Kemacetan parah di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka yang melihat ini adalah seorang penumpang Transjakarta yang terpaksa turun dari bus dan naik truk. Penumpang lain berjalan kaki di dalam jalur busway. Mereka juga menyeberang dan berjalan kaki di area trotoar.
Seorang karyawan swasta, Fida (29), berjalan kaki sejauh 2,3 kilometer untuk tiba di kantornya di Kalideres. Dia memilih jalan kaki untuk menghindari titik-titik kemacetan dan banjir.
"Jalan dari ujung, Jembatan Gantung sampai sini. Hampir 30 menitlah kayaknya," kata Fida.
Dia harus melewati banjir yang merendam area dekat Halte Transjakarta Jembatan Baru. Dia juga harus menghindari motor yang melawan arus.
"Agak susah jalan saja, harus menyelip di motor sama mobil. Trotoar juga banyak motor yang naik," katanya.
Dia memilih untuk melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online (ojol).
Kemacetan lalu lintas parah disebabkan banyaknya sepeda motor melawan arus. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Natasha Yudhasoka, menyatakan bahwa para pengendara roda dua melawan arus untuk menghindari banjir. Namun, nyatanya, dua jalur Jalan Daan Mogot sama-sama tergenang dan tak bisa dilintasi.
"Menghindari banjir, padahal dari dua sisi pun sama banjir dan bisa dilalui semua," kata Natasha.
Kini, dia menyatakan bahwa kemacetan telah diurai dan kendaraan roda dua sudah bisa melintas.
Seorang karyawan swasta, Fida (29), berjalan kaki sejauh 2,3 kilometer untuk tiba di kantornya di Kalideres. Dia memilih jalan kaki untuk menghindari titik-titik kemacetan dan banjir.
"Jalan dari ujung, Jembatan Gantung sampai sini. Hampir 30 menitlah kayaknya," kata Fida.
Dia harus melewati banjir yang merendam area dekat Halte Transjakarta Jembatan Baru. Dia juga harus menghindari motor yang melawan arus.
"Agak susah jalan saja, harus menyelip di motor sama mobil. Trotoar juga banyak motor yang naik," katanya.
Dia memilih untuk melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online (ojol).
Kemacetan lalu lintas parah disebabkan banyaknya sepeda motor melawan arus. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Natasha Yudhasoka, menyatakan bahwa para pengendara roda dua melawan arus untuk menghindari banjir. Namun, nyatanya, dua jalur Jalan Daan Mogot sama-sama tergenang dan tak bisa dilintasi.
"Menghindari banjir, padahal dari dua sisi pun sama banjir dan bisa dilalui semua," kata Natasha.
Kini, dia menyatakan bahwa kemacetan telah diurai dan kendaraan roda dua sudah bisa melintas.