Danantara Ungkap Arah Bisnis PGN, Tak Lagi Garap Bisnis Upstream

Pernyataan BPI Danantara untuk mengubah fokus PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dari bisnis hilu atau upstream ke bisnis midstream dan hilir atau downstream ini merupakan langkah yang tepat.

"Di sektor energi seperti PGN, tidak akan bergerak lagi di bisnis upstream," kata Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara. Kementrian Energi dan Sumber Daya Masyarakat (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Perusahaan Negara Gas Bumi (PGN) telah menetapkan program untuk meningkatkan ketahanan energi, terutama mengurangi impor dan subsidi LPG.

Dony Oskaria menyatakan, PGN akan mendorong pengembangan program jaringan gas rumah tangga. Trial pembangunan dilakukan di Batam dan kemudian berlanjut ke 4 kota lainnya. Saat ini, hingga tahun 2025, lebih dari 821 ribu rumah tangga di 18 provinsi dan 74 kota/kabupaten telah menggunakan jaringan gas rumah tangga.

Selain itu, PGN juga membangun dan mengelola jaringan pipa transmisi serta pipa distribusi gas bumi sepanjang lebih dari 33.500 km. Dony Oskaria juga menyebutkan bahwa perusahaan sedang menyiapkan program Dimetil Eter (DME) untuk menggantikan ketergantungan penggunaan LPG rumah tangga yang sebagian besar harus diimpor.

Groundbreaking proyek DME akan dilakukan pada akhir Januari atau awal Februari 2026.
 
PROYEK DME NANTIANA! ITU MENGHARUSKAN PGN JAUH-JAUH DARI HILU UPPSTREAM!!! MEREKA MALAH MENJAWAB KETAGIANAN PEMBANGUNAN DOMESTIK GAS ALAM dengan mengembangkan jaringan gas rumah tangga dan membangun infrastruktur pipa transmisi. SAYANGNYA, JADINYA PROYEK DME TAK PERNAWAHAN, MELAHIR 2026 SUDAH! INI NYATA-NYATA MENJAWAB KEBUTUHAN DOMESTIK GAS ALAM DI INDONESIA!!!
 
Gue rasa ini sangat baik, perubahan fokus PGN dari upstream ke downstream pasti memberikan dampak yang positif bagi banyak orang di Indonesia 🌟. Biar apa pun kondisi ekonomi atau energi kita sekarang, gue yakin bahwa dengan pengembangan jaringan gas rumah tangga ini, banyak masyarakat akan lebih mudah akses ke energi yang aman dan efisien. Gue harap perusahaan juga bisa memperluas program ini ke daerah-daerah tertinggal di Indonesia, biar siapa saja bisa menikmati manfaat dari jaringan gas rumah tangga ini 🌈.
 
Pernyataan ini benar-benar membuat aku penasaran, kayaknya pemerintah ingin buat sistem gas di Indonesia lebih kuat dan tidak tergantung lagi pada impor LPG. Aku ingat saat SMA, kita masih banyak yang belum memiliki akses ke gas rumah tangga, sekarang sudah lebih dari 821 ribu rumah tangga yang punya akses ini. Tapi aku masih ragu-ragu, apa benar-benar PGN tidak akan lagi melakukan bisnis upstream? Aku ingat saat itu, kita masih banyak yang menggunakan bahan bakar minyak, sekarang sudah lebih ramah lingkungan ya? πŸ€”πŸ’‘
 
Gue rasa kalau PGN ini memang wajib ngerubah fokusnya, karena nih lagi banget dengan LPG 🀯. Kalau mau jadi bisnis midstream dan downstream kayaknya ada keuntungan yang serius bisa didapatkan. Tapi gue still peduli apa aja yang njadi rencana PGN. Yang penting adalah mereka bisa meningkatkan ketahanan energi di Indonesia, kan? 🌟
 
mengerti apa yang dibicarakan, perusahaan gas negara ingin ganti fokus dari menghasilkan gas ke jaringan gas rumah tangga dan transmisi pipa, itu penting banget ya! tapi apa sebenarnya maksudnya dari program dimetil eter (dme) sih? bagaimana caranya dme bisa menggantikan lpg di rumah tangga dan tidak harus impor lagi πŸ€”
 
heya guys, aku pikir nggak salah kalau PGN jadi salah satu perusahaan yang paling efisien di Indonesia, khususnya di bidang energi. kayaknya langkah ini juga baik karena memang banyak impor LPG, sehingga mengurangi subsidi dan meningkatkan ketahanan energi ya? tapi aku penasaran bagaimana PGN bakal melaksanakan program jaringan gas rumah tangga yang mereka inginkan, apakah benar-benar semua rumah bisa menggunakan jaringan ini ya?
 
