Cuaca Ekstrem Berlanjut, Masyarakat Jabodetabek Diprediksi Hujan Lebat Sepekan Ke Depan
Cuaca ekstrem terus memanas di Jabodetabek. Pemantauan BMKG menunjukkan bahwa dalam 10 hari terakhir, wilayah ini terkena hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem. Curah hujan tertinggi tercatat pada 18 Januari lalu, mencapai 267 milimeter per hari.
Pada hari ini, curah hujan di Jabodetabek terus meningkat, mencapai 189 milimeter per hari. Hal ini membuat masyarakat di wilayah tersebut harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem seperti genangan, banjir, serta gangguan aktivitas, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
BMKG juga memprediksi bahwa cuaca ekstrem akan terus memanas di sepekan ke depan. "Dengan kondisi dinamika atmosfer yang telah disebutkan sebelumnya, dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem diprakirakan juga terdapat pada sebagian wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT," katanya.
Cuaca ekstrem terus memanas di Jabodetabek. Pemantauan BMKG menunjukkan bahwa dalam 10 hari terakhir, wilayah ini terkena hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem. Curah hujan tertinggi tercatat pada 18 Januari lalu, mencapai 267 milimeter per hari.
Pada hari ini, curah hujan di Jabodetabek terus meningkat, mencapai 189 milimeter per hari. Hal ini membuat masyarakat di wilayah tersebut harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem seperti genangan, banjir, serta gangguan aktivitas, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
BMKG juga memprediksi bahwa cuaca ekstrem akan terus memanas di sepekan ke depan. "Dengan kondisi dinamika atmosfer yang telah disebutkan sebelumnya, dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem diprakirakan juga terdapat pada sebagian wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT," katanya.