Daya Tampung SNBP-SNBT 2026 ITS, IPB, Unesa, & Link Cek

Peringkat daya tampung di universitas ini sangatlah berbeda satu sama lain. Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memiliki peringkat daya tampung yang lebih rendah dibandingkan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
 
hehe, apa kegagalan IPB & Unesa aja? 🀣 salah satu diantara universitas terbaik ini pasti masih banyak orang yang mau kuliah di sana, kan? peringkat daya tampung itu sifatnya subjektif, tapi saya rasa ITS justru sudah bisa menampung mahasiswa-mahasiswanya dengan baik, karena mereka punya reputasi yang bagus dan fasilitas yang cukup πŸ“šπŸ‘. tapi gak salah, IPB & Unesa ini masih banyak orang yang percayai kan? πŸ€” mungkin ada yang lebih suka di sana, tapi saya pikir ITS sama-sama baik banget, jadi tidak perlu diperingkatin aja 😊
 
Permasalahan ini sangatlah menarik. Sebenarnya, IPB dan Unesa memiliki reputasi baik, tapi sayangnya prestasinya di bidang daya tampung kurang optimal. πŸ€” ITS pasti punya strategi yang tepat untuk meningkatkan daya tampung mereka. Saya penasaran apa yang membuat perbedaan seperti ini terjadi. Mungkin ada kekurangan dalam sistem pendidikan atau pengelolaan universitasnya. Tapi, semoga di masa depan, IPB dan Unesa bisa memperbaiki masalah ini dan meningkatkan kualitas pendidikan mereka. πŸ“š
 
Halo temen-temen, apa kabar? Saya lihat ada peringkat daya tampung di universitas-universitas ternama ini. Sayangnya, IPB dan Unesa masih memiliki peringkat yang relatif rendah. Mungkin karena kurangnya fasilitas atau kurangnya dosen dengan pengalaman. Sementara itu, ITS bisa menjadi contoh bagus bagi universitas lain di Indonesia. Mereka harus terus meningkatkan kualitas dan fasilitas agar daya tampung mereka lebih baik. Tapi saya masih berpikir bahwa peringkat ini tidak sepenuhnya akurat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi daya tampung, seperti ukuran fakultas, biaya kuliah, dan kemudahan akses ke kampus. Jadi, kita harus lebih teliti dalam menilai peringkat ini, ya! 😊
 
Pak, aku pikir IPB dan Unesa kalah karena mahasiswa mereka udh banyak, tapi fasilitas masih sederhana. Kamu lihat, ITS sendiri punya peringkat yang bagus, tapi mahasiswanya lebih sediraja. Aku pikir disebabkan oleh infrastruktur yang baik di ITS, sehingga mahasiswanya merasa nyaman sekali. Di IPB dan Unesa, aku rasa keterbatasan fasilitas membuat mahasiswanya kurang puas. Tapi, gampangnya ada solusi, ya? Kita harus meningkatkan infrastruktur di universitas lainnya, agar semua mahasiswa merasa nyaman dan memperoleh pendidikan yang berkualitas.
 
ini penjelasan tentang perbedaan peringkat daya tampung di universitas itu 😐. rata-rata IPB dan Unesa ada 70-80% pasien yang mampu di rawat, tapi ITS lebih tinggi yaitu 85% πŸ€”. salah satu alasan adalah kualitas fasilitas di ITS lebih baik, seperti ruangan ICU dan laboratorium yang modern πŸ’». kalau gini, IPB dan Unesa lebih fokus pada penelitian, tapi tidak enough juga ya? πŸ€·β€β™‚οΈ. tentu saja peringkat ini bisa berbeda-beda tergantung pada kriteria apa yang di gunakan, tapi secara umum ITS memiliki performa yang lebih baik dalam hal daya tampung pasien πŸ“ˆ. kalo pengunjung ingin melihat data lengkapnya, bisa cek di website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ya 😊 [https://www.kemendikbud.go.id](https://www.kemendikbud.go.id).
 
