Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan mengumumkan pemenang tender proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) batch pertama pada akhir Januari 2026. Total ada empat pemain yang akan mendapatkan kontrak untuk proyek tersebut.
Menurut Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, dalam proses tender ini sebanyak 200 perusahaan mengikuti lelang. Dari total itu, 24 perusahaan saja yang lulus seleksi awal. Pihaknya juga mengatakan bahwa proyek waste to energy batch pertama akan dibangun di empat wilayah dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2027.
"Pengolahan sampah menjadi energi adalah salah satu cara untuk mengurangi limbah yang berlebihan di Indonesia," kata Pandu. "Danantara memiliki rencana untuk membangun 33 proyek waste to energy di seluruh Indonesia dan telah menyiapkan dana sekitar $5 miliar AS untuk melaksanakan rencana tersebut."
Pihaknya juga mengatakan bahwa akan ada empat pemain yang mendapatkan kontrak untuk proyek batch pertama, namun tidak secara spesifik menyebutkan siapa-siapa. Pandu juga menambahkan bahwa proses lelang pembangunan proyek waste to energy batch kedua dijadwalkan pada pertengahan Januari 2026.
Pihaknya mengaku sangat gembira dengan kecepatan perkembangan rencana ini dan berharap dapat mencapai target pembangunan 33 proyek waste to energy pada akhir tahun 2027.
Menurut Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, dalam proses tender ini sebanyak 200 perusahaan mengikuti lelang. Dari total itu, 24 perusahaan saja yang lulus seleksi awal. Pihaknya juga mengatakan bahwa proyek waste to energy batch pertama akan dibangun di empat wilayah dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2027.
"Pengolahan sampah menjadi energi adalah salah satu cara untuk mengurangi limbah yang berlebihan di Indonesia," kata Pandu. "Danantara memiliki rencana untuk membangun 33 proyek waste to energy di seluruh Indonesia dan telah menyiapkan dana sekitar $5 miliar AS untuk melaksanakan rencana tersebut."
Pihaknya juga mengatakan bahwa akan ada empat pemain yang mendapatkan kontrak untuk proyek batch pertama, namun tidak secara spesifik menyebutkan siapa-siapa. Pandu juga menambahkan bahwa proses lelang pembangunan proyek waste to energy batch kedua dijadwalkan pada pertengahan Januari 2026.
Pihaknya mengaku sangat gembira dengan kecepatan perkembangan rencana ini dan berharap dapat mencapai target pembangunan 33 proyek waste to energy pada akhir tahun 2027.