Kasus-kasus yang telah menyebabkan penangkapan pemimpin-pemimpin dunia tersebut oleh Amerika Serikat menunjukkan bahwa sistem hukum AS memiliki pengaruh besar dalam memberikan hukuman kepada penguasa global. Namun, hal ini juga memicu banyak pertanyaan tentang kedaulatan negara dan keadilan internasional.
Dalam kasus Presiden Venezuela Nicolas Maduro, penangkapan tersebut dianggap sebagai bentuk intervensi politik yang mencederai kedaulatan negara berdaulat. Amerika Serikat menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba internasional, kejahatan kemanusiaan, dan ancaman terhadap kepentingan AS.
Sementara itu, penangkapan mantan Presiden Irak Saddam Hussein menjadi simbol runtuhnya rezim Irak pasca-invasi Amerika Serikat pada tahun 2003. Penangkapan tersebut dilakukan oleh pasukan khusus AS melalui operasi militer yang diberi nama Operasi Red Dawn.
Operasi ini menemukan Saddam bersembunyi di sebuah lubang bawah tanah sempit di dekat kampung halamannya di wilayah Tikrit. Penangkapan tersebut berlangsung tanpa perlawanan berarti dan segera dikonfirmasi oleh otoritas militer Amerika.
Selain itu, penangkapan mantan presiden Panama Manuel Noriega juga menjadi contoh bagaimana Amerika Serikat dapat berbalik arah terhadap sekutu lamanya. Penangkapan tersebut dilakukan melalui Operasi Just Cause pada Desember 1989.
Noriega sempat berhasil melarikan diri dari serangan awal pasukan AS dan mencari perlindungan di Kedutaan Besar Vatikan di Panama City. Untuk memaksanya keluar, militer AS menggunakan taktik perang psikologis dengan memutar musik rock bervolume sangat keras tanpa henti selama beberapa hari di sekitar gedung kedutaan.
Penangkapan mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández juga menunjukkan bahwa mantan kepala negara pun tidak kebal dari jerat hukum internasional. Penangkapan tersebut dilakukan setelah pemerintah Amerika Serikat mengajukan permintaan ekstradisi resmi melalui Departemen Kehakiman AS.
Hernández dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba berskala besar serta menerima suap dari kartel untuk melindungi jalur distribusi narkotika menuju Amerika Serikat.
Dalam kasus Presiden Venezuela Nicolas Maduro, penangkapan tersebut dianggap sebagai bentuk intervensi politik yang mencederai kedaulatan negara berdaulat. Amerika Serikat menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba internasional, kejahatan kemanusiaan, dan ancaman terhadap kepentingan AS.
Sementara itu, penangkapan mantan Presiden Irak Saddam Hussein menjadi simbol runtuhnya rezim Irak pasca-invasi Amerika Serikat pada tahun 2003. Penangkapan tersebut dilakukan oleh pasukan khusus AS melalui operasi militer yang diberi nama Operasi Red Dawn.
Operasi ini menemukan Saddam bersembunyi di sebuah lubang bawah tanah sempit di dekat kampung halamannya di wilayah Tikrit. Penangkapan tersebut berlangsung tanpa perlawanan berarti dan segera dikonfirmasi oleh otoritas militer Amerika.
Selain itu, penangkapan mantan presiden Panama Manuel Noriega juga menjadi contoh bagaimana Amerika Serikat dapat berbalik arah terhadap sekutu lamanya. Penangkapan tersebut dilakukan melalui Operasi Just Cause pada Desember 1989.
Noriega sempat berhasil melarikan diri dari serangan awal pasukan AS dan mencari perlindungan di Kedutaan Besar Vatikan di Panama City. Untuk memaksanya keluar, militer AS menggunakan taktik perang psikologis dengan memutar musik rock bervolume sangat keras tanpa henti selama beberapa hari di sekitar gedung kedutaan.
Penangkapan mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández juga menunjukkan bahwa mantan kepala negara pun tidak kebal dari jerat hukum internasional. Penangkapan tersebut dilakukan setelah pemerintah Amerika Serikat mengajukan permintaan ekstradisi resmi melalui Departemen Kehakiman AS.
Hernández dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba berskala besar serta menerima suap dari kartel untuk melindungi jalur distribusi narkotika menuju Amerika Serikat.