Dalam beberapa hari terakhir, Indonesia menghadapi bencana alam yang mematikan di berbagai wilayah Sumatra. Menurut data BNPB, Jawa Barat dan Aceh telah menjadi kawasan paling berdampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut.
Menurut kata Lasarus, ketua Komisi V DPR RI, jumlah korban jiwa dari bencana alam di Sumatra Utara dan Sumatera Barat mencapai 1.200 orang. Namun, ada juga yang hilang dan masih belum ditemukan. Jumlah ini sangat mengkhawatirkan dan membuat kita rasa sedih dengan keadaan tersebut.
Selain itu, dampak dari bencana alam tersebut juga sangat signifikan bagi infrastruktur transportasi di tiga wilayah tersebut. Ribuan ruas jalan dan ratusan jembatan ikut mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada awal 2026.
Dalam beberapa minggu, pemerintah menyatakan rencana pembangunan hunian tetap bagi korban yang rumahnya rusak berat. Namun, ada kesenjangan antara data kerusakan rumah dengan target pembangunan hunian tetap yang disiapkan oleh pemerintah.
Dalam hal ini, para korban harus sangat sabar dan tidak menyerah untuk mengharapkan bantuan dari pemerintah.
Menurut kata Lasarus, ketua Komisi V DPR RI, jumlah korban jiwa dari bencana alam di Sumatra Utara dan Sumatera Barat mencapai 1.200 orang. Namun, ada juga yang hilang dan masih belum ditemukan. Jumlah ini sangat mengkhawatirkan dan membuat kita rasa sedih dengan keadaan tersebut.
Selain itu, dampak dari bencana alam tersebut juga sangat signifikan bagi infrastruktur transportasi di tiga wilayah tersebut. Ribuan ruas jalan dan ratusan jembatan ikut mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada awal 2026.
Dalam beberapa minggu, pemerintah menyatakan rencana pembangunan hunian tetap bagi korban yang rumahnya rusak berat. Namun, ada kesenjangan antara data kerusakan rumah dengan target pembangunan hunian tetap yang disiapkan oleh pemerintah.
Dalam hal ini, para korban harus sangat sabar dan tidak menyerah untuk mengharapkan bantuan dari pemerintah.