Kemarin, Presiden AS Donald Trump mengumumkan 26 negara yang dianggap sebagai anggota pendiri dari inisiatif Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Negara-negara tersebut antara lain Indonesia. Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan bahwa tujuan dari inisiatif ini adalah mencapai perdamaian dan keamanan di wilayah Timur Tengah.
Pemerintahan AS menetapkan 26 negara sebagai anggota pendiri dari Dewan Perdamaian. Antara yang tercantum dalam daftar tersebut adalah Argentina, Armenia, Azerbaijan, Albania, Bahrain, Belarus, Bulgaria, Kamboja, El Salvador, Mesir, Hungaria, Indonesia, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Kuwait, Mongolia, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Türkiye, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Vietnam.
Menurut sumber VIVA, pemerintah AS menetapkan daftar ini setelah secara resmi memperkenalkan Dewan Perdamaian dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Badan tersebut juga meluncurkan akun resminya di platform media sosial X.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto hadir sebagai tamu kunjung ke pembentukan dewan tersebut. Dalam kesempatan itu, Prabowo berkomitmen untuk meningkatkan hubungan internasional Indonesia dan mendukung upaya perdamaian di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, beberapa negara besar Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris tidak tercantum dalam daftar tersebut. Hal ini dikarenakan perbedaan pandangan antara pemerintah AS dengan negara-negara tersebut.
Pemerintahan AS menetapkan 26 negara sebagai anggota pendiri dari Dewan Perdamaian. Antara yang tercantum dalam daftar tersebut adalah Argentina, Armenia, Azerbaijan, Albania, Bahrain, Belarus, Bulgaria, Kamboja, El Salvador, Mesir, Hungaria, Indonesia, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Kuwait, Mongolia, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Türkiye, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Vietnam.
Menurut sumber VIVA, pemerintah AS menetapkan daftar ini setelah secara resmi memperkenalkan Dewan Perdamaian dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Badan tersebut juga meluncurkan akun resminya di platform media sosial X.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto hadir sebagai tamu kunjung ke pembentukan dewan tersebut. Dalam kesempatan itu, Prabowo berkomitmen untuk meningkatkan hubungan internasional Indonesia dan mendukung upaya perdamaian di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, beberapa negara besar Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris tidak tercantum dalam daftar tersebut. Hal ini dikarenakan perbedaan pandangan antara pemerintah AS dengan negara-negara tersebut.