Pemerintah mencanangkan strategi untuk mereformasi struktur Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka rencana demutualisasi. Reza PAMET, Direktur Utama BPI, mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar modal di Indonesia. Namun, ada kekhawatiran terhadap potensi konflik kepentingan yang timbul dari adanya pemegang saham besar seperti Danantara dalam struktur kepemilikan BEI.
Mengenai hal ini, menurut Ibrahim Assuaibi,Analis Keuangan yang bekerja di BPI, langkah ini sebenarnya tidak melanggar ketentuan jika bursa demutualisasi. Namun, ada kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap independensi pasar modal dan keamanan institusi. Ia berpendapat bahwa pemegang saham besar seperti Danantara dapat menjadi "wasti" yang merusak harga saham.
Sebaliknya, menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) dari BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara), langkah ini dapat membawa investor asing untuk masuk ke pasar modal. Ia berpendapat bahwa pemegang saham seperti Danantara tidak akan mempengaruhi kinerja pasar modal, melainkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar.
Namun, ada perbedaan pendapat mengenai dampak konflik kepentingan yang mungkin timbul dari adanya pemegang saham besar seperti Danantara dalam struktur kepemilikan BEI.
Mengenai hal ini, menurut Ibrahim Assuaibi,Analis Keuangan yang bekerja di BPI, langkah ini sebenarnya tidak melanggar ketentuan jika bursa demutualisasi. Namun, ada kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap independensi pasar modal dan keamanan institusi. Ia berpendapat bahwa pemegang saham besar seperti Danantara dapat menjadi "wasti" yang merusak harga saham.
Sebaliknya, menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) dari BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara), langkah ini dapat membawa investor asing untuk masuk ke pasar modal. Ia berpendapat bahwa pemegang saham seperti Danantara tidak akan mempengaruhi kinerja pasar modal, melainkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar.
Namun, ada perbedaan pendapat mengenai dampak konflik kepentingan yang mungkin timbul dari adanya pemegang saham besar seperti Danantara dalam struktur kepemilikan BEI.