Amerika Serikat mengundurkan diri dari organisasi kesehatan dunia yang dipimpin oleh Indonesia, menyebabkan kerugian bagi seluruh dunia. Kementerian AS meloloskan keputusan ini berdasar dua alasan, yaitu karena WHO gagal mengelola upaya penghentian wabah Covid-19 dan tidak independen dalam menangani masalah kesehatan global.
Keputusan ini disambut dengan tindakan gencatan dana dan sumber daya dari AS yang berdampak signifikan bagi WHO. Pernyataan dari pihak AS menyebutkan bahwa WHO tidak memberikan manfaat bagi nilai, uang, dan personel mereka. Kini, AS juga mengundurkan diri dari 66 organisasi internasional lainnya dengan alasan yang mirip.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa keputusan ini akan membuat dunia terancam krisis kesehatan. Dia juga menyebut bahwa AS adalah negara penyumbang utama kepada WHO dan mundurnya akan menimbulkan kerugian bagi seluruh dunia.
Keputusan ini memiliki dampak yang besar, salah satunya adalah penghentian anggaran dana dari AS ke WHO. Pernyataan dari Federasi Asosiasi Kesehatan Masyarakat Dunia (WFPHA) menyebut bahwa keputusan AS akan melemahkan upaya global dalam mengatasi krisis kesehatan.
Selain itu, keputusan ini juga membuat AS keluar dari Badan Negosiasi Antarpemerintah (INB) yang merupakan forum negara anggota WHO untuk membahas instrumen internasional terkait kesehatan global. Kini, WFPHA menilai bahwa langkah ini akan merusak prinsip multilateralisme dan membuat sistem internasional dalam menghadapi krisis kesehatan menjadi tidak efektif.
Pernyataan dariWFPHA juga menyebutkan bahwa keputusan AS merupakan "kemunduran yang signifikan bagi kesehatan global". Mereka menegaskan bahwa WHO tetap menjadi lembaga penting dalam upaya mengatasi masalah kesehatan global.
Keputusan ini disambut dengan tindakan gencatan dana dan sumber daya dari AS yang berdampak signifikan bagi WHO. Pernyataan dari pihak AS menyebutkan bahwa WHO tidak memberikan manfaat bagi nilai, uang, dan personel mereka. Kini, AS juga mengundurkan diri dari 66 organisasi internasional lainnya dengan alasan yang mirip.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa keputusan ini akan membuat dunia terancam krisis kesehatan. Dia juga menyebut bahwa AS adalah negara penyumbang utama kepada WHO dan mundurnya akan menimbulkan kerugian bagi seluruh dunia.
Keputusan ini memiliki dampak yang besar, salah satunya adalah penghentian anggaran dana dari AS ke WHO. Pernyataan dari Federasi Asosiasi Kesehatan Masyarakat Dunia (WFPHA) menyebut bahwa keputusan AS akan melemahkan upaya global dalam mengatasi krisis kesehatan.
Selain itu, keputusan ini juga membuat AS keluar dari Badan Negosiasi Antarpemerintah (INB) yang merupakan forum negara anggota WHO untuk membahas instrumen internasional terkait kesehatan global. Kini, WFPHA menilai bahwa langkah ini akan merusak prinsip multilateralisme dan membuat sistem internasional dalam menghadapi krisis kesehatan menjadi tidak efektif.
Pernyataan dariWFPHA juga menyebutkan bahwa keputusan AS merupakan "kemunduran yang signifikan bagi kesehatan global". Mereka menegaskan bahwa WHO tetap menjadi lembaga penting dalam upaya mengatasi masalah kesehatan global.