Dasco: Fokus Dulu Tangani Bencana Sumatra, Pilkada Belum Dibahas

Kalau kita bicara tentang keinginan pihak partai politik di masa depan, tentunya semua sudah menyuarakan bagaimana nantinya. Nah, tapi kalau ditanya saat ini, marilah kita sama-sama fokus pada penanganan bencana dulu di Sumatra dan juga tidak berharap tapi ada potensi gunung meletus yang kemudian harus ditangani dengan baik.

Menurut Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat ini masih dalam periode reses jadi pembahasan atau tidak pembahasan itu belum di putuskan kapan dibahasnya. Karena kami masih reses, saya juga belum bisa jawab. Kalau menurut Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar, dia mengusulkan agar pilkada kembali dilaksanakan melalui DPRD. Dia menyatakan pelaksanaan pilkada melalui DPRD tetap dapat mewujudkan partisipasi publik dan kedaulatan rakyat.

Selain usulan pilkada tak langsung, Golkar juga mendorong perbaikan sistem proporsional terbuka dalam pemilu. Bahlil menilai perlu ada penyempurnaan teknis penyelenggaraan dan tata kelola sistem pemilu agar tercipta pemilu yang jujur dan adil.
 
Pikiran saya saat membaca berita ini adalah: bagaimana kita bisa fokus pada penanganan bencana di Sumatra yang belum terpenuhi prioritas dari pemerintah πŸŒͺ️. Kalau pilkada kembali dilaksanakan melalui DPRD, itu artinya rakyat Indonesia sudah siap untuk memilih calon kepala daerah mereka sendiri, tapi apa aspek teknis dan sistem pemilu di daerah sudah siap? πŸ€”. Saya penasaran apakah partai-partai politik benar-benar peduli dengan keinginan rakyat atau hanya ingin memanfaatkan peluang tersebut πŸ€‘.
 
kalo lihat kabar ini pasti kembali ke zaman soal pilkada, di masa lalu pilkada di jakarta selalu makin kecanggian banget, nggak pernah ada bocoran uang atau hal lain yang bikin kerusuhan. sekarang kayaknya semua udah sibuk dengan bencana di sumatra, nanti pilkada kapan aja? dan apa sih yang bikin golkar ingin pilkada tak langsung, kalau di tahun 90an pilkada di jakarta selalu langsung aja, nggak pernah ada masalah. sekarang kayaknya semua udah sibuk dengan politik, apa lagi bencana di sumatra masih belum teratasi πŸ˜”πŸŒͺ️
 
Pilkada tak langsung di Sumatera sebenarnya bukan masalah, tapi lebih penting lagi bagaimana kita bisa memastikan bahwa partai-partai politik ini tidak hanya fokus pada kepentingan sendiri aja, tapi juga nantinya bisa bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang ada di daerah. Tapi apa yang penting, siapa pun cara yang dipilih, kita harus yakin bahwa hasilnya akan lebih baik dari sekarang πŸ™.
 
Saya pikir kalau pilkada melalui DPRD itu gampang banget, tapi juga ada kekhawatiran kalau golkar bisa langsung mengambil alih kekuasaan. tapi kalau sistem proporsional terbuka itu sudah jelas, siapa yang tidak suka dengan itu? πŸ€” tapi ayo, kita jangan lupa sih kalau bencana di Sumatra juga perlu dibatasi dulu, kalau gunung meletus itu gak ada yang mau nanggung sama-sama...
 
Golongan politik kayaknya punya ide-ide yang keren banget, tapi apa kabar ko aku? πŸ€” Kalau ko fokus pada bencana di Sumatra dulu, kayaknya juga penting banget sih. Aku harap golek-golek di gunung Sumatra bisa ditangani dengan baik, jadi tidak ada korban lagi. Aku rasa kalau ko ada pilkada, kayaknya bisa lebih banyak otoritas bagi rakyat Sumatera untuk mengambil keputusan apa yang harus dibuat oleh pemerintah daerah di dekat rumah mereka. Tapi aku nggak tahu, siapa yang punya ide yang lebih baik dari Bahlil lah? 🀝
 
