Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan peringatan mengenai rawan kejahatan pencurian dengan kekerasan di malam hari. Berdasarkan data evaluasi kepolisian, mayoritas kasus curas terjadi menjelang tengah malam, yaitu antara pukul 21.00 sampai dengan 23.59.
Berdasarkan paparannya, Polri telah memberikan perhatian serius pada jenis kejahatan yang bersentuhan langsung dengan rasa aman publik, termasuk kasus-kasus curas yang meresahkan masyarakat. Selama periode tertentu, Polri menangani 5.395 kasus dan menyelesaikan 2.939 kasus, khususnya curas yang terjadi di jam-jam rawan.
Kapolri juga mengidentifikasi berbagai titik lokasi yang menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan, termasuk wilayah pemukiman, area publik, jalan umum, rumah, pertokoan, persawahan, tempat parkir, SPBU, dan lain-lain. Untuk menekan angka kriminalitas ini, Polri telah mengaktifkan berbagai program patroli pencegahan dan dialog langsung dengan warga.
Di tingkat kewilayahan, Polri juga mengandalkan peran anggota yang berada di garis depan untuk melakukan deteksi dini. Mereka melibatkan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif. Kapolri menegaskan bahwa keberadaan Polisi RW dan petugas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi kunci utama dalam mengatasi kasus curas.
Dengan demikian, Kapolri Listyo Sigit Prabowo berjanji untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap rawan kejahatan pencurian dengan kekerasan di malam hari dan menekan angka kriminalitas ini melalui berbagai program patroli pencegahan dan dialog langsung dengan warga.
Berdasarkan paparannya, Polri telah memberikan perhatian serius pada jenis kejahatan yang bersentuhan langsung dengan rasa aman publik, termasuk kasus-kasus curas yang meresahkan masyarakat. Selama periode tertentu, Polri menangani 5.395 kasus dan menyelesaikan 2.939 kasus, khususnya curas yang terjadi di jam-jam rawan.
Kapolri juga mengidentifikasi berbagai titik lokasi yang menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan, termasuk wilayah pemukiman, area publik, jalan umum, rumah, pertokoan, persawahan, tempat parkir, SPBU, dan lain-lain. Untuk menekan angka kriminalitas ini, Polri telah mengaktifkan berbagai program patroli pencegahan dan dialog langsung dengan warga.
Di tingkat kewilayahan, Polri juga mengandalkan peran anggota yang berada di garis depan untuk melakukan deteksi dini. Mereka melibatkan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif. Kapolri menegaskan bahwa keberadaan Polisi RW dan petugas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi kunci utama dalam mengatasi kasus curas.
Dengan demikian, Kapolri Listyo Sigit Prabowo berjanji untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap rawan kejahatan pencurian dengan kekerasan di malam hari dan menekan angka kriminalitas ini melalui berbagai program patroli pencegahan dan dialog langsung dengan warga.