Presiden Nicolas Maduro, suami Cilia Flores, dikenal memiliki berbagai sisi kontroversial selama memimpin negara Venezuela. Seorang pejabat asing mengatakan ada beberapa catatan khusus dari suami tersebut.
Sejak tahun 2018, Venezuela mengalami inflasi sampai 130 ribu persen. Inflasi ini menimbulkan krisis ekonomi parah di negara tersebut. Beberapa penjaga kepentingan asing seperti Amerika Serikat (AS), memprediksi inflasi akan melanggar ketahanan masyarakat, dan menyebabkan perebutan kekuasaan antara Maduro dengan pemimpin oposisi Juan Guaido. AS cenderung mendukung Guaido yang lebih menentukan perusahaan minyak Venezuela daripada merekayasa senjata asing.
Pemerintahan presiden Maduro juga dituduh melakukan sikap represi sistematis untuk oposisi, menekan hak asasi manusia dengan cara penyiksaan dan penangkapan sewenang-wenang. Hal ini mencakup lebih dari 270 orang yang dijadikan tahanan politik dan dijebloskan ke penjara, serta kurang dari setengah warga tersebut tidak diperkenankan mengakses layanan kesehatan dan gizi.
Pada tahun 2018 juga terjadi pemilu Venezuela yang berakhir dengan Maduro menjadi presiden. Pemilu ini dianggap sebagai kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah Amerika Latin. Pihak oposisi mengutip analisis yang dilakukan oleh sejumlah penjaga kepentingan dan organisasi media saat itu menunjukkan kemenangan mereka.
Presiden Maduro juga dituduh terlibat dalam terorisme narkoba. AS telah menangkap presiden beserta istrinya dengan tuduhan terkait jaringan terorisme narkoba internasional dan kepemilikan senjata ilegal, termasuk banyak narkoba dari Venezuela yang masuk ke negaranya.
Sejak tahun 2018, Venezuela mengalami inflasi sampai 130 ribu persen. Inflasi ini menimbulkan krisis ekonomi parah di negara tersebut. Beberapa penjaga kepentingan asing seperti Amerika Serikat (AS), memprediksi inflasi akan melanggar ketahanan masyarakat, dan menyebabkan perebutan kekuasaan antara Maduro dengan pemimpin oposisi Juan Guaido. AS cenderung mendukung Guaido yang lebih menentukan perusahaan minyak Venezuela daripada merekayasa senjata asing.
Pemerintahan presiden Maduro juga dituduh melakukan sikap represi sistematis untuk oposisi, menekan hak asasi manusia dengan cara penyiksaan dan penangkapan sewenang-wenang. Hal ini mencakup lebih dari 270 orang yang dijadikan tahanan politik dan dijebloskan ke penjara, serta kurang dari setengah warga tersebut tidak diperkenankan mengakses layanan kesehatan dan gizi.
Pada tahun 2018 juga terjadi pemilu Venezuela yang berakhir dengan Maduro menjadi presiden. Pemilu ini dianggap sebagai kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah Amerika Latin. Pihak oposisi mengutip analisis yang dilakukan oleh sejumlah penjaga kepentingan dan organisasi media saat itu menunjukkan kemenangan mereka.
Presiden Maduro juga dituduh terlibat dalam terorisme narkoba. AS telah menangkap presiden beserta istrinya dengan tuduhan terkait jaringan terorisme narkoba internasional dan kepemilikan senjata ilegal, termasuk banyak narkoba dari Venezuela yang masuk ke negaranya.