Wah, kalau PGN fokus ke bisnis midstream dan downstream ini nanti pasti bisa mengurangi beban impor gas LPG dari luar negeri, kan? Mereka juga akan bisa meningkatkan ketahanan energi bagi masyarakat di Indonesia. Saya senang melihat perusahaan gas negara ini berinovasi dan bergerak lebih cepat dalam pengembangan teknologi. Dony Oskaria benar-benar pintar, dia tidak salah lagi. Proyek jaringan gas rumah tangga ini juga sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat di daerah-daerah yang belum terjangkau dengan akses gas.
 
Aku pikir ini langkah yang tepat, tapi juga sedikit bingung... Mau buat apa lagi? πŸ€” Nah, kayaknya mereka mau fokus lebih banyak di sektor energi yang lebih stabil, ya? Bisnis hilu atau upstream itu cuma nggak stabil banget.
 
akhirnya ada yang jelas kan, kalau PGN mau fokus dari bisnis hilu ke midstream dan hilir... itu bukan mainan, perlu dihati. kalau gini terus, nanti apa yang akan terjadi dengan harga gas? apakah masih akan naik sebesar-besarnya? aku rasa ini langkah yang tepat, tapi harus ada konsultasi yang baik dulu dengan masyarakat dan investor. tidak bisa sembarangan aja, ya 😊
 
heyy πŸ’‘, perubahan fokus PGN dari bisnis upstream ke midstream dan downstream ini sangat wajar banget πŸ€”. Mereka harus fokus pada pengembangan program jaringan gas rumah tangga yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia ya, tapi masih ada potensi untuk meningkatkan lagi jumlah pengguna gas. kalau bisa mengurangi impor dan subsidi LPG juga lebih baik buat negara 🌎. DME itu pun ide yang bagus banget! harap proyek ini berhasil dan bisa membantu masyarakat Indonesia menikmati energi yang lebih bersih dan efisien πŸ’š
 
Maksudnya kalau PGN mau bergerak lebih banyak ke arah bisnis downstream & midstream itu salah satu yang benar, karena nantinya mereka bisa mengurangi impor gas dan subsidi LPG juga. Tapi, aku penasaran apa rencana mereka untuk mengelola program Dimetil Eter (DME) itu, karena kalau benar-benar tidak tergantung lagi LPG, itu akan sangat membantu masyarakat yang sudah menggunakan gas rumah tangga sejak lama. Dan aku juga ingin tahu bagaimana rencana mereka untuk mengembangkan program jaringan gas rumah tangga ke daerah-daerah yang belum memiliki akses gas, karena kalau bisa mendorong pengembangan tersebut, itu akan sangat membantu perekonomian masyarakat di area tersebut πŸ€”
 
😊 Aku pikir ini langkah yang tepat dari PGN, kalau mau tidak ada sumber daya untuk bisnis hilu, alangkah baiknya jika fokus ke bisnis midstream dan hilir ya? πŸ€” Kita sudah paham kan betapa pentingnya meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi impor? 🌎 Maksudnya kita tidak ingin terjebak dalam ketergantungan LPG yang harus diimpor, tapi bisa menggunakan sumber daya yang ada di Indonesia sendiri. πŸ’š Dengan demikian, kami dapat menghemat biaya dan juga memiliki kontrol lebih atas ketersediaan gas. πŸ“ˆ Bisa jadi ini punya dampak positif terhadap lingkungan kita, tidak lagi kebisingan dari pembangunan hilir. 🌟
 
Aku senang banget sih ketika aku tahu bahwa PGN bakal fokus pada bisnis midstream dan hilir itu! Ini memang langkah yang tepat karena kita harus bisa mengurangi impor LPG dan subsidi yang seringkali membuat pengguna rumah tangga kecewa. Aku yakin kalau dengan pengembangan jaringan gas rumah tangga, banyak orang akan puas menggunakan listrik dari sumber energi yang terjangkau dan ramah lingkungan. Semoga program Dimetil Eter (DME) bisa segera diterapkan juga! 🌟
 
