Amerika Serikat mundur dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 22 Januari 2026. Keputusan ini diluncurkan oleh Donald Trump melalui Keputusan Presiden AS Nomor 14155. Dengan mundurnya AS, transfer dana, dukungan, dan sumber daya kini dihentikan. Selain itu, karyawan dan kontraktor AS juga ditarik dari organisasi internasional tersebut.
Gedung Putih menyatakan bahwa keputusan ini disebabkan oleh dua alasan utama: pertama karena WHO gagal dalam mengelola upaya penghentian wabah Covid-19 pada 2020 lalu. Kedua, karena AS menilai bahwa WHO tidak independen karena tidak berpihak kepada AS kendati negara tersebut merupakan donatur utama WHO.
Keputusan ini kemudian memicu kritik dari berbagai pihak. Federasi Asosiasi Kesehatan Masyarakat Dunia (WFPHA) menyatakan bahwa mundurnya AS melemahkan upaya pengentasan krisis kesehatan global. Menurut mereka, langkah ini akan langsung terlihat dari anggaran WHO yang terpotong secara signifikan.
Selain itu, kritik atas keputusan keluar dari WHO juga ramai disampaikan para peneliti dan ahli kesehatan di dalam AS sendiri. Salah satunya adalah Infectious Disease Society of America. Presiden tersebut menyatakan bahwa keputusan ini merupakan pengabaian yang picik dan salah arah terhadap komitmen kesehatan global.
Kemudian, peneliti penyakit menular Michael Osterholm dari Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular Universitas Minnesota menyatakan bahwa kebijakan ini akan membuat AS tak siap menghadapi wabah di kemudian hari. Menurutnya, AS akan memiliki kendala untuk mengakses data epidemiologi secara cepat dan penuh, termasuk terkait sampel virus dan data pengurutan genom dalam pembuatan vaksin dan pengobatan.
Dengan demikian, keputusan AS mundur dari WHO merupakan langkah yang menimbulkan dampak yang signifikan bagi kesehatan global.
Gedung Putih menyatakan bahwa keputusan ini disebabkan oleh dua alasan utama: pertama karena WHO gagal dalam mengelola upaya penghentian wabah Covid-19 pada 2020 lalu. Kedua, karena AS menilai bahwa WHO tidak independen karena tidak berpihak kepada AS kendati negara tersebut merupakan donatur utama WHO.
Keputusan ini kemudian memicu kritik dari berbagai pihak. Federasi Asosiasi Kesehatan Masyarakat Dunia (WFPHA) menyatakan bahwa mundurnya AS melemahkan upaya pengentasan krisis kesehatan global. Menurut mereka, langkah ini akan langsung terlihat dari anggaran WHO yang terpotong secara signifikan.
Selain itu, kritik atas keputusan keluar dari WHO juga ramai disampaikan para peneliti dan ahli kesehatan di dalam AS sendiri. Salah satunya adalah Infectious Disease Society of America. Presiden tersebut menyatakan bahwa keputusan ini merupakan pengabaian yang picik dan salah arah terhadap komitmen kesehatan global.
Kemudian, peneliti penyakit menular Michael Osterholm dari Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular Universitas Minnesota menyatakan bahwa kebijakan ini akan membuat AS tak siap menghadapi wabah di kemudian hari. Menurutnya, AS akan memiliki kendala untuk mengakses data epidemiologi secara cepat dan penuh, termasuk terkait sampel virus dan data pengurutan genom dalam pembuatan vaksin dan pengobatan.
Dengan demikian, keputusan AS mundur dari WHO merupakan langkah yang menimbulkan dampak yang signifikan bagi kesehatan global.