Pasar modal Indonesia akan menghadapi arus keluar modal asing besar-besaran jika statusnya terdowngrade dari emerging market ke frontier market oleh MSCI. Sesuai dengan prediksi Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, aliran dana asing yang bisa keluar mencapai Rp418,67 triliun sampai dengan Rp837,19 triliun.
Pandu menyatakan bahwa jika Indonesia benar-benar terdowngrade ke kategori frontier market, maka posisinya dalam klasifikasi MSCI akan sejajar dengan negara-negara seperti Bangladesh, Pakistan, Burkina Faso, dan Senegal. Ia juga menambahkan bahwa berbagai masukan telah disampaikan secara langsung kepada penyedia indeks global, MSCI.
Sementara itu, Danantara akan menyesuaikan strategi investasi secara proporsional jika likuiditas pasar menyusut. Fokus Danantara tetap pada pengembangan portofolio, termasuk di pasar modal publik. Namun, kedalaman pasar dan likuiditas menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi.
Menurut Pandu, langkah strategis selanjutnya harus diserahkan kepada regulator. Dia menyatakan bahwa ini adalah cita-cita dari regulasi yang belum dikenal oleh dirinya sendiri.
Pandu menyatakan bahwa jika Indonesia benar-benar terdowngrade ke kategori frontier market, maka posisinya dalam klasifikasi MSCI akan sejajar dengan negara-negara seperti Bangladesh, Pakistan, Burkina Faso, dan Senegal. Ia juga menambahkan bahwa berbagai masukan telah disampaikan secara langsung kepada penyedia indeks global, MSCI.
Sementara itu, Danantara akan menyesuaikan strategi investasi secara proporsional jika likuiditas pasar menyusut. Fokus Danantara tetap pada pengembangan portofolio, termasuk di pasar modal publik. Namun, kedalaman pasar dan likuiditas menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi.
Menurut Pandu, langkah strategis selanjutnya harus diserahkan kepada regulator. Dia menyatakan bahwa ini adalah cita-cita dari regulasi yang belum dikenal oleh dirinya sendiri.