Krisis Banjir di Jakarta: Pemutus Akhir atau Kebabaran Hidup Masyarakat di Bantaran Sungai?
Saat ini, Jakarta menghadapi krisis banjir yang telah menjadi masalah rutinitas sejak zaman kolonial. Sejarah lama tersebut membuktikan bahwa sungai-sungai di Jakarta sering terendam air setelah hujan turun atau "air kiriman" datang. Kondisi ini sudah diprediksi oleh penelitian ilmiah, dan masyarakat harus menghadapi risiko penyakit seperti diare dan tifoid yang disebabkan oleh kualitas air sungai.
Pemerintah DKI Jakarta mengatakan bahwa tiga sungai utama yaitu Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama akan menjadi fokus utama dalam upaya normalisasi. Pengolahan limbah yang tidak terkontrol juga menjadi penyebab utama berbagai masalah lingkungan di Jakarta, seperti banjir dan pencemaran air.
Selain itu, masyarakat juga harus menghadapi risiko penyakit seperti leptospirosis yang disebabkan oleh kualitas air sungai. Pemerintah DKI memiliki regulasi untuk mengelola limbah domestik yang sudah ditetapkan pada tahun 2024, dan akan dilakukan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang melanggar aturan pengolahan limbah.
Meski demikian, masyarakat di Jakarta masih banyak yang mengalami kesulitan untuk mencari air bersih dan menerapkan praktik kebersihan, sehingga kualitas air sungai tidak berubah. Mereka juga harus menghadapi risiko penyakit yang dapat disebabkan oleh limbah domestik yang dibuang secara sembarangan di sungai.
Pengolahan limbah domestik yang terkontrol memang perlu dilakukan agar masyarakat Jakarta dapat menikmati kualitas air bersih dan hidup yang lebih seimbang dengan lingkungannya.
Saat ini, Jakarta menghadapi krisis banjir yang telah menjadi masalah rutinitas sejak zaman kolonial. Sejarah lama tersebut membuktikan bahwa sungai-sungai di Jakarta sering terendam air setelah hujan turun atau "air kiriman" datang. Kondisi ini sudah diprediksi oleh penelitian ilmiah, dan masyarakat harus menghadapi risiko penyakit seperti diare dan tifoid yang disebabkan oleh kualitas air sungai.
Pemerintah DKI Jakarta mengatakan bahwa tiga sungai utama yaitu Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama akan menjadi fokus utama dalam upaya normalisasi. Pengolahan limbah yang tidak terkontrol juga menjadi penyebab utama berbagai masalah lingkungan di Jakarta, seperti banjir dan pencemaran air.
Selain itu, masyarakat juga harus menghadapi risiko penyakit seperti leptospirosis yang disebabkan oleh kualitas air sungai. Pemerintah DKI memiliki regulasi untuk mengelola limbah domestik yang sudah ditetapkan pada tahun 2024, dan akan dilakukan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang melanggar aturan pengolahan limbah.
Meski demikian, masyarakat di Jakarta masih banyak yang mengalami kesulitan untuk mencari air bersih dan menerapkan praktik kebersihan, sehingga kualitas air sungai tidak berubah. Mereka juga harus menghadapi risiko penyakit yang dapat disebabkan oleh limbah domestik yang dibuang secara sembarangan di sungai.
Pengolahan limbah domestik yang terkontrol memang perlu dilakukan agar masyarakat Jakarta dapat menikmati kualitas air bersih dan hidup yang lebih seimbang dengan lingkungannya.