Amerika Serikat, negara adikuasa yang dikenal dengan kekuatan militer dan intelijennya yang luas. Namun, tindakan ekstrem-ekstrem atas nama stabilitas global dan penegakan demokrasi seringkali memicu kontroversi internasional. Contohnya adalah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya pada 3 Januari 2026 di Caracas. Aksi ini menjadi salah satu operasi paling kontroversial dalam sejarah hubungan Amerika Serikat dan Amerika Latin pasca-Perang Dingin.
Operasi ini melibatkan pasukan khusus AS, badan intelijen Amerika, serta sejumlah informan internal yang disebut berada di lingkaran pemerintahan Venezuela. Maduro yang berusia 63 tahun ditangkap bersama istrinya setelah berbulan-bulan pengawasan intensif. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti dan segera dikonfirmasi oleh otoritas militer Amerika.
Presiden AS Donald Trump menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba internasional, terorisme narkoba (<em>narco-terrorism</em>), serta perlindungan terhadap kartel yang beroperasi di kawasan Karibia dan Amerika Selatan. Tuduhan ini telah lama disuarakan AS, meski berulang kali dibantah oleh pemerintah Venezuela.
Amerika Serikat juga pernah menangkap mantan Presiden Irak Saddam Hussein pada 13 Desember 2003 melalui Operasi <em>Red Dawn</em>. Operasi ini bertujuan menangkap Saddam, yang dituduh memiliki dan mengembangkan senjata pemusnah massal, melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat, serta mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, penangkapan mantan Penguasa Militer Panama Manuel Noriega menjadi salah satu contoh paling gamblang bagaimana Amerika Serikat dapat berbalik arah terhadap sekutu lamanya. Noriega ditangkap pada Desember 1989 melalui Operasi Just Cause, yang bertujuan menangkapnya karena dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba internasional dan pencucian uang.
Kemudian ada kasus mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández, yang ditangkap pada tahun 2022 setelah pemerintah Amerika Serikat mengajukan permintaan ekstradisi resmi melalui Departemen Kehakiman AS. Hernández dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba berskala besar serta menerima suap dari kartel untuk melindungi jalur distribusi narkotika menuju Amerika Serikat.
Dengan demikian, daftar pemimpin dunia yang ditangkap Amerika Serikat menunjukkan betapa besar pengaruh dan kekuatan global yang dimiliki Washington. Namun, di balik dalih penegakan hukum dan stabilitas, tindakan ini kerap memicu perdebatan tajam soal kedaulatan negara, hukum internasional, dan etika politik global.
Operasi ini melibatkan pasukan khusus AS, badan intelijen Amerika, serta sejumlah informan internal yang disebut berada di lingkaran pemerintahan Venezuela. Maduro yang berusia 63 tahun ditangkap bersama istrinya setelah berbulan-bulan pengawasan intensif. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti dan segera dikonfirmasi oleh otoritas militer Amerika.
Presiden AS Donald Trump menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba internasional, terorisme narkoba (<em>narco-terrorism</em>), serta perlindungan terhadap kartel yang beroperasi di kawasan Karibia dan Amerika Selatan. Tuduhan ini telah lama disuarakan AS, meski berulang kali dibantah oleh pemerintah Venezuela.
Amerika Serikat juga pernah menangkap mantan Presiden Irak Saddam Hussein pada 13 Desember 2003 melalui Operasi <em>Red Dawn</em>. Operasi ini bertujuan menangkap Saddam, yang dituduh memiliki dan mengembangkan senjata pemusnah massal, melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat, serta mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, penangkapan mantan Penguasa Militer Panama Manuel Noriega menjadi salah satu contoh paling gamblang bagaimana Amerika Serikat dapat berbalik arah terhadap sekutu lamanya. Noriega ditangkap pada Desember 1989 melalui Operasi Just Cause, yang bertujuan menangkapnya karena dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba internasional dan pencucian uang.
Kemudian ada kasus mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández, yang ditangkap pada tahun 2022 setelah pemerintah Amerika Serikat mengajukan permintaan ekstradisi resmi melalui Departemen Kehakiman AS. Hernández dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba berskala besar serta menerima suap dari kartel untuk melindungi jalur distribusi narkotika menuju Amerika Serikat.
Dengan demikian, daftar pemimpin dunia yang ditangkap Amerika Serikat menunjukkan betapa besar pengaruh dan kekuatan global yang dimiliki Washington. Namun, di balik dalih penegakan hukum dan stabilitas, tindakan ini kerap memicu perdebatan tajam soal kedaulatan negara, hukum internasional, dan etika politik global.