Buku "Pengaruh Pemecahan Berdaya dan Perjuangan Kekerasan Terhadap Kesehatan Mental Anak" karya Lyfe memanggari perhatian publik tentang dampak serius dari kekerasan seksual terhadap anak-anak. Dalam buku ini, penulis menyampaikan pengalaman pribadi saat masih berusia 15 tahun sebagai korban pemecahan daya dan kekerasan seksual. Penulis mencoba untuk mengisahkan proses perjuangan menyelamatkan diri dari dampak tersebut terhadap kesehatan mental, sekaligus mengungkap trauma yang membekas akibat pengalaman tersebut.
Pemecahan daya merupakan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan orang dewasa atas anak di bawah umur. Tendangan ini bisa berupa sentuhan fisik yang melanggar batas atau pelecehan seksual secara tidak terpikirkan. Dalam praktiknya, pemecahan daya tidak selalu berisiko menyebabkan cedera fisik secara langsung namun pasti berdampak pada mental dan emosional korban.
Saat ini masih banyak orang tua yang kurang mengenal cara mengidentifikasi tanda-tanda pemecahan daya terhadap anak-anak mereka. Mereka biasanya mengira bahwa anak mereka sudah dewasa dan dapat menjaga diri sendiri dari pelaku kekerasan seksual. Namun, hal ini adalah kesalahan besar karena anak-anak masih membutuhkan perlindungan yang lebih intensif dari orang tua atau pihak lainnya.
Berikut beberapa tanda yang bisa kamu lihat saat anak kena pemecahan daya:
- Perubahan perilaku anak menjadi agresif, menarik diri dari pergaulan, dan terlibat dalam perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat
- Anak mengalami hambatan dalam relasi sosial dan sulit membangun hubungan yang sehat di masa depan
- Dampak psikologis akibat luka batin yang mendalam, yang bisa menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, atau stres pascatrauma
- Krisis identitas diri anak, mengalami kebingungan terkait identitas seksual dan merasa malu serta bersalah atas peristiwa tersebut
Pemecahan daya merupakan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan orang dewasa atas anak di bawah umur. Tendangan ini bisa berupa sentuhan fisik yang melanggar batas atau pelecehan seksual secara tidak terpikirkan. Dalam praktiknya, pemecahan daya tidak selalu berisiko menyebabkan cedera fisik secara langsung namun pasti berdampak pada mental dan emosional korban.
Saat ini masih banyak orang tua yang kurang mengenal cara mengidentifikasi tanda-tanda pemecahan daya terhadap anak-anak mereka. Mereka biasanya mengira bahwa anak mereka sudah dewasa dan dapat menjaga diri sendiri dari pelaku kekerasan seksual. Namun, hal ini adalah kesalahan besar karena anak-anak masih membutuhkan perlindungan yang lebih intensif dari orang tua atau pihak lainnya.
Berikut beberapa tanda yang bisa kamu lihat saat anak kena pemecahan daya:
- Perubahan perilaku anak menjadi agresif, menarik diri dari pergaulan, dan terlibat dalam perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat
- Anak mengalami hambatan dalam relasi sosial dan sulit membangun hubungan yang sehat di masa depan
- Dampak psikologis akibat luka batin yang mendalam, yang bisa menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, atau stres pascatrauma
- Krisis identitas diri anak, mengalami kebingungan terkait identitas seksual dan merasa malu serta bersalah atas peristiwa tersebut