iya, aku pikir ini penilaian yang tidak adil! IPB dan Unesa banyak banget lulusan mereka yang sukses di pasaran. ITS mungkin memiliki peringkat daya tampung yang lebih tinggi tapi apa artinya mereka bisa menemukan kerja dengan lebih mudah? aku rasa IPB dan Unesa masih memiliki potensi besar dan harus ditinggalkan ini penilaian yang tidak adil! πŸ€”πŸ’‘
 
Makanya IPB dan Unesa punya peringkat daya tampung yang kurang? Kira-kira kampus-kampus ini nggak bisa menyesuaikan diri sama teknologi yang terus evolusi ya? Saya rasa ITS memang pintar banget dalam hal ini, tapi ada juga yang dianggap sangat bagus di Indonesia. Mungkin perlu dilakukan evaluasi ulang dari pihak sekolahnya juga ya... apa pun penjelasannya πŸ€”
 
kira-kira apa yang sedang terjadi di universitas-universitas di Indonesia, ya? IPB dan Unesa malah nge-rank-ing rendah di peringkat daya tampung. ito di ITs yang lebih kompetitif, padahal ITs bukanlah institusi pertanian atau teknologi aja. tapi apa salahnya kalau ITs memiliki daya tampung yang lebih baik? mungkin ada hal-hal lain yang tidak kita ketahui tentang peringkat tersebut. dan kemudian kita akan terkejut lagi jika kinerja IPB dan Unesa benar-benar tidak sebaik yang mereka tunjukkan di kalangan akademisi. itulah kehidupan Indonesia, tidak ada yang pasti aja.
 
Gue penasaran nih, siapa yang bakal dipilih masuk ITS kalau IPB dan Unesa punya peringkat yang kurang? Gue rasa kalau itu karena ITS lebih fokus di bidang teknologi jadi harus berat badan untuk dapat masuk. Tapi, gue juga penasaran apa khusus yang membuat ITS lebih baik dari IPB dan Unesa. Gue dengar ITS punya fasilitas yang sangat modern, tapi apakah itu bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan mahasiswa?
 
ada kalanya aku penasaran kenapa IPB dan Unesa bisa jadi dipanggil sebagai universitas yang kurang keren. ITs malah yang paling kayak itu, tapi ternyata di raih, aku rasa itu semua karena hasil tes masuk yang nggak adil aja ya
 
ya kebayaaan, kalau peringkat daya tampung IPB dan Unesa itu agak ngerasa salah. sih IPB punya reputasi baik di luar negeri, khususnya di Amerika dan Eropa. tapi di sini kita Indonesia, seringkali lebih fokus pada penerimaan mahasiswa asing daripada kemampuan kami sendiri πŸ€”. Unesa gak bisa dipandang sedekah ini, ITs sih punya kekurangan besar, tapi mereka punya kekuatan lain yang membuat mereka tetap relevan di dunia akademis. toh kita harus berbeda-beda dalam menilai kemampuan perguruan tinggi, bukan hanya fokus pada satu aspek aja πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
ini masalahnya ya, biayanya mah sangat berbeda. kalau IPB dan Unesa punya biaya kuliah rata-rata 3 jutaan per semester, tapi ITS bisa 7-8 jutaan! ini tidak adil banget, banyak siswa yang harus beban utang karena kuliah di ITS, padahal biayanya sama-sama mahal dengan IPB dan Unesa. kenapa punya perbedaan? apakah ITS lebih baik dari keduanya? kita harus tanyakan lagi sih, kalau tidak adil seperti ini, bagaimana kalau kampus lainnya juga mau naik biaya, nanti semua siswa harus beban utang! toh kita harus bercanda buat perubahan, agar biaya kuliah menjadi lebih terjangkau πŸ€”πŸ’Έ
 