Gue pikir ini langkah yang tepat banget dari BPI dan Danantara. Jadi, perusahaan gas negara kayaknya mulai fokus di bagian midstream dan downstream, bukan lagi kayak nggak ada tujuan. Gue rasa ini penting karena kalau punya kemampuan, perusahaan bisa menangani impor LPG yang banyak dan subsidi yang gede. Kalau mau, juga bisa meningkatkan pengembangan jaringan gas rumah tangga, yaitu 821 ribu rumah sudah nggak asal. Nanti, kalau kita lama-langing lagi, kayak ini, gue rasa perusahaan akan mengalami krisis keuangan yang parah πŸ€‘

Sekarang, kalau kita lihat grafik produksi gas bumi di Indonesia, kita bisa melihat bahwa produksi gas bumi punya kenaikan stabil sejak 2020. Dan itu semua karena peningkatan efisiensi di bidang midstream dan downstream.

Gue pikir ini juga penting untuk meningkatkan ketahanan energi. Jadi, kalau kita mau naik level, perusahaan harus terus fokus pada pengembangan teknologi dan infrastruktur yang lebih baik. πŸ“ˆ
 
Pernyataan BPI dan Danantara tentang PGN harus dilihat dari perspektif Partai yang mendukung. Kalau PDIP yang mendukung ketahanan energi, mereka harus senang sekali dengan rencana ini. Meningkatkan penggunaan gas rumah tangga itu sangat baik untuk mengurangi impor dan subsidi LPG. Tapi kalau PKB-PAN yang mendukung kepentingan perusahaan negara, mereka mungkin tidak setuju dengan rencana ini karena perubahan bisnis PGN dapat berdampak pada pekerja di industri gas. Saya pikir pihak PGN harus mempertimbangkan kedua hal tersebut agar program ini bisa sukses dan tidak membuat orang kalah dalam permainan bisnis. πŸ€”
 
Pernyataan BPI dan Danantara tentang perubahan fokus PGN dari bisnis hilu ke bisnis midstream/diwilang itu benar-benar membangkitkan ingatan saya saat masih kuliah. Mereka juga bilang bahwa industri gas sudah lama tidak bergerak, kan? Saya ingat, saat itu ada program-program besar untuk meningkatkan produksi gas di Kalimantan dan Sumatera, tapi sekarang mereka fokus pada pengembangan jaringan gas rumah tangga. Itu memang langkah yang tepat, karena banyak rumah tangga masih belum memiliki akses ke gas, kan? Saya harap proyek Dimetil Eter (DME) berjalan lancar dan bisa mengurangi ketergantungan LPG. 🀞
 
Pernyataan ini terasa sangat tepat, bro 🀩! Kita semua kenal dengan program 'gas rumah tangga' kan? Nah, sekarang akhirnya punya rencana yang jelas untuk mengembangkan proyek ini. Mungkin suatu nanti kita tidak lagi harus khawatir ketergantungan LPG import, sih? 🀞 Saya senang bisa melihat bahwa pemerintah dan perusahaan gas sedang fokus untuk meningkatkan ketahanan energi. Jadi, apa salahnya kalau kita semua ikut mendukung program ini dengan berhemat tagihan listrik dan menggunakan gas rumah tangga? πŸ€‘
 
Gue pikir ini langkah tepat banget, kalau PGN jadi bisnis midstream & downstream, kita bakal lebih efisien dan hemat biaya. Kalau sekarang masih fokus di upstream, kita harus nggak terlalu banyak korupsi dan penyalahgunaan dana, kan? Dan kalau mereka mendorong pengembangan jaringan gas rumah tangga, itu juga sangat penting untuk mengurangi impor & subsidi LPG. Gue senang melihat proyek DME ini, karena kalau bisa kita ganti ketergantungan penggunaan LPG dengan DME, itu akan lebih baik dan lebih ramah lingkungan.
 
Saya pikir ini langkah yang tepat banget, kalau PGN mau fokus di bisnis midstream dan downstream. Sekarang mereka punya kesempatan untuk mengembangkan program jaringan gas rumah tangga yang lebih luas, dan juga bisa berinvestasi di bidang energi yang lebih aman dan terjamin. DME itu juga bakal membantu kita mengurangi impor LPG dan subsidi, itu sangat penting banget bagi masyarakat Indonesia yang sudah banyak beban dari subsidi gas. Saya harap pemerintah dan PGN bisa melaksanakan proyek ini dengan baik dan tidak ada kesenjangan, sehingga semua rakyat Indonesia bisa menikmati manfaat dari program ini πŸ’‘πŸŒΏ
 
kembali
Top