Pemenang Grammy 2026, Dalai Lama, menggugah perhatian dunia dengan meraih penghargaan untuk kategori Best Album Spoken Word. Penghargaan ini diberikan atas rekaman yang berjudul "Meditations: The Reflection Of His Holiness The Dalai Lama (2025)".
Kemenangan ini ditentang oleh otoritas Beijing, yang menyatakan bahwa pihak-pihak terkait menggunakan penghargaan seni sebagai alat untuk manipulasi politik anti-Cina. Kementerian Luar Negeri Cina juga menolak paham bahwa Penghargaan Grammy tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang personal, tetapi sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama.
Dalai Lama sendiri menyatakan dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Ia mengatakan, "Saya menerima pengakuan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Saya tidak melihatnya [penghargaan ini] sebagai sesuatu yang personal, tetapi sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama," tulis Dalai Lama.
Tibet menjadi salah satu konflik teritorial di Cina yang berlangsung hingga kini. Republik Rakyat Cina (RRC) mengklaim wilayah tersebut sebagai wilayah integral dari RRC, sementara Dalai Lama yang jadi pemimpin agama sekaligus politik di Tibet berkampanye untuk otonomi yang lebih besar bagi wilayah berjuluk Atap Dunia itu.
Sejak Republik Rakyat Cina (RRC) berkuasa, wilayah Tibet menjadi salah satu konflik teritorial di Cina yang berlangsung hingga kini.
Kemenangan ini ditentang oleh otoritas Beijing, yang menyatakan bahwa pihak-pihak terkait menggunakan penghargaan seni sebagai alat untuk manipulasi politik anti-Cina. Kementerian Luar Negeri Cina juga menolak paham bahwa Penghargaan Grammy tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang personal, tetapi sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama.
Dalai Lama sendiri menyatakan dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Ia mengatakan, "Saya menerima pengakuan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Saya tidak melihatnya [penghargaan ini] sebagai sesuatu yang personal, tetapi sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama," tulis Dalai Lama.
Tibet menjadi salah satu konflik teritorial di Cina yang berlangsung hingga kini. Republik Rakyat Cina (RRC) mengklaim wilayah tersebut sebagai wilayah integral dari RRC, sementara Dalai Lama yang jadi pemimpin agama sekaligus politik di Tibet berkampanye untuk otonomi yang lebih besar bagi wilayah berjuluk Atap Dunia itu.
Sejak Republik Rakyat Cina (RRC) berkuasa, wilayah Tibet menjadi salah satu konflik teritorial di Cina yang berlangsung hingga kini.