Saya curiga kalau semua orang ngomong tentang pilkada lagi, tapi apa benar-benar kita butuh waktu lagi untuk ngobrol tentang ini? Nah, kalau kita fokus pada bencana di Sumatra dulu, karena itu adalah masalah nyata yang harus diatasi sekarang. Aku jadi penasaran, siapa yang akan mengurus perbaikan sistem proporsional terbuka dalam pemilu sih? Tapi aku rasa kalau pilkada melalui DPRD kayaknya tidak masuk akal, karena itu akan berantakan dan ngomong-omong aja. Aku ingat dulu ada ide pilkada langsung, tapi lalu kapan lagi kita harus ngobrol tentang ini? πŸ€”πŸ‘€
 
Halo, nggak nyaman banget denger kabar ini πŸ€”. Bisa dibilang kalau pihak partai politik udah mulai bereksperimen dengan strategi pilkada di masa depan. Tapi sebenarnya apa yang mereka inginkan? πŸ€‘ Dari beberapa sumber, tahu-tahu ada beberapa opsi. Beberapa orang berpikir harus dilaksanakan pilkada melalui DPRD agar bisa mewujudkan partisipasi publik dan kedaulatan rakyat. Tapi, nggak bisa dipungut dana dari pajak? πŸ€‘ Atau ada yang bilang kita harus fokus pada penanganan bencana terlebih dahulu, seperti tsunami atau gunung meletus di Sumatra. Kita udah pernah melalui itu, jadi kenapa kita gak bisa fokus?

Sufmi Dasco Ahmad bilang masih dalam periode reses, nggak ada jawaban apa-apa πŸ€·β€β™‚οΈ. Tapi Bahlil Lahadalia dari Golkar bilang ada beberapa opsi. Mereka ingin perbaikan sistem proporsional terbuka dalam pemilu agar tercipta pemilu yang jujur dan adil. Tapi, nggak bisa dibilang ini adalah solusi yang baik? πŸ€” Ada yang bilang kita harus tetap fokus pada penanganan bencana terlebih dahulu.
 
ya mungkin pilkada harus dilakukan kembali tapi apa salahnya kalau di lakukan melalui DPRD dulu kan ini hasil dari kerja sama antara pemerintah dan partai politik... tapi aku rasa perlu ada tanda tangan langsung dari rakyat juga biar bisa dipastikan hasilnya adalah untuk kepentingan umum. dan aku setuju dengan Bahlil kalau penyelesaian sistem proporsional terbuka perlu disempurnakan biar bisa jujur dan adil dalam pemilu... tapi di samping itu, aku rasa ada kesempatan yang tidak dimanfaatkan saat ini untuk memperbaiki beberapa aspek lain seperti biaya kampanye atau kualitas media.
 
Gadetnya politik sih... tapi aku lebih fokus pada gadget yang baru ada, yakin deh πŸ€–! Aku lihat kapan aja ada update di platform online, misalnya di Instagram atau Twitter, karena aku suka banget dengan konten viral di sana πŸ’». Tapi kalau pertanyaan politik sih, aku rasa kita harus fokus pada bencana di Sumatra dulu, bukan jangan lupa juga perlu diwaspadai potensi gunung meletus ya 🌊! Aku lihat Bahlil Lahadalia kayaknya udah berani mengusulkan pilkada kembali melalui DPRD, aku rasa itu bisa mewujudkan partisipasi publik yang lebih baik lagi... tapi aku lebih penasaran dengan update di platform online yang baru keluar 😁!
 
Saya rasa kalau pemerintah bisa langsung menunjukkan keinginannya tentang masa depan, tapi lagi-lagi kalau ditanya saat ini, semua sudah fokus pada bencana di Sumatra πŸŒͺ️. Saya harap bisa melihat pihak partai politik bisa mau bekerja sama dan tidak terlalu keras untuk memenangkan pilkada, karena itu juga akan membuat rakyat bisa mendapatkan keadilan yang sebenarnya πŸ’‘. Tapi, saya masih khawatir kalau jika pihak pemerintah dan partai politik terus terlibat dalam drama politik, maka bencana-bencana di Sumatra pasti akan semakin serius πŸ€•.
 
