BPI Danantara siap mengumumkan pemenang tender proyek waste to energy batch pertama. Pada akhir Januari 2026, empat perusahaan akan dinyatakan sebagai pemenang tender ini. Dikabarkan total 200 perusahaan yang mengikuti proses pelelangan proyek tersebut, dengan 100 perusahaan berasal dari dalam negeri dan 100 perusahaan lainnya dari luar negeri.
Badan pengelola investasi (BPI) Danantara telah menyeleksi 24 perusahaan dari total peserta lelang tersebut. Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir menyatakan bahwa pada akhir Februari 2026, pihaknya akan menyelesaikan perjanjian usaha patungan (joint venture/JV) serta perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).
Pandu juga menyebut bahwa proyek waste to energy batch pertama akan dilaksanakan di empat wilayah dan diperkirakan telah menyelesaikan perjanjian kerja sama mulai dari perjanjian usaha patungan hingga perjanjian jual beli listrik. Pihaknya hanya membiayai sekitar 30 persen dari total biaya pembangunan proyek waste to energy, sedangkan sisa 70 persen pendanaan akan ditanggung oleh investor.
Pandu juga mengatakan bahwa pemerintah sudah menyampaikan kepadanya bahwa akhir 2027 harus ada beberapa proyek yang selesai atau awal 2028. Ia menambahkan bahwa pihaknya bekerja dengan kecepatan itu untuk mengeksekusi dan menemukan bahwa insyaallah dapat mencapai target pembangunan pada akhir 2027.
BPI Danantara menargetkan pembangunan 33 proyek waste to energy di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya diperkirakan akan menginvestasikan dana sekitar 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Badan pengelola investasi (BPI) Danantara telah menyeleksi 24 perusahaan dari total peserta lelang tersebut. Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir menyatakan bahwa pada akhir Februari 2026, pihaknya akan menyelesaikan perjanjian usaha patungan (joint venture/JV) serta perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).
Pandu juga menyebut bahwa proyek waste to energy batch pertama akan dilaksanakan di empat wilayah dan diperkirakan telah menyelesaikan perjanjian kerja sama mulai dari perjanjian usaha patungan hingga perjanjian jual beli listrik. Pihaknya hanya membiayai sekitar 30 persen dari total biaya pembangunan proyek waste to energy, sedangkan sisa 70 persen pendanaan akan ditanggung oleh investor.
Pandu juga mengatakan bahwa pemerintah sudah menyampaikan kepadanya bahwa akhir 2027 harus ada beberapa proyek yang selesai atau awal 2028. Ia menambahkan bahwa pihaknya bekerja dengan kecepatan itu untuk mengeksekusi dan menemukan bahwa insyaallah dapat mencapai target pembangunan pada akhir 2027.
BPI Danantara menargetkan pembangunan 33 proyek waste to energy di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya diperkirakan akan menginvestasikan dana sekitar 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).