekitar untuk di Jabar. waktunya kita harus berpikir tentang hal ini. apakah mereka benar-benar peduli dengan kesejahteraan masyarakat sekitar atau hanya ingin memperluas wilayah bisnis mereka? kalau gue berani bilang, mungkin ada campur aduk ya. di sisi lain, saya pikir ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk warga sekitar yang mau belajar dan bekerja di bidang teknologi. tapi harus diperhatikan agar tidak terjadi eksploitasi atau pekerjaan anak-anak di luar jaringan formal.
 
Gampang aja deh kalau kita buat kerja sama antara perusahaan dan masyarakat lokal ya! Mereka bisa mendapatkan pekerja yang terampil sambil perusahaan juga bisa mendapatkan tenaga kerja yang terpercaya. Nanti punya keuntungan berdua aja. Belum lagi pemerintah bisa memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan itu dijalankan dengan baik, jadi warga lokal bisa merasa puas dan memiliki lapangan pekerjaan yang stabil. Saya rasa ini adalah contoh yang bagus dari cara kerja sama yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
 
Gue pikir ini cara yang baik banget buat pemerintah Jawa Barat. Mereka harus mendukung para warga sekitar agar mereka bisa memiliki pekerjaan yang stabil dan bisa membantu keluarga mereka 🤝. Bayangin aja, ada banyak orang di Jabar yang masih belum punya pekerjaan stable, jadi ini sangat berguna buat masyarakat mereka 💪. Gue harap pemerintah juga bisa memberikan pelatihan dan pendidikan agar warga sekitar bisa memiliki keterampilan yang lebih baik dan bisa berkontribusi di bidang ekonomi 📚💼.
 
Bisakah kabar ini dibuktikan? Ada bukti bahwa pekerja yang diperekrut itu warga sekitar atau tidak? Gubernur Jawa Barat bilang soal itu di MoU sama PT Deli Indonesia Office Technology, tapi aku masih penasaran. Apa itu nota kesepahaman ini, siapa yang nulisnya, dan bagaimana dia pastikan bahwa pekerja yang diperekrut itu benar-benar warga sekitar? Aku tidak percaya kalau semua perusahaan di Jabar memang memilih pekerja dari warga sekitarnya. Ada kemungkinan lain?
 
[Image of a factory worker with a thought bubble saying "Pekerjaan apa lagi yang aku cari?"](https://example.com/factory_worker.png)

[GIF: Pekerja mengangkat tangan dengan ekspresi senang](https://giphy.com/gifs/senang-angkat-tangan-mp4)

[GIF: Monyet mempelai dengan ekspresi kesal, lalu berlari ke kiri dan kanan](https://giphy.com/gifs/monkey-drama-kids-np8u2n_4)

[Peta Jawa Barat dengan lokasi SMKN 1 Karawang dihias dengan warna merah, menunjukkan perluhati pekerja yang senang bekerja di daerahnya sendiri](https://example.com/peta_jabar.png)
 
Kalau nanti ada pekerja dari daerah itu, pasti bakal sangat gampang kehilangan keterampilannya nih, terlalu banyak beban kerja kayak adegan di film Bolehkan atau 99 Cinta. Dan siapa tahu, mungkin mereka juga harus bekerja lelah sambil membantu teman-teman yang tidak punya nafsu kerja :D.
 
kembali
Top