Gampang banget, kalau mau ngobrol soal pilihan umum nanti, aja kita fokus terlebih dahulu buat ngelola bencana di Sumatra. Saya masih inget, saat tsunami 2004, kita semua terkejut dan kecewa sama kerusakan. Kini, kita harus hati-hati lagi, karena masih banyak bencana alam yang bisa terjadi. Saya rasa Wali Ketua DPR RI gampang-benarnya bilang ini, saat ini masih dalam reses jadi pembahasan pilkada belum siap. Saya tidak tahu kapan harus dibahas nanti, tapi saya harap bisa melihat partai-partai politik bisa bekerja sama buat amanat rakyat. Perlu diingat, pemilu bukan cuma tentang partai yang mana, tapi tentang rakyat yang suka.
 
Saya pikir pilihan partai politik di masa depan nanti gak jelas sih, tapi kalau dibandingin dengan sekarang, aku pikir pilkada kembali dilaksanakan melalui DPRD adalah pilihan yang cukup baik πŸ€”. Maka dari itu, aku setuju dengar Bahlil Lahadalia ingin perbaikan sistem proporsional terbuka dalam pemilu juga! πŸ’‘ Jika dilaksanakan dengan baik, pasti bisa membuat pemilu yang jujur dan adil di Indonesia 🌈. Tapi, apa yang aku tahu sih adalah kalau sekarang ada banyak orang yang kesal sama pilihan hukum di masa lalu, misalnya, nanti kembali pilkada melalui DPRD itu buat rakyat bisa lagi mengilih pemuka partai mereka, apa kebenarannya? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Saya pikir ini kalau pilkada kembali digeser ke DPRD itu gak terlalu masuk akal. Maksudnya, pilihannya masih akan jadi partai-partainya aja. Apalagi jika pilkada melalui DPRD itu masih bersifat partai-partai saja, nggak ada kelembutan lagi kan? Saya pikir lebih baik kalau ada kelembutan dan partisipasi rakyat yang diwujudkan di masa depan. 😊
 
Maksudnya, kalau kita nanti punya pilkada, harusnya bisa sibuk-sibik aja sama-sama ngobrol tentang keinginannya πŸ˜‚. Tapi sekarang ayo dulu lihat siapa yang mau buat sistem pemilu yang jujur dan adil, kayak gini kalau ada bom meletus di Sumatra 🀣. Aku yakin, ketika itu waktunya kita ngobrol tentang pilkada, tapi sekarang ayo fokus dulu ya...
 
Pikiran aku kali ini nonton newsnya, apa kira2 gak baik kalau kita fokus pada solusi dulu bukan cuma cari cara jawabnya? Kalau golkar punya usulan pilkada melalui DPRD itu bisa bikin partisipasi masyarakat lebih banyak. tapi kalau perlu pengecekan teknis dulu, aku rasa itu penting juga. gimana kalau kita fokus buat jadi orang yang peduli sama isu-isu kota, bukannya cari jawaban yang hanya bikin kita ngerasa kenyang aja πŸ€”πŸ’‘
 
Gue rasa kalau kita fokus pada bencana dulu di Sumatra, kita lama-lamannya bisa sembuh dari masa lalu, siapa tahu nanti pilkada kembali bisa dibicarakan dengan lebih jelas 🀞🌎. Tapi, gue juga rasa pentingnya ada perubahan di sistem pemilu, agar pemilu yang kita lihat di masa depan benar-benar adil dan transparan, kita harus bisa percaya pada hasilnya 😊
 
Aku pikir kalau pilkada kembali dilaksanakan melalui DPRD itu bisa menjadi opsi yang bagus banget! Dengan demikian, rakyat bisa langsung berpartisipasi dalam proses pemerintahan dan memilih kepala daerah yang tepat. Kita bisa melihat contoh dari kota-kota di Jawa Barat yang sudah menggunakan sistem ini, ya? Mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik dengan adanya partisipasi publik. Dan kalau soal pemilu proporsional terbuka, aku setuju bahwa perlu disempurnakan teknisnya agar pemilu menjadi lebih jujur dan adil. Kita harus selalu berharap bahwa semakin baik sistem pemerintahan, semakin baik pelayanan publik yang kita terima 😊🌿
 
kembali
Top