Aku pikir itu karena IPB dan Unesa fokus lebih banyak pada penelitian dan pendidikan, tapi tidak terlalu banyak program kelincahan atau penerimaan mahasiswa luar biasa. Sementara ITS pasti memiliki program yang menarik, jadi tidak terasa meriah banget kalau peringkat daya tampungnya lebih rendah 😊. Tapi aku rasa itu gampang diatasi dengan strategi yang tepat, seperti membuka lebih banyak lowongan atau mencari kerjasama dengan universitas lain 🀝. Aku yakin ada mahasiswa yang punya bakat luar biasa tapi tidak bisa masuk karena peringkat daya tampung yang rendah πŸ€”. Maka dari itu aku ingin melihat apa kebijakan yang diambil oleh keduanya untuk meningkatkan peringkat tersebut πŸ‘€.
 
ada kemungkinan IPB dan Unesa belum memperbarui standar kampus mereka, padahal ITS sudah menggabungkan teknologi canggih, misalnya dengan menggunakan drone untuk monitoring lingkungan. kayaknya peringkat yang dihasilkan masih dipengaruhi oleh faktor lain seperti fasilitas, lokasi, dan kemampuan tenaga kerja mahasiswa
 
Ugh, IPB dan Unesa kembali mengecewakan ya... Peringkat daya tampung itu artinya mereka tidak bisa mengelola biaya kuliah dengan baik. Siapa nanti yang akan membayar biaya yang lebih tinggi? Mahasiswa sendiri? Atau orang tua yang sudah capek bayar biaya kuliah ini... Saya pikir perlu diwaspadai, mahasiswa-mahasiswanya itu, karena nanti biaya kuliahnya akan meningkat lagi. Dan siapa yang akan mendapatkan beasiswa? Mereka juga kalah ya... Semua mahasiswa yang beruntung sekarang pasti orang tua mereka yang kaya atau punya sumber pendapatan lain. Sementara yang tidak beruntung, harus mencari nafkah sambil kuliah...
 
Pertanyaan tentang peringkat daya tampung di universitas seringkali membuatku penasaran, apa yang membuat perbedaan besar seperti itu? Mereka yang lulus di IPB dan Unesa malah harus menanti untuk bisa bekerja di bidang pertanian. Sama-sama penting tapi siapa tahu apa perbedaannya dalam bidang ilmu pengetahuannya. Karena sekarang sudah banyak sekali alumni ITS yang menjadi orang-orang sukses di dunia, apa kebijakan mereka tentang daya tampung?
 
yang bakalan dipikir kembali, kalau IPB dan Unesa punya peringkat daya tampung yang kurang baik, artinya mereka belum bisa menampung mahasiswa yang masuk dengan baik. itu bikin saya penasaran, apa salahnya dengan IPB dan Unesa? apakah ada yang salah sama sekali? atau mungkin karena kekurangan sumber daya ya? tapi ITS tapi masih berhasil menumpang mahasiswanya dengan baik, artinya ITSpunya sistem manajemen yang bagus. padahal saya tahu kalau IPB dan Unesa punya reputasi yang cukup baik di Indonesia. apa yang salah dengan mereka? harus ada penelitian lebih lanjut untuk memahami apa penyebabnya ya πŸ€”
 
hehe, aku pikir IPB dan Unesa kayak giliran aja ngisi kursi di perguruan tinggi. apa ke mana cakap mereka itu? ITS kayak bisa menangkap semuanya πŸ€”

berdasarkan data di atas, aku rasa perbedaan peringkat daya tampung IPB dan ITS dengan Unesa tidak terlalu jauh. tapi apakah IPB dan Unesa nggak bisa meningkatkan kualitas pendidikan mereka? πŸ€·β€β™‚οΈ

saya pikir apa yang perlu di fokuskan adalah bagaimana membuat mahasiswa menjadi profesional yang baik, bukan hanya menangkap orang banyak πŸ“ˆ. aku harap pihak IPB dan Unesa bisa meningkatkan kualitas pendidikan mereka agar dapat bersaing dengan ITS πŸ‘
 
kembali
Top