Jakarta mengalami banjir secara terus-menerus. Banjir ini diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti limbah yang tidak diproses dengan baik, kebocoran sungai dan hujan lebat.
Saat ini, Gubernur DKI Jakarta memilih strategi pengerukan sungai untuk menangani permasalahan banjir di ibu kota. Ada tiga sungai di Jakarta yang menjadi fokus utama Pemprov DKI dalam melakukan pengerukan atau normalisasi, yakni Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
Selain itu, pencemaran sungai-sungai di Jakarta juga masih menjadi masalah. Kualitas air di beberapa sungai tercemar, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit yang menular melalui air. Pencemaran ini dipengaruhi oleh limbah domestik yang tidak diproses dengan baik dan kebocoran limbah industri.
Sampah-sampah yang ditemukan di sungai juga menjadi salah satu faktor pencemaran air. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, 98 persen sampah yang ditemukan di aliran sungai tersebut tidak ada tindakan yang diambil untuk mengolahnya.
Saat ini, Gubernur DKI Jakarta memilih strategi pengerukan sungai untuk menangani permasalahan banjir di ibu kota. Ada tiga sungai di Jakarta yang menjadi fokus utama Pemprov DKI dalam melakukan pengerukan atau normalisasi, yakni Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
Selain itu, pencemaran sungai-sungai di Jakarta juga masih menjadi masalah. Kualitas air di beberapa sungai tercemar, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit yang menular melalui air. Pencemaran ini dipengaruhi oleh limbah domestik yang tidak diproses dengan baik dan kebocoran limbah industri.
Sampah-sampah yang ditemukan di sungai juga menjadi salah satu faktor pencemaran air. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, 98 persen sampah yang ditemukan di aliran sungai tersebut tidak ada tindakan yang diambil untuk mengolahnya.