heya bro , kalau ini ari Deddy Sitorus tapi aku rasa dia juga terlalu serius kayaknya. sih pihak PDI-P harus punya pendapat yang lebih jelas tentang hal ini. kalau aku pikir, kebanyakan partai di DPR memang sudah terlalu banyak dipengaruhi oleh oligarki dan itu membuat sistem demokrasi kita menjadi tidak baik . tapi aku rasa ada solusi, seperti perlu ada reformasi dalam sistem pilkada agar bisa mengurangi biaya dan praktik politik uang. kalau kita juga harus waspada terhadap kekuatan oligarki ini, karena jangan sampai mereka menguasai semua aspek kehidupan kita . aku berharap PDI-P bisa menjadi contoh yang baik dalam menangani isu ini dan tidak hanya ngomong-ngomong aja .
Kalau nggak benar-benar ada sistem pilkada langsung, tentu saja bisa mengurangi kekacauan di DPR. Sebenarnya sudah banyak yang mendukung pilkada langsung di Indonesia, tapi masih ada banyak yang tidak percaya dan berpikir bahwa itu akan membuat sistemnya lebih parah lagi . Yang penting adalah rakyat bisa memilih pemimpin secara langsung tanpa harus bergantung pada beberapa orang di DPR. Misalnya saja, sekarang kalau ada perubahan suku cadang mobil, siapa yang harus membayar? Kalau ada proyek konstruksi, siapa yang harus membayar? Semua itu harus ada rincian di dalam anggaran, tapi nah sih ada banyak orang yang mau membawa korban ke atas dan membiarkan partai-partai di DPR untuk menerimanya .
Maaf sih, saya sedang berdebat dengan diri sendiri. Saya pikir PDI-P benar-benar keberatan ini , tapi kalau lagi saking kenyataannya, ada kebenaran di balik ini... ya, tapi jangan terlalu serius kan?
Saya rasa deddy benar-benar ragu-ragu dengan cara ini. Siapa yang mau memilih pemimpin secara langsung? Sama-sama di kampanye sih, tapi bagaimana caranya?
Dan lagi, apa keberatan dari praktik ini itu? Jadi banyak sekali biaya untuk kampanye dan transport... tapi mungkin itu masalah kita yang tidak bisa seimbang dengan keinginan rakyat. Hmm, apa yang sebenarnya yang penting ya?