Tangsel Gagal Mengatasi Darurat Sampah, Tiga Pasar Tradisional Terus Menjadi Sorotan
Pasar Cimanggis yang sebelumnya menjadi titik terparah dalam kondisi darurat sampah di Tangsel ternyata sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penanganan. Pengangkutan tumpukan sampah di pasar ini telah dilakukan, meski masih ada warga yang berulang kali membuang sampah di lokasi yang sudah dibersihkan.
Sementara itulah, kondisi berbeda masih terlihat di Pasar Jombang. Tumpukan sampah di lokasi tersebut belum sepenuhnya tertangani, bahkan air lindi dapat dilihat mengalir ke badan jalan, memunculkan bau menyengat yang sangat parah.
Di Pasar Ciputat, penumpukan sampah relatif tidak setinggi di dua pasar lainnya, tetapi keberadaannya masih mengganggu aktivitas pengunjung dan pedagang. Bau menyengat masih tercium, terutama di area penampungan sampah dalam pasar.
"Ini mah sudah lama di sini. Ya segini aja tampungannya ada di dalam pasar. Kalau soal bau, parah," ujar Muksit, salah satu warga yang sedang berbelanja di Pasar Ciputat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan darurat sampah di Tangsel tidak hanya bergantung pada pengangkutan oleh pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan pengawasan ketat serta kesadaran warga. Tanpa perubahan perilaku dan pengendalian lintas wilayah, masalah sampah berpotensi kembali berulang meski pembersihan telah dilakukan.
Tingkat kesadaran masyarakat masih harus ditingkatkan agar penanganan darurat sampah dapat lebih efektif.
Pasar Cimanggis yang sebelumnya menjadi titik terparah dalam kondisi darurat sampah di Tangsel ternyata sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penanganan. Pengangkutan tumpukan sampah di pasar ini telah dilakukan, meski masih ada warga yang berulang kali membuang sampah di lokasi yang sudah dibersihkan.
Sementara itulah, kondisi berbeda masih terlihat di Pasar Jombang. Tumpukan sampah di lokasi tersebut belum sepenuhnya tertangani, bahkan air lindi dapat dilihat mengalir ke badan jalan, memunculkan bau menyengat yang sangat parah.
Di Pasar Ciputat, penumpukan sampah relatif tidak setinggi di dua pasar lainnya, tetapi keberadaannya masih mengganggu aktivitas pengunjung dan pedagang. Bau menyengat masih tercium, terutama di area penampungan sampah dalam pasar.
"Ini mah sudah lama di sini. Ya segini aja tampungannya ada di dalam pasar. Kalau soal bau, parah," ujar Muksit, salah satu warga yang sedang berbelanja di Pasar Ciputat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan darurat sampah di Tangsel tidak hanya bergantung pada pengangkutan oleh pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan pengawasan ketat serta kesadaran warga. Tanpa perubahan perilaku dan pengendalian lintas wilayah, masalah sampah berpotensi kembali berulang meski pembersihan telah dilakukan.
Tingkat kesadaran masyarakat masih harus ditingkatkan agar penanganan darurat sampah dapat lebih efektif.